Showing posts with label PROBIOTIK. Show all posts
Showing posts with label PROBIOTIK. Show all posts

Tuesday, March 28, 2023

PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK PADA IKAN GURAMI

 PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK PADA IKAN GURAMI

Pada Larva gurami

Pemberian bakteri probiotik Bacillus sp. pada larva ikan gurami yang diberikan selama 15 hari tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan larva gurami. Baik pemberian melalui media maupun diberikan melalaui media dan melalui artemia yang diperkaya probiotik. Namun, pemberian probiotik memberikan pengaruh terhadap kelimpahan bakteri dalam saluran pencernaan larva. Sehingga diduga bakteri probiotik Bacillus sp. mampu menekan populasi bakteri pathogen sehingga memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup larva ikan gurami. (LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA IPB)

Pada ikan gurami dewasa

  • Pemberian probiotik pada pakan buatan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap rata-rata pertumbuhan harian/spesifik dan peningkatan efisiensi pemanfaatan pakan,
  • Dosis probiotik yang terbaik untuk pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan benih ikan gurame adalah probiotik 1 dengan dosis 0,05 ml/g atau dengan kepadatan mikroba sekitar 106 – 107 CFU/ml.

(Suminto dan Diana Chilmawati, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro)

  • Probiotik dimanfaatkan ikan secara optimal untuk meningkatkan pertumbuhannya. Penambahan probiotik 15 ml pada pakan merupakan yang terbaik dan menghasilkan laju pertumbuhan spesifik 2,43%, efisiensi pakan 27,45%, kecernaan pakan sebesar 73% retensi protein 24,70% dan kelulus hidupan 100%.

(Rizky Rinaldi1) . Indra Suharman1), Adelina1), Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Pekanbaru )

Kandungan Probiotik 1

  1. Fungi                Yeast (ragi)
  2. Bakteri              Lactobacillus, Acetobacter
  3. Prebiotik           Fructose. Glucose, Lactase
  4. Pro Amino        Whet protein, asam amino essensial dan non essensial
  5. Proactive          Pipper retrofractum, curcuma xonthorriza, madu lebah
  6. Multi vitamin     Vit A, D3, E, K3, B1, B2, B12, C, Nicotinic acid, biotin folic acid, asam panthotenate
  7. Mineral             Co, Cu, Fe, I, Ca, Zn, Mn

Kimia Air Kolam

 Kimia Air Kolam

Sengaja artikel ini saya cantumkan di blog ini karena menurut saya sangat berguna sebagai salah satu tambahan pengetahuan bagi para pecinta dan pemilik kolam ikan, khususnya ikan koi. Secara garis besar, tulisan ini mengacu pada artikel yang ditulis oleh Norm Meck (Koi Club of San Diego, 1996) dengan beberapa perubahan dan tambahan.

BIOVISI NITRO UNTUK KOLAM IKAN

Tulisan ini berkaitan dengan cara untuk memperbaiki kandungan kimia air kolam ikan, khususnya untuk kolam dengan sistem air yang disirkulasikan (recyrcle water). Bagaimana cara mengukur, apa yang terkandung, apa yang terbaik, apa yang terburuk, dan bagaimana cara mengatasinya. Untuk kolam yang memiliki sistem panggantian air secara kontinu, asalkan air yang masuk ke dalam kolam, kondisi kolam dan lubang air pembuangan memenuhi syarat, maka artikel ini hanya memberikan sedikit kontribusi tambahan.

Selain itu, secara pribadi saya percaya bahwa sebagian besar penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri atau jamur terkait dengan kualitas air karena bakteri penyebab penyakit akan tumbuh subur pada kualitas air yang buruk. Demikian pula sebaliknya jika kualitas air cukup bagus, maka tingkat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit ini akan tertekan. Jika anda bertanya pada Mbah Google tentang bagaimana cara menanggulangi penyakit ikan, maka sebagian besar dari mereka akan menyarankan anda untuk memperbaiki kualitas air. Berdasarkan pengamatan saya, ikan yang terserang penyakit bakteri atau jamur sebagian besar dapat sembuh sendiri di dalam kolam dengan kualitas air yang sangat bagus, tanpa harus dikarantina. Akan tetapi untuk kasus-kasus tertentu, karantina memang akan sangat dibutuhkan.

Terlebih dahulu, akan dijelaskan apa yang disebut sebagai “bio-filter” atau “bio-converter”. Secara umum, filter adalah sebuah alat penyaring berpori di mana air atau gas dapat mengalir melewatinya yang berfungsi untuk memisahkannya air dari partikel suspensinya. Akan tetapi, filter ini tidak dapat bekerja untuk memisahkan komponen terlarut di dalam air, walaupun ukuran pori filter tersebut sudah sangat halus. Filter ini biasanya disebut sebagai filter mekanis. Di sisi lain, aktivitas biologis yang terdapat di dalam kolam atau media filter tidak dapat menangkap material partikel suspensi, akan tetapi bekerja pada material terlarut. Namun demikian, alat filtrasi ini juga dapat berperan ganda, bukan hanya sebagai filter mekanis yang bertujuan untuk memisahkannya air dari partikel suspensinya namun juga dapat bekerja pada material terlarut. Sehingga, filter yang dimaksud di dalam artikel ini mengacu pada terminologi converter biologis atau bio-converter, bukan hanya sebagai filter biasa.

Jika ikan baru yang ditambahkan di dalam kolam, maka anda sebagai pemilik kolam telah berasumsi bahwa anda telah memiliki tanggung jawab akan makhluk tersebut. Hal ini berkaitan bukan hanya pada pemberian pakan, tapi termasuk juga pada pemeliharaan kesehatan lingkungan di mana ikan itu hidup dan berkembang. Penilaian kualitas kesehatan lingkungan liquid ini secara parsial dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran secara kimiawi.

Terlihat sangat konyol ketika seeorang dapat mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk membangun sebuah kolam dan mengisinya dengan ikan koi yang sangat cantik dan mahal akan tetapi tidak membeli dan belajar  bagaimana menggunakan uang puluhan ribu rupiah untuk perlengkapan test Nitrite. Hal ini juga tidak berarti bahwa seseorang harus melakukan test air setiap beberapa menit atau mungkin setiap beberapa hari. Kolam yang telah baik dan establis  dengan ikan yang terlihat sehat dapat dicek setiap bulan. Hal ini dapat terjadi jika telihat ada sesuatu yang janggal atau mungkin ketika terjadi perubahan musim, maka beberapa tambahan test mungkin dibutuhkan. Test yang sangat sederhana pada waktu yang tepat dapat mengantisipasi permasalahan kecil yang dapat menjadi masalah besar. Pada saat ingin memulai kolam baru atau sistem bio-converter, test setiap hari dapat dilakukan sampai bio-converter bekerja sempurna, kemudian setiap minggu sampai beberapa bulan hingga sistem stabil.

Perlengkapan Test dan Estimasi Tingkat Kebutuhannya

Dibutuhkan:

  1. pH
  2. Ammonia
  3. Nitrite
  4. Thermometer

Baik jika ada:

  • Alkalinity
  • Salinity
  • Nitrate
  • Dissolve Oxigen

Tidak terlalu dibutuhkan:

  • Chlorine
  • Hardness

Untuk kebutuhan pengobatan kolam, sangat diperlukan untuk mengetahui jumlah total air di dalam kolam dan di dalam sistem converter/filter seakurat mungkin. Penanganan yang berlebihan atau kekurangan dengan menggunakan bahan kimia dapat berakibat fatal. Jangan hanya menebak jumlahnya, tapi ukur.

Jangan terkecoh oleh terminologi kualitas air dan kejernihan air. Air yang sangat jernih dapat mengandung bahan yang berbahaya bagi ikan. Air berwarna hijau yang disebabkan oleh pertumbuhan phytoplankton berlebih justru dapat memberikan keuntungan bagi ikan walaupun tidak terlalu disukai oleh para pemelihara kolam karena ikan tidak terlihat. Kejernihan air mengindikasikan bahwa filter mekanis telah bekerja efektif.

Siklus Nitrogen di Kolam 

Sebuah kolam dengan converter biologis (bio-converter) dan diisi dengan ikan akan membentuk sebuah sistem ekologi tersendiri yang sangat komplek. Setiap komponen dari sistem tersebut membutuhkan komponen lain untuk bertahan dan tumbuh. Diagram lingkaran sederhana dari sistem ekologi terlihat pada diagram di atas. Awalnya, kotoran ikan dan kotoran organik lainnya diubah oleh bakteri dan jamur menjadi senyawa Amonia dan selanjutnya diubah menjadi Nitrite. Sayangnya, seperti halnya Amonia, Nitrite juga merupakan racun bagi ikan. Namun demikian, converter biologis yang memiliki populasi bakteri Nitrobacter dapat mengubah Nitrite menjadi Nitrate. Senyawa Nitrate pada dasarnya tidak memberikan reaksi pada ikan, tapi digunakan oleh tumbuhan dan alga di dalam kolam. Ketika tumbuhan dan alga tumbuh dan dimakan oleh ikan, siklus di atas dimulai kembali. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter merupakan bakteri aerobic karena mereka membutuhkan oksigen untuk mengubah makanannya menjadi energi sama halnya seperti ikan.

AMONIA 

Amonia (NH3), diukur dengan satuan part per million (ppm), adalah sebagai acuan utama tingkat kesehatan bio-converters. Amonia seharusnya tidak terdeteksi di dalam kolam yang memiliki bio-converter yang sehat. Idealnya, jumlah kandungan Amonia adalah nol. Ketika Amonia terlarut di dalam air, senyawa ini mengalami ionisasi secara parsial tergantung pada pH dan temperatur. Amonia yang terionisasi ini disebut sebagai Amonium dan tidak beracun bagi ikan. Turunnya pH dan temperatur dapat meningkatkan proses ionisasi yang menyebabkan kadar Amonium meningkat sehingga tingkat racun menurun. Sebagai panduan secara garis besar, untuk air dengan temperatur 70F (21C), sebagian besar koi diharapkan dapat bertoleransi pada kadar Amonia di level 1 ppm jika pH nya 7, atau dapat bertahan pada kada Amonia 10 ppm pada pH 6 pada temperatur yang sama. Pada pH 8 dengan temperatur yang sama, maka kadar Amonia yang hanya 0,1 ppm dapat sangat berbahaya bagi ikan koi.  

Perlengkapan test Amonia secara garis besar terbagi menjadi dua tipe test. Keduanya dapat membaca kadar total Amonia dan Amonium, jadi tanpa mengetahui temperatur dan pH, tingkat racun tidak dapat diidentifikasi. Yang terbaik adalah kadar Amonia nol. Test tipe pertama adalah dengan metoda Nessler yang pada umumnya menggunakan tetes dengan acuan chart warna. Test metoda Nessler dapat mendetekasi kandungan Amonia/Amonium bebas dan juga Amonia/Amonium yang terikat secara kimia dengan senyawa anti-Ammonia. Tipe kedua yaitu test Silicylate yang memiliki dua tahapan. Tipe test ini menggunakan cairan, pill atau serbuk yang juga dibandingkan dengan acuan chart warna. Test ini memakan waktu yang agak lama untuk mengukur kadar Amonia/Amonium bebas. Oleh karena hanya Amonia bebas yang dapat berpengaruh pada ikan, test Nessler pada kondisi tertentu menghasilkan data yang misleading, tapi dapat memberikan informasi lain untuk keperluan tertentu. Perlengkapan test yang disarankan harus dapat mendeteksi kadar Amonia pada kisaran 0 – 1 ppm, khusunya untuk kolam dengan pH di atas 7. Rentang pengukuran, 0 – 5 ppm, akan sangat berguna, khusunya untuk kolam dengan tingkat pH di bawah 7. Sebuah perlengkapan test Amonia disarankan untuk dimiliki. 

 Efek Amonia: 

Amonia dapat memutus transfer oksigen dari insang ke darah dan dapat menyebabkan kerusakan insang yang lama dan tiba-tiba. Mucous yang memproduksi membran dapat rusak, sehingga mengurangi lapisan lendir luar dan merusak permukaan intestinal dalam. Biasanya, ikan akan terlihat malas dan bernafas dengan mulut yang berada di permukaan air. 

 Sumber Amonia: 

Amonia merupakan senyawa gas yang awalnya dilepaskan dari insang ikan sebagai kotoran dari hasil pencernaan protein. Sumber lain Amonia dengan jumlah lebih sedikit dihasilkan dari reaksi bakteri pada kotoran padat dan urea (urin). 

 Kontrol Amonia: 

Amonia dapat dicerna oleh bakteri di dalam bio-converter dan beberapa di antaranya secara langsung di assimilasi oleh alga di kolam. Bakteri Nitrosomonas mengkonsumsi Amonia dan menghasilkan Nitrite sebagai kotoran. Proses ini dapat terjadi di dinding kolam atau di dalam bio-converter. Jumlah Amonia dapat meningkat secara tiba-tiba di dalam bio-converter sampai koloni bakteri tumbuh dan dapat menerima tambahan material Amonia untuk dicerna. Ini dapat terjadi sebagai akibat dari penambahan ikan yang banyak ke dalam kolam atau ketika musim panas di saat temperatur air meningkat. Aktivitas ikan dapat lebih meningkat sangat tajam karena kenaikan temperatur dibandingkan dengan aktivitas bakteri. Sebuah bio-converter menjadi terhalangi secara parsial oleh karena limbah dan atau pembentukan channel yang menembus media sehingga dapat menurunkan keefektifan bio-converter tersebut yang dapat berakibat kadar Amonia meningkat. 

 Penanganan Amonia: 

Penanganan secara kimia untuk mengurangi kadar racun akibat adanya Amonia tersedia secara komersial dengan berbagai macam merk. Penanganan ini, pada umumnya menggunakan senyawa Formaldehyde yang dapat membentuk ikatan kimia dengan Amonia sehingga mencegah dampak buruk ke ikan. Akan tetapi, hal ini tidak dapat menghilangkan kandungan Amonia di dalam kolam. Namun bio-converter dapat menghilangkan kadar Amonia. Walaupun pada umumnya produk-produk tersebut menggunakan dosis 50ml untuk 100 gallon (sekitar 400L) untuk mengikat sampai 1 ppm Amonia, pastikan dan check petunjuk penggunaannya sebelum digunakan. Catatan bahwa tipe perlengkapan test Nessler masih akan dapat mendeteksi keberadaan Amonia yang terikat ini sampai bakteri yang ada di dalam bio-converter mekonsumsinya. Jika sebuah kolam memiliki bio-converter yang sehat, pengikat Amonia (Ammonia binding treatment) secara kimia tidak dibutuhkan sama sekali. 

 Ketika Amonia terdeteksi (asumsi pH sekitar 7.5): 

  1. Tingkatkan level aerasi sampai maksimum. Tambahkan suplemen udara jika mungkin.
  2. Hentikan pemberian pakan pada ikan di dalam kolam yang telah establis, turunkan porsi makan setengahnya jika memulai memasang bio-converter baru di kolam.
  3. Check kemungkinan bio-converter untuk dibersihkan.
  4. Pada level Amonia di 0.1 ppm, lakukan penggantian 10% air. Untuk level Amonia 1 ppm, lakukan penggantian air 25%. Hati-hati: Jika air yang ditambahkan memiliki pH lebih dari angka di atas, penggantian air dapat memperburuk masalah.
  5. Penanganan secara kimia diperlukan jika level Amonia berlipat.
  6. Pertimbangkan untuk memindahkan ikan jika level Amonia telah mencapai 2.5 ppm.
  7. Jika bio-converter baru digunakan, matikan penggunaan UV sterilizer, Ozone generator dan alat foam fractionation (Protein skimmers).
  8. Lakukan test dalam interval 12 sampai 24 jam.
  9. Pada kondisi darurat, turunkan pH secara kimiawi sampai setengah unit (tidak di bawah 6.0).

NITRITE

Nitrite (NO2-N), diukur pada part per million (ppm), adalah ukuran kimia kedua untuk menilai tingkat kesehatan bio-converter. Nitrite seharusnya tidak boleh terdeteksi di dalam kolam yang memiliki bio-converter sempurna. Maka kondisi ideal dan normal untuk Nitrite adalah nol.

 Kandungan Nitrite yang rendah pada kondisi Amonia tinggi memperlihatkan bahwa Amonia-Nitrite bio-converter belum berperan sempurna, akan tetapi jika kandungan Amonia rendah dengan kandungan Nitrite tinggi, menunjukkan bakteri pengkonversi Nitrite-Nitrate belum aktif bekerja. Perlengkapan test tersedia dalam bentuk pill, bubuk, atau droplet dengan panduan chart warna. Perlengkapan test yang disarankan memiliki kisaran bacaan antara 0 – 4 ppm. Sebuah test perlengkapan Nitrite test dibutuhkan oleh para pemelihara kolam.

 Sumber Nitrite:

Nitrite dihasilkan dari bakteri authotrophic Nitrosomonas yang menggabungkan Oksigen dan Amonia di dalam bio-converter dan di dinding kolam. Sama halnya seperti Amonia, kandungan Nitrite dapat meningkat secara tiba-tiba di dalam bio-converter sampai bakteri berkembang dan dapat menerima tambahan material Nitrite baru. Hal ini dapat terjadi oleh karena adanya banyaknya penambahan ikan baru di kolam atau terjadi ketika musim panas di mana suhu meningkat. Meningkatnya aktivitas ikan oleh karena naiknya temperatur dapat meningkatkan kadar Nitrite lebih cepat karena reaksi bakteri yang lambat. Sebuah bio-converter dapat rusak sebagian oleh karena racun atau channeling media yang mengurangi tingkat keefektifitasannya, sehingga kandungan Nitrite meningkat.

 Efek Nitrite:

Nitrite merupakan pembunuh yang tidak terlihat. Air kolam dapat terlihat baik tapi Nitrite tidak dapat terlihat. Hal ini dapat mengakibatkan kematian, khususnya pada ikan kecil, walaupun pada konsentrasi di bawah 0.25 ppm. Nitrite merusak sistem syaraf, hati, limpa, dan ginjal ikan. Bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah pada selang waktu yang agak lama dapat memberikan kerusakan yang lama. Intensitas tinggi dalam waktu singkat “spike” yang biasanya dapat terjadi ketika baru memasang bio-converter yang tidak terdeteksi menyebabkan masalah yang akan terlihat sebulan kemudian. Indikasi umum terhadap ikan yang terkena lonjakan Nitrite secara tiba-tiba di waktu sebelumnya adalah pada penutup insang yang melengkung keluar di tepinya. Penutup insang tersebut tidak dapat tertutup rata pada badan ikan.

 Kontrol Nitrite:

Cara untuk mengontrol kandungan Nitrite adalah dengan menjaga kesehatan bio-converter. Di dalam media, bakteri Nitrobacter menyatukan oksigen dengan Nitrite untuk mengubahnya menjadi Nitrate yang relatif lebih tidak berhaya. Bakteri Nitrobacter mendapatkan lebih sedikit energi dari proses pengubahan Nitrite dibandingkan dengan bakteri Nitrosomonas pada proses Amonia menjadi Nitrite. Maka dari itu, bakteri Nitrobacter agak sulit dan lambat tumbuh dan menjadi yang pertama bermasalah di dalam bio-converter. Penggantian air dapat mengurangi konsentrasinya sesaat sejumlah persentasi air yang digantikan. Penambahan garam dapat membantu untuk mengurangi tingkat keracunan secara signifikan untuk sementara waktu, tapi tidak untuk jangka waktu yang panjang.

 Ketika kandungan Nitrite di atas 0.25 ppm di dalam kolam:

  1. Maksimumkan tingkat aerasi. Untuk kandungan Nitrite di atas 1 ppm, tambahkan suplemen udara jika mungkin.
  2. Berhenti pemberian pakan pada ikan di kolam yang telah establis, kurangi jumlah pemberian pakan sampai setengahnya di kolam yang memiliki bio-converter baru.
  3. Matikan UV sterilizer, Ozon generator, dan foam fraksionation (Protein skimmer).
  4. Untuk Nitrite di bawah 1 ppm, lakukan penggantian 10% air dan tambahkan 0.5kg garam setiap 400 liter air yang digantikan.
  5. Untuk Nitrite di antara 1 sampai 2 ppm, lakukan penggantian 25% air dan tambahkan 1kg garam setiap 400 liter air yang digantikan.
  6. Untuk Nitrite di atas 3 ppm, lakukan penggantian 50% air dan tambahkan 1.5kg garam setiap 400 liter air yang digantikan.
  7. Ulangi test 24 jam kemudian.
  8. Untuk level Nitrite di atas 4 ppm, usahakan untuk memindahkan ikan.

 NITRATE

Nitrate (NO3-N), diukur dalam satuan ppm, adalah pentunjuk ketiga untuk menilai tingkat kesehatan bio-converter. Nitrate diproduksi oleh bakteri authotropic yang mengkombinasikan Oksigen dengan Nitrite di dalam bio-converter dan beberapa di dinding kolam. Kandungan Nitrate nol dan Nitrite yang tidak nol mengindikasikan bakteri pengkonversi Nitrite-Nitrate belum bekerja. Perlengkapan test yang tersedia adalah dalam bentuk dual droplet atau pill dengan panduan chart warna. Perlengkapan test yang disarankan memiliki kisaran ukuran 0 -200 ppm. Sebuah perlengkapan test Nitrate lebih ideal untuk dimiliki, tapi tidak terlalu penting. Pada sebuah kolam yang telah establis dengan maintenance rutin termasuk penggantian air 5% – 10% setiap 2 atau 4 minggu, pada umumnya memiliki kandungan Nitrate sekitar 50 – 100 ppm. Konsentrasi Nitrate sampai 200 ppm masih dapat diterima.  

Amonia dan Nitrite sangat beracun bagi ikan, sedangkan Nitrate lebih bersahabat. Beberapa artikel menyatakan bahwa tingginya kandungan Nitrate dapat mengurangi warna koi, tapi beberapa di antaranya menyatakan sebaliknya, bahwa tingginya kandungan Nitrate justru dapat mencerahkan warna. Namun demikian, beberapa artikel yang berbeda menyatakan bahwa tingginya kandungan Nitrate dapat menstimulasi aktivitas ikan untuk berkembang biak. Jika konsentrasi Nitrate menjadi tinggi, bakteri pengkonversi Nitrite-Nitrate (Nitrobacter) mungkin tidak dapat bekerja secara efektif yang mengakibatkan naikknya kandungan Nitrite.  

Nitrate adalah hasil akhir dari lingkaran proses nirtifikasi dan sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk hidup. Hal ini tercermin kenapa tanaman di taman dapat tumbuh dengan subur oleh karena disirami dengan air buangan dari kolam (dengan asumsi bahwa kolam tidak diberikan banyak garam). 

Catatan bahwa perbedaan yang sangat mencolok di dalam ukuran untuk mengukur Nitrate (200 ppm) yang berbeda untuk Amonia dan Nitrite yang memiliki level 1 – 4 ppm. Dengan asumsi bahwa bio-converter telah mengkonversikan 1 ppm ekuivalen Amonia menjadi 1 ppm ekuivalen Nitrite dan kemudia menjadi 1 ppm ekuivalen Nitrate per hari, maka akan dibutuhkan 100 hari atau 3 bulan untuk mencapai kadar Nitrate menjadi 100 ppm (akan lebih lama lagi jika penggantian air dilakukan). Konsentrasi Nitrate secara alami sangat dikontrol oleh penggantian air dan sedikit dipengaruhi oleh besarnya konsumsi tumbuhan/alga.

TEMPERATURE

Apapun ukuran yang digunakan untuk mengukur temperatur (Celcius atau Fahrenheit), sebuah termometer sangat dibutuhkan oleh para pemilik/pemelihara kolam. Disarankan termometer berada terapung di sistem filter/converter atau terikat di titik yang mudah dijangkau di kolam.

Temperatur ideal berkisar antara 65F – 75F (20C – 25C)

Temperatur yang masih dapat diterima 35F – 85F (2C – 30C)

Temperatur kolam pada umumnya mengikuti kondisi lingkungan sekitarnya walaupun memiliki keterlambatan penyesuaian yang tergantung pada besarnya kolam. Kolam terbuka dapat menyebabkan perubahan temperatur yang besar. Sinar matahari di siang hari dapat mengakibatkan temperatur meningkat tajam dan kehilangan panas dapat terjadi di malam hari lebih besar dibandingkan dengan kolam yang tertutupi. Kondisi malam hari yang cerah dapat mengabsorsi sejumlah besar panas dari kolam berukuran kecil sehingga temperatur kolam tersebut dapat berada di bawah temperatur udara sekitar.

Bahkan, pada umumnya perubahan temperatur dapat terjadi lebih cepat pada temperatur yang panas dan pada kolam yang lebih kecil. Di atas kisaran temperatur normal, aktivitas biologis meningkat dua kali lipat untuk setiap kenaikan 5 derajat Celcius. Tingkat racun Amonia meningkat seiring dengan meningkatnya temperatur dan jumlah Oksigen terlarut di dalam air menurun. Walaupun koi dapat bertahan sampai pada batas 100F (38C) atau lebih tinggi, tingkat kematian ikan tinggi pada suhu di atas 75F (23C) dan meningkat lebih tajam di atas suhu 85F(30C). Di atas 80F (27C), tambahan udara mungkin sangat dibutuhkan. Di bawah suhu 55F (12C), koi berhenti memproduksi antibody dan pada suhu sekitar 45F (7C) ikan akan memasuki area yang setara dengan hibernasi. Bio-converter akan berhenti bereproduksi pada suhu sekitar 40F (5C).

Pemberian pakan terhadap temperatur

Di bawah 50F (<10C) ……. jangan beri pakan

50F-60F (10C  – 15C) …………… 2 – 4 kali seminggu

60F-85F  (15C – 30C)……………2 – 4 kali sehari

Di atas 85F (>30C) ………… jangan beri pakan

Pada semua kondisi, disarankan untuk memberi ikan dengan pakan yang dapat habis dalam waktu sekitar 10 menit. Buang pakan yang tersisa/tidak termakan di kolam kurang dari satu jam.

Ikan tidak menyukai perubahan yang terjadi di lingkungannya, termasuk temperatur. Setiap perubahan akan meningkatkan stress ikan. Semakin besar tingkat perubahan dan semakin cepat, maka semakin tinggi efek stress yang ditimbulkan. Hal ini kenapa dijadikan alasan utama untuk menempatkan ikan pada kolam yang cukup besar.

Hal lain yang dapat menyebabkan koi stress akibat perubahan temperatur adalah ketika dimasukkan ke kolam dari tempat lain. Disarankan untuk membungkus ikan tidak lebih dari 2 jam, lebih baik melepaskannya secara langsung daripada terus mendiamkannya di dalam kantung dengan kondisi air yang buruk lebih dari sentengah jam kemudian. 30 menit terapung akan dapat mengakibatkan shok yang tiba-tiba jika perbedaan temperaturnya terlalu besar, ikan tidak dapat menyesuaikan diri terhadap kondisi temperatur yang baru. Penyesuaian temperatur pada ikan sebenarnya membutuhkan waktu beberapa hari, sama seperti manusia mengatasi jet lag.

Selain itu, bukan hanya temperatur, ikan juga haru menyesuikan diri terhadap pH, hardness, alkalinity, “rasa”, dll terhadap kondisi di sekitarnya.

Lebih banyak hal harus dilakukan untuk mengontrol temperatur kolam yang berada di area terbuka dibandingkan dengan kolam yang tertutup.

Referensi:

Meck, N. (1996), Pond Water Chemistry, Koi Club of San Diego.

KEGUNAAN PROBIOTIK UNTUK KOLAM IKAN

 KEGUNAAN PROBIOTIK UNTUK KOLAM IKAN

Probiotik merupakan jenis mikroorganisme yang sangat berguna bagi usaha budi daya perairan, seperti tambak udang dan ikan.

Sistem dari probiotik sendiri adalah bakteri yang hidup dengan cara menempel atau hinggap pada bagian tubuh ikan atau udang, namun memberikan pengaruh baik bagi inangnya.

Dengan kata lain, probiotik dapat didefinisikan sebagai mikroorganisme yang dapat membantu merangsang pertumbuhan organisme lain. Saat ini, penggunaan probiotik sudah dapat diaplikasikan dalam bentuk cair dan padat, terutama pada budi daya ikan dan udang vaname.

Jenis Probiotik

Ada dua macam sifat bakteri yang harus diketahui, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat (pathogen). Probiotik golongan bakteri baik misalnya jenis Lactobacillus, sedangkan probiotik bakteri jahat misalnya Salmonella dan Enterobacter.

Bakteri-bakteri baik tersebut antara lain

Bacillus cereus. Bakteri yang berperan dalam mencegah populasi blue gerren algae melimpah di dalam tambak.

Bacillus coagulans. Bakteri ini berperan dalam menstabilkan sistem bioflok dalam

Bacillus licheniformis. Bakteri ini berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri merugikan.

Bacillius megaterium. Bakteri ini berperan dalam menghambat perkembangan pathogen atau penyakit.

Bacillus pumilus. Bakteri ini berperan dalam menghambat perkembangan virus.

Bacillus subtillis. Bakteri ini berperan dalam menguraikan protein dalam limbah sisa pakan dan kotoran ikan, serta berperan dalam melindungi ikan dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio.

Lactobacillus bulgaricus. Bakteri ini berperan dalam menghasilkan enzim untuk memperbaiki sistem pencernaan.

Thiobacillus ferrooxidant. Bakteri ini berperan dalam menetralkan racun H2S serta dapat mengoksidasi zat besi yang dapat menghambat pertumbuhan ikan.

Faktor yang mengharuskan penggunaan Probiotik

Kondisi Lahan Budidaya

Kondisi lahan atau tanah tambak yang digunakan secara terus menerus, lama-kelamaan kesuburannya akan berkurang. Apalagi tidak dikelola dengan baik tentu akan merangsang tumbuhnya bakteri jahat pada dasar tambak yang dapat membuat ikan terserang penyakit dengan mudah.

Pada kondisi itulah, saat yang tepat untuk menggunakan probiotik, karena probiotik dapat menekan pertumbuhan bakteri pathogen serta mampu mempercepat degradasi bahan organik.

Kualitas Air Kurang Optimal

Hasil dari ekskresi ikan, sisa pakan yang tak termakan dan timbunan bahan organik lainnya yang mengendap di dasar tambak serta tidak dibarengi dengan sistem pengolaan air yang baik akan memicu terjadinya penurunan kualitas air.

Pemberian probiotik langsung melalui lingkungan bertujuan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas air, mengoksidasi senyawa organik bekas sisa pakan, serta mempercepat pembentukan dan kestabilan plankton.

Nafsu Makan Ikan Tidak Merata

Masalah ini sering kali terjadi pada usaha budi daya ikan. Nafsu makan ikan yang tidak merata mengakibatkan pembesaran ikan juga tidak merata, hal ini terjadi karena ada beberapa ikan yang nafsu makannya menurun di waktu masa pertumbuhan.

Pada kondisi tersebut, probiotik bisa menjadi solusi yang tepat. Penyemprotan probiotik pada pakan dapat memengaruhi kecepatan fermentasi pakan pada sistem pencernaan, sehingga membantu proses pencernaan dan penyerapan sari makanan dengan baik. Anda juga dapat mencampurkan probiotik yang sudah difermentasikan sebelumnya untuk menambah nafsu makan ikan.

Konsultasi dan pemesanan

WA089519607445

Monday, March 27, 2023

BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK

 BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK


BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK

 JULI 11, 2012 BY ANDISAN13

19

 KATA PENGANTAR

Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan. Tehnik probiotik sendiri sudah berkembang dalam budidaya ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam atau tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen.

Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada di sekitar kolam ikan, dan produk probiotik yang dibuat oleh industry pakan ikan serta dijual dipasaran. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar.

Dibanding cara konvensional budidaya ikan dengan probiotik ternyata memberikan hasil yang optimal bagi petani ikan. Selain tidak beresiko tinggi sebagai pengunaan pupuk antibiotic, pemakaian probiotik juga bersifat murah, mudah, dan menghasilkan.

Makalah ini adalah pedoman teknis pembudidayaan ikan gurame dengan menggunakan probiotik. Dengan membaca makalah ini masyarakat  juga bisa menjalankan budidaya ikan lebih optimis karena probiotik akan membuat masyarakat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari ikan yang dibudidayakan.

BAB I

PENDAHULUAN

1.            1.    Latar Belakang Masalah

Selama ini pembudidayaan ikan Gurameh menggunakan sistem harpa,terpal, dan terbuka memang mempunyai keunggulan masing-masing  akan tetapi sering kebanyakan petani menambah produksinya dalam satu lahan yang sama yang seharusnya untuk mencegah datangnya penyakit salah satu diantaranya yaitu dengan menjarangkan populasi ikan.melihat hal itu pemerintah merekomendasikan untuk perkembangan secara eksternal bukan internal.akan tetapi juga lahan petani juga menjadi kendala akan hal itu. Dan juga penggunaan desinfektan dan antibiotik sebagai langkah pengobatan atas serangkaian wabah penyakit justru memunculkan masalah baru dalam dunia perikanan. Teknologi penanggulangan penyakit yang lebih aman dan efisien untuk menurunkan tingkat mortalitas ikan adalah dengan teknologi pencegahan. Beberapa cara untuk mencegah penyakit telah lama dipraktekkan. Misalnya dengan meperhatikan kebersihan lingkungan tambak atau kolam, Sanitasi air dengan menggunakan  bak filter,pengendapan, dan lain-lain. Alternatif lain yang sangat potensial  untuk tindakan pencegahan timbulnya penyakit adalah dengan penggunaan mikroorganisme probiotik. Dengan bantuan mikroorganisme probiotik ini akan membantusekali dalam pemeliharaan ikan. Contohnya Lactobacillus Sp,akan menyempurnakan kerja pencernaan ikan sehingga mkanan yang terserap akan maksimal dan kotoran yang keluar akan mudah terurai.

1.            2.    Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang masalah diatas dapat dirumuskan sebagai berikut :

1)      Bagaimana Budidaya Ikan Gurami sistem probiotik?

2)      Apakah keuntungan probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan?

1.            3.    Tujuan

Berdasarkan Rumusan Masalah diatas ,makalah ini bertujuan secara :

1)      Teoritis

Memberikan pengetahuan dan manfaat probiotik kepada para petani ikan

2)      Praktis

Petani dapat mencegah penyakit dan memberikan dampak positif pada lingkungan

1.            4.    Manfaat

1)      Petani Gurameh

Dapat meningkatkan produktifitas budidaya gurami dan dapat menekan pakan karena penyerapan yang maksimal dari kerja probiotik.

2)      Lingkungan dan Masyarakat

Pasar menuntut teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan dengan tanpa menggunakan bahan kimia maupu antibiotik.

BAB II

PEMBAHASAN

1.            A.  Kajian Teori

1)    Gurami

Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurami menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.

Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:

Klas : Pisces

Sub Kelas : Teleostei

Ordo : Labyrinthici

Sub Ordo : Anabantoidae

Famili : Anabantidae

Genus : Osphronemus

Species : Osphronemus goramy (Lacepede)

Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa,gurami jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurami jenis lain,porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.

Umumnya budidaya ikan gurami masih dilaksanakan oleh masyarakat dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.

Pasar ikan gurami mengandalkan pada permintaan domestik. Namun demikian prospek bisnisnya cukup menjanjikan mengingat permintaan dari masyarakat yang cukup besar. Ikan gurami lebih digemari dijual dalam keadaan hidup atau segar, dan biasanya harganya juga lebih tinggi dalam keadaan hidup. Sementara itu, belum diperoleh informasi mengenai diversifikasi produk olahan dari ikan ini kecuali dalam bentuk fillet.

Peranan Balai Benih Ikan dalam rangka pengembangan ikan gurami dilaksanakan antara lain berupa penyediaan induk dan benih unggul dan pengenalan teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya ikan. Namun demikian, langkah pengembangan selanjutnya yang masih perlu digarap adalah aspek pemasaran baik di pasar domestik maupun ekspor

Wilayah survey untuk usaha pendederan ikan gurami adalah salah satu daerah sentra ikan guramie di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banyumas. Sedangkan wilayah survey untuk pembesaran ikan adalah Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu informasi teknis pendederan dan pembesaran ikan gurami terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari kondisi pengusaha dan lembaga lain di kedua wilayah tersebut.

Asumsi perhitungan keuangan budidaya pendederan ikan gurami dalam penelitian ini adalah menggunakan benih ikan yang berasal dari kegiatan pembenihan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 1 gram dan dibesarkan hingga mencapai berat 20-25 gram. Sedangkan asumsi perhitungan keuangan pada budidaya pembesaran menggunakan benih kan yang berasal dari pendederan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 200-250 gram yang dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi .

 

2)      Sistem Probiotik

Secara umum probiotik bisa diartikan dengan pro kehidupan atau pendukung kehidupan. Jadi, probiotik itu fungsinya adalah untuk menunjang, mempertahankan, atau meningkatkan tingkat kehidupan mahluk (dalam hal ini ikan). Caranya, probiotik ini bekerja dengan menekan/meniadakan faktor-faktor tertentu yang membuat tingkat kehidupan suatu mahluk menjadi tidak kondusif, yang mengakibatkan mortalitas (kematian) sangat tinggi.

Bentuk dari probiotik ini adalah berupa jasad renik atau bakteri atau mikroorganisme yang tidak terlihat secara kasat mata. Dalam bahasa sederhana ini semacam “pasukan intelejen” yang bekerja efektif tanpa gerakannya terlihat oleh siapapun. Dalam satu liter air jumlahnya bisa mencapai jutaan ekor,dan semakin berkembang lebih banyak jika pada probiotik ini ditambahkan makanannya berupa zat gula/tetes tebu.

Mikroba menjadi sumber ketakutan sekaligus sangat bermanfaat bagi manusia. Mikroba bisa membantu meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan manusia yang memberi ketenangan dan harapan hidup bagi manusia. Artinya, keberadaaan mikrobia banyak menguntungkan manusia. Mikrobiapun menjadi salah satu tumpuan pengembangan bioteknologi. Namun beberapa aspek dari mikrobia justru menjadi sumber ketakutan. Penyakit – penyakit HIV, SARS, Flu Burung, dan ANTRAKS merupakan topik-topik yang sangat menakutkan bagi manusia. Walaupun demikian terdapat mikrobia yang tidak menakutkan dan justru dapat mendatangkan uang,misalnya pangan fungsional tau probiotik yang membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan. Dalam budidaya perikanan, mikroba juga berperan penting dalam urusan pakan, lingkungan, pengendalian penyakit, pengolahan serta penanganan produksi,dan sebagainya.

Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang menguntungkan kesehatan manusia dan binatang.  Ia berperan dalam memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Probiotik yang efektif harus bisa memberikan efek yang menguntungkan, tidak patogenik dan tidak toksik, mengandung sejumlah besar sel hidup, mampu bertahan dan melaksanakan kegiatan metabolisme dalam usus, tetap hidup selama dalam penyimpanan dan waktu digunakan, dan mempunyai sifat sensori yang baik. Sedangkan efek kesehatan yang menguntungkan dari probiotik adalah memperbaiki keluhan malabsorsi laktosa, meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi di usus,  supresi kanker, mengurangi kadar kolestrol darah, memperbaiki pencernaan dan memstimulasi imunitas gastrointestinal.

Berbeda dengan probiotik, prebiotik merupakan bahan bernutrisi yang digunakan untuk tumbuh dan berkembangnya dan berkembangnya bakteri baik yang sudah ada dalam usus. Probiotik dalam saluran pencernaan biasanya mengatasi bakteri jahat (patogen) dengan mendatangkan bakteri baik yang berasal dari luar tubuh. Sedangkan prebiotik mengatasinya dengan mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik dengan menghambat tumbuhnya bakteri jahat. Probiotik dan prebiotik termasuk kedalam imbuhan pakan yang bermanfaat untuk memperbaiki performa, produksi dan kesehatan

Adapun sinbiotik atau (eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Kombinasi ini akan meningkatkan daya tahan hidup bakteri probiotik karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh mendapat manfaat yang lebih sempurna. Balakangan ini  probiotik banyak digunakan dalam budidaya perikanan untuk memelihara dan memperbaiki kesehatan air yang secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan ikan peliharaan. Probiotik bisa terdiri atas satu atau campuran beberapa kultur mikro organisme hidup. Dengan kata lain probiotik merupakan makanan tambahan bagi hewan inang berupa sel mikro-organisme (mikroba) atau sebagai pakan mikroskopik yang bertujuan memenangi kompetisi dalam saluran pencernaan ikan dengan bakteri jahat atau pathogen. Kompetisi tersebut berlangsung dalam hal pemanfaatan nutrisi yang berasal dari metabolisme pakan dan upaya penempatan ruang dalam saluran pencernaan untuk membentuk koloni. Performans ikan sangat  ditentukan oleh kualitas air yang biasanya diukur dengan mengamati beberapa parameter tanah, seperti faktor fisika (pH, O2 terlarut, suhu, Fe, Hg, dll) dan faktor kimia (NH3, NO2, CaCO3, dll). Jelaslah bahwa probiotik diberikan untuk perbaikan laju pertumbuhan, efisiensi konsumsi ransum dan kesehatan ikan. Adapun spesies- spesies yang sering digunakan dalam probiotik adalah laktobacilluus sp,leuconoctoc sp, pedioccus sp, propinibactereium sp, dan bacillus sp. Disamping mikro-orgamisme dari golongan yeast (ragi) dan mikro-algae juga dapat digunakan sebagai bahan probiotik dalam budidaya ikan. Dari spesies ragi meliputi sacharomyces,cerevissiae dan candidarintolopesi,serta jamur meliputi aspergillus orizae dan aspergillus niger.

Selain itu probiotik juga biasa digunakan dlam budidaya ikan antara lain bacillus lycheniforsis (bakteri nitrifikasi)  yang mengubah senyawa nitrat dalam dasar tambak menjadi nitrit makanan plankton, juga photo synthetic bacteria (bakteri fotosintetik) yang menggunakan N, An Organik untuk mengoksidasi gas H2S menjadi sulfur melalui proses fotosintesa. Bahkan tetraselmis sp yang merupakan golongan mikro-algae mampu menekan insidensi penyakit bacteria karena alga ini memiliki kemampuan menghasilkan senyawa anti mikrobia.

1.            B.   Pembahasan

1)    Cara membudidayakan gurami dengan sistem probiotik

 

Pertumbuhan Ikan Budidaya yang cepat tidak hanya membuat hati senang tetapi juga menekan pengeluaran untuk pakan,mempercepat masa panen dan ikan bisa dipanen dalam ukuran yang seimbang. Banyak pengalaman petani budidaya ikan harus melakukan panen secara bertahap karena ukuran ikan saat ditebar sama tetapi mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Karena itu beberapa rekayasa dan upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikandan ukuran yang seragamdengan demikian efisiensi produksi budi daya ikan menjadi cukup baik. Beberapa petani ikan menempuh cara dengan memberikan makanan berprotein tinggi dan memberikan makanan alami seperti keong, bekicot dan lain-lain. Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan gurami, Ikan Lele, Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat pertumbuhan dalam budidaya ikan.

Pada Budidaya Ikan probiotik diberikan sebagai campuran makanan dan ada yang ditaburkan pada kolam pemeliharaan. Untuk Probiotik yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran probiotik pada kolam akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air kolam sebagai makanan alami ikan. Probiotik jenis ini akan menggemburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air. Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.

Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan. Misalnya, probiotik produk simba ( RajaGrameh, RajaLele, MasterFish, SPF atau Nature), NASA, Herbafarm, yang mudah diperoleh di toko pakan ternak atau toko pertanian. Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan.

Pengalaman Pak Jumadi, petani gurami dari Desa Ceme, Srigading, Sanden, Bantul membenarkan pemberian probiotik sangat membantu pertumbuhan ikan. Saat melihat di kolamnya banyak gurami stres dan mengambang bahkan beberapa mati, dia secepatnya mengguyurkan sebotol probiotik Nature campur segenggam gula pasir ke kolam. Keesokan harinya air kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali.

Pengalaman para petani ikan Gurami di Desa Jambidan, Bantul Yogyakarta telah meninggalkan cara konvensional budidaya gurame dan beralih ke cara modern dengan memanfaatkan probiotik. BudiDaya ikan dengan cara konvensional 30 kg pelet hanya menjadi 22 kg daging ikan, dengan sistem probiotik bisa menjadi 28-30 kg atau konversinya 1:1. Artinya, ikan lebih berbobot karena penambahan probiotik akan menjadikan 90% pakan menjadi daging dan hanya 10% yang dibuang sebagai amoniak.

Pakar gurami dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.

“Saya kira probiotik akan menjadi andalan para petani ikan di masa depan karena manfaatnya sangat besar pada pertumbuhan ikan sehingga cukup berarti dengan keuntungan yang didapat,’’ tandasnya. Probiotik ibarat benteng pertahanan diri, sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.

Jenis dan mekanisme kerja probiotik

Berbagai produk probiotik untuk aplikasi perikanan telah bayak dipasarkan dengan berbagai variasi penggunanya, namun secara mendasar model kerja probiotik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

•             Menekan populasi mikroba melalui kompetisi dengan memproduksi senyawa-senyawa antimikroba atau melalui kompetisi nutrisi dan tempat pelekatan di dinding intestinum.

•             Merubah metabolisma mikrobial dengan meningkatkan atau menurunkan aktifitas enzim pengurai (selulase, protease, amilase, dll)

•             Menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibody organisme akuatik atau aktivitas makrofag (Irianto, 2003).

Sementara itu, Thye (2005) menambahkan bahwa selain melalui mekanisme di atas probiotik dapat bekerja melalui mekanisme penguraian senyawa toksik yang berada di perairan seperti NH3, NO2, NO3, mengurai bahan organik, menekan populasi alga biru-hijau (blue-green algae) , memproduksi vitamin yang bermanfaat bagi inang, menetralisir senyawa toksik yang ada dalam makanan serta perlindungan secara fisik inang dari patogen.

Sedangkan Fuller (1992) menyatakan bahwa probiotik dianggap menguntungkan karena menghambat kolonisasi intestinum oleh mikroba yang bersifat merugikan baik melalui mekanisme kompetisi nutrien maupun kompetisi ruang serta mampu memproduksi senyawa-senyawa yang bersifat antimikrobia. Probiotik bersifat menguntungkan bagi inangnya karena mampu memperbaiki nutrisi dengan memproduksi vitamin-vitamin, detoksikasi pangan maupun melalui aktivitas enzimatis.

Probiotik sebagai agen pengurai (bioremediation) merupakan kelompok mikroorganisme terpilih yang menguntungkan seperti Nitrosomonas, Cellumonas, Bacillus subtilis dan Nitrobacter. Dalam aplikasinya di dunia perikanan, probiotik sebagai agen pengurai dapat digunakan baik secara langsung dengan ditebarkan ke air atau melalui perantaraan makanan hidup (live food). Jadi melalui penambahan bakteri yang menguntungkan ke kolam atau bak pemeliharaan kualitas air dapat ditingkatkan.

Penggunaan probiotik sebagai suplemen pakan ikan atau udang juga menunjukkan aktivitas imunostimulasi, paling tidak terlihat dari aktivitas lisozim yang mampu merusak dinding sel bakteri (Irianto, 2002).

METODE PRAKTIS MEMILIH DAN APLIKASI PROBIOTIK

Aplikasi probiotik yang tidak tepat jenis dan prosedur penggunaan berdampak pada tidak tercapainya tujuan penggunaan probiotik tersebut. Keluhan konsumen yang menyatakan bahwa beberapa produk probiotik komersial tidak efektif sebagaimana klaim yang produsen nyatakan pada kemasan produk sudah bukan hal aneh.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah menurunnya kelangsungan hidup (viability) dan kemampuan mikroorganisme penyusun produk probiotik selama waktu penyimpanan; kurang sesuainya lingkungan fisika-kimia kolam atau tambak bagi mikroorganisme probiotik komersial; dan dosis dan waktu aplikasi yang kurang tepat.

Oleh karena itu, beberapa hal mengenai produk probiotik harus diketahui dengan benar sebelum kita memilih produk tersebut.

Bagaimana memperoleh probiotik yang tepat?

Efektivitas penggunaan bakteri probiotik untuk mengendalikan mikroorganisme patogen sangat dipengaruhi oleh jenis bakteri yang digunakan (Moriarty 1999; Verschuere et al. 2000; Suprapto 2005). Hal tersebut, karena kehidupan bakteri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Populasi bakteri pada lingkungan dengan kandungan nutrien dan fisika-kimia berbeda, secara umum akan berbeda pula (Madigan et al. 1997; Maier et al. 2000).

Kriteria lain yang harus dipenuhi untuk menjadikan mikroorganisme tertentu sebagai probiotik adalah kepastian bahwa mikroorganisme tersebut tidak patogenik dan menghasilkan senyawa yang bersifat toksik bagi hewan yang dipeliharan (Fuller, 1989; Farzanfar, 2006).

Oleh karena itu, beberapa bakteri indigenos dari saluran pencernaan ikan peliharaan dan air media pemeliharaan yang sudah melalui serangkaian uji dan skriining lebih berpotensi sebagai biokontrol terhadap populasi bakteri, meningkatkan digesbility terhadap pakan, dan agen bioremediasi dibandingkan strain atau produk probiotik komersial yang diperoleh dari habitat dengan karakteristik fisika-kimia berbeda. Mikroorganisme indigenous tersebut akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan budidaya yang relatif sama dengan lingkungan tempat isolat diambil (Isnansetyo 2005).

Namun demikian, untuk mendapatkan isolat mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai probiotik, disebut probion, bukanlah pekerjaan yang mudah dan dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Dukungan tenaga ahli, khususnya yang memahami bidang mikrobiologi, peralatan laboratorium yang memadai, dan biaya yang cukup besar merupakan faktor yang harus dipenuhi. Upaya isolasi dan seleksi mikroorganisme probiotik untuk akuakultur, khususnya untuk pengendalian hayati telah cukup lama dan banyak dilakukan di Indonesia.

Secara umum aplikasi Probiotik itu bisa dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :

Pertama Olah lahan kolam sebaik mungkin dengan probiotik. Jadi setelah ikan dipanen biarkan lahan terkena sinar matahari selama beberapa hari dulu. Jika biasanya dikapur atau saponin, lakukan saja tidak masalah. Setelah itu baru air masukkan sekitar 10 cm an dan kocorkan probiotik ke dalamnya ( boleh BIOVISI. NATURE, MASTER FISH, SPF atau produk probiotik lainya ). Tujuannya untuk menambah mikroba positif ke dalam dasar tambak/kolam sehingga plankton-plankton yang nanti menjadi makanan alami ikan akan tumbuh berbiak dengan subur. Setelah 3-7 hari hari baru masukkan air setinggi 60-80 cm ( sesuai kebiasaan ) biarkan minimal seharimasukkan garam dapur 4 gram/m2, barulah bibit di masukkan. Fungsinya mencegah adanya jamur dan serangan penyakit lainnya.

Selanjutnya dalam masa pemeliharaan pakan yang diberikan harus direndam lebih dahulu dengan probiotik(BIOVISI, RAJALELE, RAJAGRAMEH, NUTRISI, SPF, HERBAFARM, NASA) Takarannya setiap tutup botol bisa untuk 1-2 kg pakan pelet. Jika kita memberi pakan yang banyak, pencampuran probiotik ke dalam pakan dilakukan sekali saja pada pagi hari. Separuh pakan langsung diberikan selebihnya diberikan pada sore harinya. Kualitas probiotik masih bagus sampai masa simpan 12-16 jam, lebih dari itu kualitasnya agak menurun kinerjanya.

Pencampuran probiotik pada pakan ini mempunyai tujuan agar bakteri yang berada dalam usus ikan dapat bekerja secara baik dan optimal dalam mencerna pakan untuk menjadi daging. jika tanpa probiotik, pakan yang masuk hanya antara 50-75% yang akan menjadi daging ikan dan sisanya akan dibuang sebagai feases(kotoran), padahal kotoran ini akan menjadi amoniak dan menimbulkan penyakit gatal jamur atau pernafasan pada ikan. Nah dengan memaki probiotik, pakan yang dicerna menjadi daging bisa meningkat sampai 95% dan hanya sedikit sekali yang menjadi feases. maka ikanpun akan lebih sehat dan perkembangan pertumbuhannya cepat sekali dari hari ke hari.

Pemberian probiotik ini diupayakan jangan sampai putus hingga waktu ikan saatnya dipanen. Pemutusan pemakaian probiotik secara kasat mata memang tidak tampak mengganggu pertumbuhan ikan. Namun sesungguhnya percepatan tumbuhnya agak berhenti karena pakan yang dibuang sebagai feases cukup banyak. Jadi disini jelas akan terjadi pemborosan pakan.

Sebagai catatan, seperti yang dikatakan Ir. Gandung Hardiningsih pakar perikanan dari Universitas Gadjah Mada, pemberian probiotikpada budidaya ikan sekarang ini sangat penting dilakukan, namun kita perlu berhati-hati memilih probiotik. Pilih yang benar-benar probiotik dan sesuai dengan peruntukannya,supaya hasilnya bisa maksimal. Salah dalam memilih probiotik memang tidak mengakibatkan sesuatu yang fatal pada ikan karena yang namanya probiotik pasti baik fungsinya. Namun,kesalahan memilih itu, efeknya menjadi yang tidak maksimal.

Yang harus dihindari adalah memilih yang bukan probiotik. Padahal sangat jelas beda anatra PreBiotik dengan ProBiotik. PreBiotik adalah makanannya ProBiotik(mikroba). Kalau PreBiotik ini dimakan oleh mikroba positif memang hasilnya akan baik. Namun jika yang memakan adalah bakteri/mikroba negative (misalnya bakteri E-Coli yang mengganggu pencernaan) maka bakteri negative ini akan berkembang pesat sehingga justru akan membuat ikan menjadi stress,sakit bahkan mati. Maka petani ikan harus jeli memilih ProBiotik. Pilih yang benar-benar ProBiotikbukan PreBiotik meskipun dalam PreBiotik itu disertakan kandungan macam-macam seperti vitamin,mineral dll, tetap ada resiko yang potensial muncul.

2)    Keuntungan sistem probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan

 

Ada tiga masalah penting yang berkaitan dengan kerusakan budidaya ikan yaitu kolam/tambak, kondisi air dan ikan. Ketiga faktor itu seharusnya diperhatikan secara seksama jika petani ikan menginginkan budidaya ikan yang dikelolanya mendapatkan panen dengan optimal.  Begitu banyak yang harus diperhatikan, kemudian muncul kesan bahwa dengan teknologi seperti ini budidaya ikan tampak lebih mahal. Namun, jika dicermati lebih dalam, yang terjadi justru sebaliknya,yakni secara biaya justru lebih efisien (murah) karena :

1. Ikan yang hidup sampai panen lebih banyak

2. Secara bobot timbangan pasti lebih berat karena daging ikan sangat kesat

3. Terjadi penyingkatan waktu dari penebaran benih hingga panen.

4. Jumlah pakan yang diberikan jauh lebih sedikit, jika dibandingkan dengan sekian botol

Probiotik yang harus digunakan. Tentang hal ini memang agak sulit kalau sekedar diperdebatkan, karena baru dirasakan kalau sudah melakukannya. Namun, fakta-fakta membuktikan para pemakai tehnologi Probiotik selama ini merasa sangat diuntungkan sekali. Tidak banyak masalah yang menimpa lahan budidaya baik di pembenihan maupun pembesaran.

Probiotik dapat diaplikasikan sejak tahap pembenihan hingga pembesaran. Produk alami ini aman digunakan secara terus-menerus. Namun probiotik harus disesuaikan dengan analisis usaha. Jangan sampai biaya pembelian probiotik justru menjadi pemborosan.

Inti dari tehnik ini adalah penggunaan probiotik sejak dini hingga panen dimulai dari persiapan kolam, penyiapan pakan, dan penjagaan air.


BAB II

KESIMPULAN DAN PENUTUP

 1)   Kesimpulan

Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam / tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen. Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada disekitar kolam ikan, dan probiotik yang dibuat oleh industri pakan ikan serta dijual dipasar. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar bagi petani ikan.

Probiotik adalah usaha pencegahan dan probiotik bersifat biologis, tidak berbahaya dan tidak dilarang. Jadi, sudah saatnya petani ikan secara bertahap meninggalkan penggunaan antibiotik menunjukkan sistem pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dan kesehatan. Apalagi pengunaan antibiotik untuk pencegahan penyakit justru meninggalkan mikroba dan memacu reistensi pada beragam bakteri sehingga pengendalian penyakitnya lebih sulit.

2) Penutup

Demikian makalah ini dibuat sebagai solusi para petani dalam membudidayakan ikan air tawar maupun tambak  pada umumnya dan sebagai bekal kepada para mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat pada masa yang akan datang dan sebagai tugas akhir semester Bahasa Indonesia semester II Agroteknologi UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA pada khususnya.

 


BIO REDFUR DAN BIO WHITE untuk obati ikan udang yang terserang jamur

 BIO REDFUR DAN BIO WHITE obat anti jamur ikan/udang


BIO REDFUR DAN BIO WHITE

OBAT ANTI JAMUR · PARASIT · BAKTERI · VIRUS · KUMAN · KUTU UNTUK IKAN/UDANG

 

Kumis lele putus, kulit luka dan memutih, perut mengeras, gembung, memutih dan mati, ikan mengambang di permukaan, menggantung, kolam berbau, dll.. Kemungkinan besar jamur sudah banyak di air kolam. Penggunaan antibiotik berbahan dasar kimia bisa merusak mikroorganisme pathogen dan baik dalam air kolam sehingga mengganggu ekosistem air kolam dan berpengaruh terhadap daya dukung air thd pertumbuhan ikan.

 Bio Redfur dan Bio White berbahan dasar yang mudah larut, tidak meninggalkan residu dan aman utk ikan, serta hasil panen aman utk dikonsumsi publik.

 Bio Redfur dan Bio White mengandung bahan alami yang mampu mengatasi penyakit yang disebabkan jamur, bakteri, parasit, kutu dan virus pada ikan.

 Cara penggunaan larutkan 5 tetes Bio Redfur dan 10 tetes Bio White dalam 5 liter air, aduk dan siram ke kolam/ aquarium utk membersihkan jamur dari air kolam shg ikan lebih sehat.

 Dosis penggunaan :

 Bio redfur 5 tetes

 Bio White 10 tetes

 Utk air 1 M³.

 Cara aplikasi, kolam dikurangi air hingga 50% kemudian diaplikasi sesuai volume air kolam. Setelah 1 jam air dipenuhi kembali.

 Jika mengobati terpisah di kolam karantina ;

 Air 30 Liter dilarutkan Bioredfur 3 tetes dan Bio White 6 tetes.

 Aduk dan masukkan ikan sakit.

 Setelah 30 menit ikan dipindah ke kolam






CARA PENGGUNAAN PROBIOTIK BIOVISI UNTUK MANAJEMEN AIR KOLAM IKAN LELE

 CARA PENGGUNAAN PROBIOTIK BIOVISI UNTUK MANAJEMEN AIR KOLAM IKAN LELE


Probiotik Biovisi adalah salah satu produk probiotik alternatif bagi penggiat usaha ternak ikan/ udang.
Dalam pembuatan/ proses produksi yang sudah mengikuti kaidah ilmu pengetahuan hinga terciptanya produk tersebut, maka sebelum diperjual belikan kami berinisiatif melakukan percobaan di kolam milik peternak yang berkenan melakukannya dengan pendampingan penuh dari team Probiotik Biovisi.
Probiotik Biovisi terdiri dari 2 (dua) varian, yaitu :

  1. Probiotik Nitro Biru (Probiotik khusus untuk kualitas air)
  2. Probiotik Lacto Kuning (Probiotik khusus untuk Efisiensi Pakan/ peningkatan FCR).
    Untuk pengelolaan air kolam ikan lele, kita akan fokus membahas no. 1 atau Probiotik Nitro Biru.

Disebut Nitro karena mengandung beberapa bakteri tetapi lebih dominan bakteri nitrobachter. Sebutan biru hanya untuk memudahkan konsumen mencari karena stickernya dominan berwarna biru.

Penurunan kualitas air kolam lele disebabkan oleh beberapa hal al :

• Penggunaan bibit lele yang tergolong unggul, sehingga membutuhkan pakan, vitamin, enzim dan faktor pendukung lain yang berkadar tinggi dan sayangnya selalu meninggalkan residu yang tinggi yang belum terurai
• Ukuran usus ikan yang tergolong pendek (+/- 10 cm) tidak menjamin bisa mengolah dan menyerap seluruh vitamin, protein, lemak dari pakan sehingga ketika dikeluarkan (dalam bentuk feces) masih mengandung bahan organik seperti protein, lemak, dll. Hal inilah yang menyebabkan bau tidak sedap pada kotoran ikan.
• Air tanah yang menjadi sumber air kolam juga sudah banyak yang tercemar (berkwalitas rendah). Hal ini terutama dengan semakin maraknya peternakan lele disekitar rumah (dekat pemukiman penduduk).
• Pembuangan limbah air kolam ke dalam tanah sekitar kolam/sungai lama-kelamaan akan mengurangi kualitas air tanah karena banyaknya bahan organik dalam limbah air kolam, belum terurai oleh bakteri dalam tanah. Sehingga ketika dipompa kembali ke dalam kolam, kelihatan bening tetapi sebenarnya masih mengandung gas metana.
• Pemberian pakan yang tidak habis dikonsumsi ikan/udang sehingga menjadi sumber amoniak yang akan cepat mengikat oksigen bebas dalam air sehingga cepat berkurang.
• Penanganan kolam yang tidak terstruktur. Misal karena ikan sakit, berbagai macam obat herbal ditebarkan ke kolam. Bukannya makin sehat, tambah rusuh ia.

Bagaimana Probiotik Biovisi bisa mengatasi hal-hal diatas???

Probiotik Biovisi mengandung beberapa macam bakteri yang mampu menguraikan bahan organik dalam air kolam, termasuk amoniak yang dihasilkan dari penguraian bahan organik.

Probiotik Biovisi mengandung bakteri yang bisa menumbuhkan plankton dalam air kolam dengan bantuan sinar matahari.

Dengan adanya plankton dalam air yang ditumbuhkan oleh beberapa macam bakteri dalam probiotik ini akan merubah warna air kolam menjadi hijau, dan dengan bantuan sinar matahari akan berfotosintesismenghasilkan oksigen murni dalam air kolam.

Dengan tingginya kadar oksigen murni dalam kolam, terlihat dengan nyamanya ikan berenang didalam air (tidak mumbul ke permukaan) karena sudah tercukupinya oksigen di dalam air.

Dengan tingginya kadar oksigen murni dalam kolam, sampai bisa mengangkat lumut dari dasar kolam, dan diuraikan bakteri dalam probiotik, sehingga kalau ikan dalam kolam sudah besar akan makan lumut tsb dengan lahap dan air akan terlihat bersih.

Efek lainya akibat munculnya plankton dalam air kolam sehingga air menjadi agak buteq (bening kehijauan) ikan tidak akan tarung dalam air kolam.
Cepat tidaknya warna air berubah akibat timbulnya plankton dipengaruhi oleh bahan organik dalam air.

Berikut gambar kolam yang sudah menggunakan Probiotik Biovisi.




                   

Aturan Pakai dan Tata Cara Penggunaan Probiotik Biovisi

I. Untuk Kolam Ikan Lele, Nila, Gurame, Patin

1.1  Kolam Terpal, Beton

Untuk ukuran kolam 3x4 - 4x6 meter atau kurang lebih. 

  • 2 gelas aqua (+/- 400 ml probiotik biovisi biru dilarutkan dalam 5 - 10 liter air kolam) didalam sebuah wadah mis. ember. Dikocok supaya larutnya merata, kemudian disiram secara merata diatas permukaan air kolam.   
  • Jika berhasil, Setelah 2 - 3 hari, warna air akan berubah menjadi agak kehijauan dan kemungkinan sudah tumbuh plankton yang menyerupai jentik nyamuk (tapi warna putih) dan berada di dasar kolam, saatnya benih ikan ditebar. Kerapatan ikan disesuaikan dengan kebiasaan. Dan setelah pengalaman dengan probiotik bisa meningkatkan kerapatan ikan.
  •  Untuk perawatan kualitas air, setiap 2-3 hari, harus ditambah air untuk mengganti air yang hilang lewat evaporasi (penguapan) atau juga misalnya ada kebocoran. 
  • Untuk penggantian air, maksimal 20% untuk mengurangi stress ikan.
  • Pemberian probiotik diulangi setiap 1 minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua.

 1.2. Kolam Berisi Ikan 
  • 1 gelas aqua (+/- 200 ml probiotik biovisi biru) bisa dilarutkan dalam wadah dengan air atau langsung karena kolam sudah berisi ikan sehingga sudah memungkinkan untuk bercampur dengan air kolam.
  • Jika berhasil, setelah 3-4 hari warna air akan menjadi agak kehijauan, lumut2 kolam bersih (karena lumut akan naik ke permukaan kolam dan dimakan ikan) atau terbuang dengan pembuangan atas kolam.
  • Penggantian air disesuaikan dengan kondisi ikan, karena kalau kondisi air kolam sudah termasuk pekat oleh kotoran ikan dan amoniak, kemungkinan dalam 3 hari perkembangan bakteri belum mampu menguraikan kotoran ikan dan memakan ammoniak. Sehingga dibutuhkan kejelian peternak untuk mengambil keputusan mengganti air kalau kondisi ikan sudah mulai melemah. Tanda yang paling seringk, ikan menggantung di permukaan air dan bergerombol.
  • Tetapi jika kondisi ikan nyaman berenang dalam kolam (tidak banyak yang nongol ke permukaan) dan tidak banyak buih air, maka pemberian probiotik sudah benar. 
  • Untuk perawatan air, pemberian probiotik diulangi setiap minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua ditebar merata di permukaan air kolam.







Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR

 Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR Malam  memang kurang cahaya sehingga terkadang menyulitkan untuk mengambil foto, apapun jenis ...