Showing posts with label Penyakit dan Obatnya. Show all posts
Showing posts with label Penyakit dan Obatnya. Show all posts

Saturday, April 01, 2023

Mengelola Ammonia/Ammonium di Kolam Ikan

 Mengelola Ammonia/Ammonium di Kolam Ikan

Oleh : Pakdhe Sudik
Dari berbagai sumber

Ammonia akan mengakibatkan luka bakar kimia pada jaringan ikan, termasuk luka pada insangnya. Saat ammonia menyerang insang, ikan juga akan menyerapnya ke dalam tubuh. Hal inilah yang akan menimbulkan kerusakan dari dalam tubuh ikan. Kemudian ikan akan menimbulkan beberapa gejala keracunan. Jika dibiarkan akan menumpuk di sistem produksi ikan. Ketika ammonia terakumulasi ke tingkat beracun, ikan tidak dapat mengekstrak energi dari pakan secara efisien. Jika konsentrasi ammonia pada level cukup tinggi, ikan akan menjadi lesu dan akhirnya jatuh ke dasar kolam kemudian mati.
Dalam kolam ikan yang dikelola dengan baik, ammonia jarang terakumulasi dengan konsentrasi yang mematikan. Namun, amonia dapat memiliki apa yang disebut "sub-letal" efek, seperti berkurangnya pertumbuhan, konversi pakan yang buruk, dan penurunan resistansi penyakit - pada konsentrasi yang lebih rendah dari konsentrasi mematikan.

Pengaruh pH dan suhu pada toksisitas ammonia

Jaga pH air kolam 7-8

Ammonia dalam air adalah termasuk juga ammonia tak terionisasi (NH3), atau ion ammonium (NH4 +). Teknik ini digunakan untuk mengukur ammonia yang memberikan nilai yang merupakan jumlah dari kedua bentuk ini. Nilai ini disebut sebagai "total amonia" atau hanya "Ammonia." (Dalam publikasi ini, "Ammonia" mengacu pada jumlah kedua bentuk; bentuk tertentu akan disebut sebagai penyesuaian.) Proporsi relatif dari dua bentuk yang ada dalam air terutama dipengaruhi oleh pH. Ammonia yang belum terionisasi adalah bentuk beracun dan mendominasi ketika pH tinggi.
Ion ammonium relatif tidak beracun dan mendominasi ketika pH rendah. Secara umum, kurang dari 10% dari ammonia adalah dalam bentuk beracun bila pH kurang dari 8,0. Namun, proporsi ini meningkat secara dramatis dengan meningkatnya pH. Pengukuran konsentrasi ammonia (dan dari banyak variabel kualitas air lainnya) memberikan sekilas kondisi pada saat air sampel di ambil.

Sumber ammonia
Sumber utama ammonia di kolam adalah ekskresi ikan. Penyerapan pakan oleh ikan hanya 20-30% dari makanan yang terserap ke dalam tubuh, sisanya terbuang ke air kolam. Menurut Primavera (1994) bahwa ± 15% pakan yang diberikan tidak dikonsumsi, sedangkan 20% dari 85% pakan yang dikonsumsi akan terbuang melalui kotoran. Sisa pakan dan kotoran dari ikan mempunyai protein yang tinggi karena termasuk bahan organik yang nantinya akan diuraikan menjadi polipeptida, asam-asam amino, dan akan menjadi produk akhir yaitu ammonia. Sehingga pemberian pakan yang berlebihan pada ikan bukan memberikan efek yg positif, melainkan efek yang negatif karena akan menjadi dampak buruk bagi ikan. Dengan demikian, protein dalam pakan merupakan sumber utama ammonia di kolam, dimana ikan diberi makan.


Sumber ammonia yang lain di kolam ikan adalah difusi (pelarutan) dari sedimen. Jumlah besar bahan organik yang diproduksi oleh alga atau ditambahkan ke kolam dari pakan. Padatan tinja diekskresikan oleh ikan dan alga mati kemudian mengendap di dasar kolam, di mana mereka membusuk. Dekomposisi bahan organik ini menghasilkan ammonia, yang berdifusi dari sedimen ke kolom air.

Bentuk ammonia dalam air kolam
Ammonia yang terlarut dalam air kolam ikan ada dua bentuk, yaitu :
1) Tidak terionisasi (NH3) mempunyai sifat yang sangat beracun dan kadarnya menjadi meningkat bersama dengan meningkatnya kadar pH sehingga akan bersifat toksik pada ikan. Hal yang dapat mempengaruhi tingkat racun pada ammonia terhadap ikan biasanya dari pH dan suhu air kolam. Apabila pH atau suhu air semakin tinggi, dapat mengakibatkan daya racun ammonia semakin tinggi juga.
2)Terionisasi atau ion ammonium ( Kurang beracun, NH4+ ), bentuk ini mendominasi ketika pH rendah.
Apabila ammonia di biarkan menumpuk maka akan menjadi racun bagi ikan. Sedangkan tanda ikan yang mengalami keracunan ammonia biasanya terlihat lemas dan stress, saat bernafas lebih meningkat, sering meloncat ke udara, akan mudah terinfeksi oleh bakteri dan parasit yang di tandai keluarnya lendir yang berlebihan, kadang berkumpul di saluran air yang masuk, ikan akan lebih banyak berbaring pada bagian bawah kolam yang menunjukkan bahwa ikan merasa tidak nyaman dan akan mengisolali dirinya, dan dapat menyebabkan gagal panen yang akan anda alami.

Siklus Ammonia dalam kolam

Cara untuk menurunkan kadar ammonia pada kolam, yaitu :
1) Berhenti memberi makan atau mengurangi memberi makan
2) Meningkatkan aerasi
3) Menambah pupuk dengan fosfor
4) Menguras kolam ikan dengan jadwal yang rutin
5) Kolam ikan dialiri dengan air yang mengalir
6) Meningkatkan kedalaman kolam
7) Menggunakan filter kolam
8) Apabila ikan berjumlah banyak dalam 1 tempat, maka sebaiknya pindahkan ikan sebagian ke tempat yang lain
9) Membersihkan lumpur yang ada di dasar kolam yaitu dengan membuangnya secara rutin
10) Menjaga kadar pH antara 6.5 hingga 7.5
11) Menaburkan kapur agar bahan organik cepat larut
12) Tambahkan bakteri probiotik Biovisi Nitro. Nitro ini mengandung beberapa macam bakteri yang mampu menguraikan bahan organik dalam air kolam, termasuk ammonia, H2S, methane dll.
13) Menambahkan sumber karbon organik
14) Yang terpenting selalu mengecek kandungan ammonia di dalam air kurang lebih 1 bulan sekali



PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI IKAN

 PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI IKAN

Untuk hidup dengan baik, semua makhluk hidup membutuhkan lingkungan hidup yang memadai dan memiliki syarat tertentu. Bagi manusia dan makhluk hidup lainnya ada berbagai macam faktor lingkungan yang dimiliki untuk mencapai suatu kondisilingkungan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan individu. Salah satu faktor lngkiungan yang akan kami bahas disini adalah suhu. Suhu adalah salah satu faktor lingkungan yang sangat berpengaruh karena ia berasal dari matahari sumber energy terbesar bumi. Suhu pada ekosistem perairan berfluktuasi baikharian maupun tahunan, terutama mengikuti pola temperature udara lingkungan sekitarnya, intensitas cahaya matahari, letak geografis, penaungan dan kondisi internal perairan itu sendiri seperti kekeruhan, kedalaman, kecepatan arus dan timbunan bahan organik di dasarperairan. Suhu memiliki peran yang sangat penting terhadap kehidupan di dalam air. Kelarutan berbagai jenis gas di dalam air serta semua aktivitas biologis di dalam perairan sangat dipengaruhi oleh suhu.

Ikan adalah hewan berdarah dingin, yang suhu tubuhnya selalu menyesuaikan dengan suhu sekitarnya. Selanjutnya dikatakan pula bahwa ikan mempunyai kemampuan untuk mengenali dan memilih range suhu tertentu yang memberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas secara maksimum dan pada akhirnya mempengaruhi kelimpahan dan distribusinya. Menurut Laevastu dan Hela (1970), pengaruh suhu terhadap ikan adalah dalam proses metabolisme, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh, seperti kecepatan renang, serta dalam rangsangan syaraf. Pengaruh suhu air pada tingkah laku ikan paling jelas terlihat selama pemijahan. Suhu air laut dapat mempercepat atau memperlambat mulainya pemijahan pada beberapa jenis ikan. Suhu air dan arus selama dan setelah pemijahan adalah faktor-faktor yang paling penting yang menentukan “kekuatan keturunan” dan daya tahan larva pada spesies-spesies ikan yang paling penting secara komersil. Suhu ekstrim pada daerah pemijahan (spawning ground) selama musim pemijahan dapat memaksa ikan untuk memijah di daerah lain daripada di daerah tersebut. Perubahan suhu jangka panjang dapat mempengaruhi perpindahan tempat pemijahan (spawning ground) dan fishing ground secara periodik (Reddy, 1993).

Secara alami suhu air permukaan merupakan lapisan hangat karena mendapat radiasi matahari pada siang hari. Karena pengaruh angin, maka di lapisan teratas sampai kedalaman kira-kira 50-70 m terjadi pengadukan, hingga di lapisan tersebut terdapat suhu hangat (sekitar 28°C) yang homogen. Oleh sebab itu lapisan teratas ini sering pula disebut lapisan homogen. Karena adanya pengaruh arus dan pasang surut, lapisan ini bisa menjadi lebih tebal lagi. Di perairan dangkal lapisan homogen ini sampai ke dasar.

Suhu optimal akan membuat ikan memiliki metabolisme optimal yang berdampak baik pada pertumbuhan dan pertambahan bobot ikan. Suhu rendah akan mengakibatkan laju metabolisme ikan menjadi lambat dan menyebabkan nafsu makan ikan menjadi menurun dan akhirnya ikan akan mengalami pertumbuhan yang lambat (stickney 2000).

Penyakit Ikan Nila

 Penyakit Ikan Nila

17 Hama dan Penyakit Ikan Nila yang Sering Terjadi

Hari ini anda akan mengetahui jenis penyakit yang menyerang ikan nila, seperti mati mendadak, jamuran, dimakan ucrit, diserang notonecta (bebeasan), penyakit kulit, insang dan sisik.

Saya akan membahas detail perjenis penyakit dan cara mengatasinya.

Perlu anda tahu, sebenranya budidaya ikan nila dengan sistem pakan pelet jarang mengundang hama dan penyakit. Apalagi jika kolamnya bersih. Hanya saja saat penyakit datang, energi dan sumber daya kita bisa terkuras habis untuk mengatasi penyakit penyakit ini.

Sampai saat ini, belum saya temukan info ada obat kimia jitu yang 1 obat sejuta solusi untuk penyakit nila. Jadi saya sangat menyarankan anda melakukan pencegahan. Di bagian akhir nanti, saya akan menceritakan kepada anda cara mencegah penyakit muncul di kolam ikan nila Anda.

Masalah Umum Pada Budidaya Ikan Nila

1. Ikan Nila Berjamur

Jamur berwarna putih biasanya menyerang sirip, mulut, kulit dan insang. Mengerikan. Nama jamur yang menyerang adalah saprolegnia.

sumber : aroundthefishbowl.wordpress.com

Cara Mengatasi Ikan Nila Berjamur

Segera pisahkan dan evakuasi ikan tadi.

Penanganannya adalah menggunakan garam, menurut penelitian di sumatera utara, kadar salinitas garam yang bagus untuk mengatasi jamur saprolegnia adalah 15 ppt (part per thousand, ya sekitar 15 gram  garam per 1 kg air).

Jika anda tidak bisa mengukur, maka rendamlah ikan yang terinfeksi ke air garam.

Untuk ikan yang di kolam  tetap diberi air garam selama 24 jam, kurang lebih  400gram per m2. setelah itu ganti air kolam. selain garam bisa juga menggunakan malachite oxalate  1 mg per liter atau formalin 200 ppm, selama 2 jam. setelah itu gantilah air.

Jika dirasa perlu, ambil semua ikan lalu bersihkan kolam.

2. Bibit ikan nila mati

ini penyebabnya beragam. yuk kita lihat satu persatu

  • Salah pakan, kelebihan atau kurang lembut.
    coba lihat ikan nila anda, jika perutnya gembung aneh itu berarti anda salah pakan atau kurang lembut.
    Solusi : beri pakan ikan nila dengan cara dibibis terlebih dulu
  • Kurang Oksigen
    di musim hujan dan di malam hari biasanya jumlah oksigen berkurang, anda bisa mengatasi dengan aerator untuk kolam kecil atau membuat sistem aerator dari pompa air untuk ukuran kolam besar.
  • Bibit melakukan perjalanan jauh
  • Di makan Ucrit
  • Kolam kurang steril untuk bibit

3. Ikan nila stres

Perubahan suhu mendadak biasanya menyebabkan benih ikan nila stres.

sumber : ikan nila stres

Penyakit satu ini juga bisa disebabkan karena air mengandung senyawa beracun. Jika demikian yag terjadi, cepatlah ganti air. Saya merekomendasikan anda mengganti air kolam dengan air hujan yang alami dan bersih, bukan air PDAM.

4. Ikan Nila Tidak Mau Makan

Jika sebelumnya baik baik saja, Ini bisa jadi gejala awal ikan nila stres. Segera cek bau kolam anda, jika dirasa tidak beres silahkan ganti airnya

Bila ini terjadi di awal pembenihan , selama 2-3- hari saja, ini wajar. Ini artinya ikan belum mampu menyesuaikan dengan kondisi kolam baru.

5. Ikan nila dewasa mati mendadak

Benih ikan mati mendadak

Ini bukan masalah sepele, di tahun 2017, 1 ton ikan nila di waduk sawugaling mati mendadak. Setelah dicek penyebabnya karena musim hujan dan gulma. Ada juga yang menyatakan karena kadar amoniak terlalu tinggi.

Solusi  ikan nila mati mendadak :

  • Saat musim hujan jumlah oksigen di air berkurang, jangan menebar benih terlalu padat.
  • Bersihkan gulma, eceng gondok, dan sejenisnya
  • Jangan terlalu banyak pakan, sisa pakan bisa meningkatkan amoniak

Hama Ikan Nila

Selain masalah di atas, masih ada 6 Hama dan 7 Penyakit yang bisa menyerang ikan nila.

6. Notonecta (bebeasan)

Serangga ini menyengat benih ikan nila. Disebut bebeasan karena bentuknya seperti beras. Sengatannya bisa sangat mematikan terhadap benih nila

Solusi :

  • Pastikan air kolam bersih. Jika air kolam ada kemungkinan kemasukan air dari luar, buat saringan agar telur dan induk notonecta tidak bisa masuk kolam.
  • Tuang minyak tanah ke kolam, 5 liter tiap 1000m2 kolam. Tenang saja, minyak tanah akan berada di bagian atas kolam, tidak mungkin turun karena masa jenis minyak lebih rendah daripada air.  Sumbat aliran air masuk dan keluar.Logikanya, serangga akan ada di permukaan atas air, saat dia menghirup minyak tanah pernapasannya terganggu. Sementara itu ikan akan aman aman saja karena berada di bawah air.setelah aman, ganti air kolam untuk membuang minyak tanah dari kolam dan bersihkan notonecta yang tersisa.

7. Ucrit (Larva Cybister)

Ucrit adalah bentuk larva dari kumbang air. Hwan satu ini bentuknya memanjang seperti ulat.
Pemangsa satu ini menyerang benih ikan dengan ekornya.

sumber : microcosmos.nl

Setelah benih ikan tersengat, si ucrit akan mengenggam erat sang benih lalu memakannya sedikit demi sedikit.

Solusi larva menyerang nila:

  1. Pembersihan menggunakan seser
    Cara ini cukup efektif, karena jika langsung menggunakan tangan, anda bisa tersengat dan siucrit bisa lari.
    Seserlah ucrit lalu kumpulkan dan musnahkan
  2. Menggunakan minyak tanah
    Sama seperti bebeasan, anda bisa menggunakan minyak tanah untuk hama satu ini. Beri minyak tanah, tunggu sebentar, si ucrit akan mati karena alat pernapasannya terkena minyak tanah. Setelah selesai, ganti air kolam.

8. Katak

Hewan satu ini biasa memakan telur nila. Jika anda tidak melakukan pembenihan, katak bukanlah masalah besar.

Telur katak mengambang, dan bentuk kecebongnya berbeda dengan ikan.
Solusi :
Bersihkan telur telur yang mengambang dan tangkap kodok secara manual

9. Ular

Hewan satu ini menyerang telur ikan nila
solusi : lakukan pemagaran di kolam dan lakukan penangkapan jika ditemukan ular

10. Linsang dan kucing

Linsang itu mirip kucing. Kedua duanya bisa memakan ikan anda. Lakukan pemagaran dan kalau perlu jaring jika ada banyak linsang atau kucing di daerah anda

11. Burung

Burung bisa datang dan memakan ikan anda. Ini menjengkelkan, jika pernah terjadi seperti itu anda bisa melakukan dua hal :
1. Membuat orang orangan
2. Memasang jaring penghalang

Penyakit yang menyerang ikan nila

Selanjutnya kita akan membahas penyakit yang umum menyerang ikan budidaya satu ini.

1. Trichodina SP, penyakit gatal yang menyerang tubuh, sirip, dan

Trichodina sp adalah salah satu jenis mikroorganisme parasit yang menyerang ikan air laut maupun ikan air tawar.

Gejala
Parasit jenis ini biasanya menyerang bagian luar seperti sirip, kulit, dan insang. Gejalanya terlihat seperti luka pada organ-organ yang telah diserang

Penyebab
Penyebabnya adalah diserang oleh mikroorganisme parasit trichordia sp.

Pengobatan
Sebagai pencegahan bisa dengan cara memasang filter air atau bak pengendapan di Instalasi pengairan kolam serta menjaga sanitasi kolam. Jika sudah terlanjur terserang parasit ini maka pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan cara merendam ikan ke dalam larutan garam sebanyak 500 sampai 1000 mg per liter selama 24 jam penuh atau dengan menggunakan larutan formalin sebanyak 25 mg per liter.

2. Saprolegniasis

Penyakit ini biasanya menyerang larva, telur, dan benih ikan.
Gejala
Bentuk penyakit ini seperti benang halus yang berwarna putih atau putih kecokelatan. Muncul jamur berwarna putih di mulut, sirip, kulit, dan insang.
Penyebab
Disebabkan oleh jamur yang bernama saprolegnia.
Pengobatan
Cara mengobati atau mengatasi ikan nila berjamur adalah segera pisahkan ikan yang berjamur dengan ikan lainnya.
Setelah itu gunakanlah garam karena terdapat suatu penelitian yang mengatakan bahwa garam bagus untuk mengatasi jamur saprolegnia dan salinitas yang bagus adalah 15 ppt atau 15 gram per 1 liter air.
Jika tidak bisa mengukur maka rendamlah ikan yang terkena jamur ke dalam air garam. Untuk ikan yang ada di dalam kolam tetap berikanlah air garam sebanyak 400 gram per m² selama 24 jam. Setelah selesai 24 jam gantilah air kolam tersebut.

3. Epistlys

Epistyles spp adalah parasit yang biasanya menyerang organ ikan bagian luas seperti sirip, kulit, dan insang.
penyakit ikan nila epistylis spp
Gejala
Ikan yang terserang, bagian insangnya akan berubah menjadi warna merah kecokelatan, gerakannya lambat, sulit bernapas, dan pertumbuhannya terganggu.
Penyebab
Disebabkan oleh parasit yang bernama epistyles spp. Penyakit ini bisa menular hanya dengan melakukan kontak langsung.
Pengobatan
Untuk pencegahan, kurangi padat tebar ikan agar risiko tertular semakin sedikit. Sementara untuk pengobatannya, rendam ikan yang terinfeksi ke dalam larutan formalin 200 mg per liter selama 40 menit atau dengan KmnO 4 20 mg per liter selama 15 sampai 20 menit saja.
Ikan Nila Tidak Mau Makan
Ikan nila bisa saja kehilangan atau nafsu makannya menurun. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti suhu air, tingkat ph, pakan, dan lain-lain.
Gejala
Mengalami shock, berhenti makan, dan melemah.
Penyebab
Penyebabnya adalah air di dalam kolam mempunyai ph tinggi, perubahan suhu baik itu air yang panas atau terlalu dingin, dan pakan tidak cocok.
Pengobatan
Cara mengatasi masalah ini adalah dengan cara mengganti menu pakan, memperbaiki kualitas air, dan terus menjaga kebersihan air kolam.

4. Bercak Merah karena Aeromonas dan Pseudominas

Penyakit bercak merah pada ikan disebabkan oleh bakteri yang menjadikan kulit ikan terlihat seperti melepuh dan kusam pucat.

Gejala
Gejala atau ciri ikan yang terinfeksi adalah adanya pendarahan pada bagian tubuh yang diserang, perut membesar, dan sisik terkelupas. Jika yang terinfeksi adalah kulit maka akan terlihat seperti borok. Ikan yang telah terinfeksi juga akan terlihat lemah dan sering muncul ke permukaan.
Jika tubuh ikan dibedah maka organ bagian dalamnya akan mengalami pendarahan misalnya seperti limpa, ginjal, dan hati.
Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Pseudomonas dan Aeromonas yang umumnya menyerang organ ikan bagian luar maupun dalam.
Pengobatan
Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan cara merendam, menyuntik, dan menyampurkan obat ke dalam pakan. Obat perendaman dengan menggunakan Kalium permanganat 10 sampai 20 mg per liter selama 30 sampai 60 menit, penyuntikannya adalah dengan tetramysin 0,05 ml per 100 gram berat ikan, sedangkan pencampuran adalah dengan oxytetracyclin 50 mg per kg pakan dan diberikan setiap hari selama 7 sampai 10 hari.

5. Bintik putih ikan nila

Penyakit bercak merah pada ikan disebabkan oleh bakteri yang menjadikan kulit ikan terlihat seperti melepuh dan kusam pucat.

Gejala
Gejala atau ciri ikan yang terinfeksi adalah adanya pendarahan pada bagian tubuh yang diserang, perut membesar, dan sisik terkelupas. Jika yang terinfeksi adalah kulit maka akan terlihat seperti borok. Ikan yang telah terinfeksi juga akan terlihat lemah dan sering muncul ke permukaan.
Jika tubuh ikan dibedah maka organ bagian dalamnya akan mengalami pendarahan misalnya seperti limpa, ginjal, dan hati.
Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Pseudomonas dan Aeromonas yang umumnya menyerang organ ikan bagian luar maupun dalam.
Pengobatan
Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan cara merendam, menyuntik, dan menyampurkan obat ke dalam pakan. Obat perendaman dengan menggunakan Kalium permanganat 10 sampai 20 mg per liter selama 30 sampai 60 menit, penyuntikannya adalah dengan tetramysin 0,05 ml per 100 gram berat ikan, sedangkan pencampuran adalah dengan oxytetracyclin 50 mg per kg pakan dan diberikan setiap hari selama 7 sampai 10 hari.

6. Lernea

Lernea ini adalah crustacea, atau bahasa indonesianya sebangsa cacing.

ciri : Ikan gelisah, sering melompat ke atas air, dan menggosok gosokkan badannya. Biasanya terlihat mencolok apabila lernea menyerang hidung, sirip, dan pipi. Bagian yang terserang biasanya dihinggapi lumut.

solusi, pilih satu :

  • Merendam dengan garam dapur dengan dosis 3-5% selama 2 jam
  • Merendam dengan kalium permanganat 2 mg per 1 liter air.
  • Merendam dengan formalin 1-2 ml per 25 liter air

di kolam yang sudah terinfeksi, anda bisa memberi garam dengan dosis 1/2% selama 30 hari.

Cara Mencegah Ikan Nila terserang Hama dan Penyakit

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ya, ini karena mencegah berarti : mencegah gagal panen, mencegah anda kehabisan uang, energi, dan hati.

Sekali ikan nila terserang notonectea (bebesan) anda akan pusing karena jika dewasa notonectea bisa menjadi kumbang dan terbang ke kolam lain. Begitu juga dengan jenis penyakit lain.

Berikut cara mencegah ikan nila dari serangan hama dan penyakit :

  1. Punyailah teman, jangan hanya mengandalkan internet atau buku buku.
    Punyailah teman pembudidaya ikan nila lainnya supaya anda tahu kalau ada isu serangan terhadap ikan nila di daerah anda. Jika isu sudah terdengar anda bisa bertanya solusi yang harus diambil. Anda juga siap siaga mencegah serangan itu mengenai anda.
  2. Pembuatan dasar kolam yang baik
    pembuatan dasar kolam (pengeringan, pemupukan, dan pengapuran) sangat mempengaruhi kualitas kolam.
  3. Jagal kebersihan kolam
    Kecuali anda menggunakan pakan organik yang ditanam di atas air , jagalah kebersihan ikan nila, Jarang petani yang menanam tanaman di atas air untuk pakan nila karena bisa mengundang parasit
  4. Lakukan pembersihan hama secara mekanis
    anda bisa menggunakan seser ataualat lain untuk menjaga kolam anda tetap bersih dari hama dan telur hewan lain.
  5. Jangan memberi pakan secara berlebihan
    kelebihan pakan bisa menyebabkan penumpukan amoniak dan membuat ikan nila stres
  6. Memasang filter di pintu masuk air.
    Ini untuk mencegah telur atau hewan lain masuk ke kolam
  7. Menjaga kualitas air
    Jika air di rasa duah tidak layak, gantilah.
  8. Memilih bibit nila yang baik
    Jangan membeli bibit nila yang terindikasi stres

Wednesday, March 29, 2023

Infeksi Penyakit dan Non Infeksi Pada Ikan Nila

 Infeksi Penyakit dan Non Infeksi Pada Ikan Nila

Seperti yang kita ketahui bahwa ikan nila merupakan salah satu ikan yang tahan terhadap penyakit dan lingkungan hidup ekstrim. Akan tetapi, meskipun begitu bukan berarti ikan nila tidak dapat terkena penyakit. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Penyakit dan Infeksi pada ikan nila. Kali ini kita akan sedikit membahas mengenai penyakit dan non infeksi pada ikan nila. Seperti yang dijelaskan pada tulisan sebelumnya penyakit dan non infeksi ini berarti penyakit yang di dapatkan dari bukan mikroorganisme.

Kualitas Air

Air merupakan lingkungan hidup utama ikan. Sehingga penjagaan kualitas air sangat diperlukan demi menjaga kelangsungan hidup ikan dan mikroorganisme didalamnya. Jika kondisi air tercemar maka akan mempengaruhi kondisi mikroorganisme didalmnya terutama ikan yang kita budidayakan. Kualitas air harus benar- benar terpantau dengan baik. Sirkulasi air masuk dan keluar benar - benar terjaga dan kelayakan kualitas air benar- benar terpelihara. Pemberian filter air dan aerasi akan sangat membantu untuk menjaga kualitas air kolam atau tempat budidaya.

Pakan

Pakan merupakan fakor utama dalam perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan. Pakan juga merupakan cost terbesar dalam aktivitas budidaya. Pemberian pakan yang baik harus sesuai dengan dosis dan tepat sasaran. Karena jika tidak maka pertumbuhan ikan tidak optimal. Semisal pakan yang diberikan kurang dari dosis yang dibutuhkan maka ikan akan lama tumbuh tapi jika pemberian pakan lebih dari dosis maka sisa pakan akan menjadi limbah yang dapat mengganggu ekosistem didalamnya. Ada metode lain untuk mengatasi permasalahan pakan ikan dan limbahnya yaitu metode bioflok. Pembahasan bioflok akan kita jelaskan pada artikel selanjutnya.

Selain itu hati - hati dalam penyediaan pakan. Apabila pakan yang kita dapatkan berasal dari luar yaitu pemproduksi pakan maka lihatlah kualitas pakannya. Lihatlah kemana kita menyetok pakan tersebut. Karena jika tidak hati - hati dalam pemberian pakan dapat menimbulkan efek. Semisal pakan tersebut telah kadaluwarsa, maka ikan dapat keracunan dengan pakan yang kita berikan. Mungkin juga jika ada kandungan bahan yang lain seperti H2S yang dihasilkan dari pembusukan material organik didasar kolam. Sehingga kontrol pakan juga harus dilakukan dengan baik untuk menjaga kualitas ikan yang dihasilkan. Atau kandungan lain yang dapat ditimbulkan dalam air budidaya.

Genetis (Keturunan)

Bibit ikan yang akan dibudidayakan memberikan pengaruh besar kedepannya dalam budidaya. Semisal pembibitan dilakukan secara mandiri dari ikan yang dihasilkan maka pemilihan indukan harus benar - benar berkualitas. Karena jika tidak akan menghasilkan bibit yang kurang unggul. Jika bibit yang dihasilkan dari hatchery maka harus dipastikan kualitas dan kepercayaannya pada bidang tersebut. Karena jika bibit buruk, maka sudah dipastikan tidak akan tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan ekstrim sewaktu - waktu.

Dari keseluruhan perlakuan, yang terpenting adalah pada penanganan. Baik penanganan terhadap lingkungan maupun penanganan terhadap ikan. Apabila lingkungan ikan sudah cenderung memburuk, kualitas air turun, suhu, pH dan faktor lainnya berkurang maka harus segera ditangani dengan baik. Apabila ikan terkena penyakit, infeksi dan luka maka harus segera ditangani dengan memisahkan ikan tersebut pada tempat yang lain. Agar luka atau infeksinya tidak menimbulkan dampak pada lingkungan maupun ikan yang lain.

Penyakit Dan Infeksi Pada Ikan Nila Serta Pencegahannya

Ikan nila merupakan salah satu komoditas penting di pasaran kita. Bahkan ikan  ini sudah sampai pada pasar ekspor impor. Pada awalnya ikan nila ialah ikan introduksi dari Afrika tepatnya ialah Afrika bagian timur pada 1969. Kemudian sekarang sudah menjadi ikan komoditas penting dan menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup terjangkau.

Dalam proses budidaya ikan, para pembudidaya akan menemui berbagai masalah seperti hama, penyakit dan infeksi lainnya. Sebelumnya kita telah membahas mengenai hama yang cukup sering menyerang ikan nila. Sekarang sedikit kita akan membahas mengenai penyakit dan infeksi pada ikan nila. Sebenarnya ikan nila merupakan salah satu ikan yang kebal terhadap hama dan penyakit. Akan tetapi bukan berarti tidak dapat terkena hama penyakit ikan.

Penyakit Ikan Nila

Secara umum penyakit pada ikan nila dibagi menjadi 2 yaitu penyakit infeksi dan penyakit non infeksi. Penyakit infeksi disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme sedangkat penyakit non infeksi disebabkan oleh lingkungan hidup yang buruk.

Infektan
Ada banyak penyebab infeksi pada ikan nila atau ikan seluruhnya. Akan tetapi berikut ini ialah yang sering menjangkit dan sangat parah akibatnya.

1. Trichodina sp.
Mikroorganisme ini merupakan tipe parasit bagi jenis ikan air tawar atau air laut. Aktivitasnya menempel pada bagian luar seperti kulit, sirip, dan insang. Biasanya ikan yang terserang oleh Trichodina akan mengalami luka - lukan pada bagian luarnya. Luka tersebut berada pada salah satu tempat atau seluruh tempat yang biasanya ia menempel. Sebelum hal ini terjadi sebaiknya sebagai langkah pencegahan lakukanlah sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak untuk pengendapan pada instalasi pengairan kolam. Jika sudah terkena wabah ini maka pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan pada larutan garam (NaCl) selama 24 jam. Larutan garam yang dibutuhkan sebanyak 500-1000 mg/l.

2. Saprolegnia
Wabah Saprolegnia biasanya menyerang telur, larva dan benih ikan. Wabah ini merupakan jenis dari jamur - jamuran yang juga menyerang bagian luar tubuh ikan. Wabah ini akan terlihat seperti benang halus berwarna putih atau putih kecoklatan. Apabila sudah terkena wabah ini maka dapat dilakukan dengan merendam bagian yang terserang pada malachite green 1 mg/liter selama 1 jam atau NaCl 5 gram/liter. Dapat juga menggunakan 200-300 mg/l formalin selama 1-3 jam, tapi penggunaan ini tidak direkomendasikan.

3. Epistylis
Jenis ini merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan. Hampir sama seperti Trichodina sp. Apabila ikan sudah terserang wabah ini biasanya ciri - ciri yang terlihat ikan sukar bernafas, gerakan lambat, dan pertumbuhan terhambat. Kontak langsung dengan ikan yang terkena wabah ini akan menular dan berkembang menjadi wabah besar. Perlakuan yang dapat dilakukan untuk mencegah wabah ini ialah hindari kepadatan ikan pada kolam. Apabila sudah terkena wabah ini maka yang dapat dilakukan ialah melakukan pengobatan. Pengobatan dapat dilakukan dengan merendam ikan pada larutan KMnO4 sebanyak 20 mg/l selama 15 - 20 menit atau formalin sebanyak 200mg/l selama 40 menit.

Sebetulnya masih banyak lagi jenis parasit, jamur, virus dan sejenisnya yang dapat menyebabkan penyakit atau infeksi pada ikan. 3 Jenis parasit yang telah disebutkan ialah yang paling sering menyerang ikan nila. Terlepas dari itu semua, faktor utama terjadinya penyakit ialah perlakuan pemeliharaan. Maka dari itu, penjagaan terhadap kualitas air atau lingkungan hidup ikan sangat perlu dilakukan demi menghindari permasalahan - permasalahan tersebut.

 Cara Mengatasi Wabah Penyakit Pada Ikan Nila

Ikan nila merupakan ikan yang banyak digemari. Ikan ini merupakan komoditas penting di pasar lokal maupun internasional. Ikan dengan nama latin Orechromis niloticus masih satu kerabat dengan O. aureus dan O. mosammbicus. Ikan ini termasuk kedalam ikan introduksi, akan tetapi populasinya menjadi besar karena merupakan ikan konsumsi penting dipasaran.

Ikan nila merupakan ikan yang perawatan budidayanya termasuk mudah. Ikan nila juga jarang sekali terkena wabah hama dan penyakit. Akan tetapi dikalangan budidaya ikan, adanya wabah penyakit menjadi masalah dan ancaman serius yang perlu segera ditangani. Penanganan ini dlakukan agar dapat menjaga kualitas produk pada ikan yang tidak terkena wabah penyakit. Selain itu penanganan juga dilakukan agar tidak banyak timbul kerugian pada budidaya ikan ini.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap serangan wabah penyakit pada ikan nila budidaya:

Pengolahan Dasar Kolam

Dasar kolam perlu diberi perlakuan khusus untuk mempersiapkan lahan dan memperbaiki lahan budidaya. Perlakuan pada persiapan lahan yaitu mengawali dengan melakukan pengeringan kolam kemudian pengapuran setelah itu pemupukan dan terakhir menjemur kolam di bawah sinar matahari terik. Ini dilakukan agar hama da penyakit yang mungkin masih ada dapat tertean atau bahkan hilang perkembangbiakannya.

Pasang Filter/Saringan

Penyaring ini digunakan untuk memfilter air yang masuk kedalam kolam ikan. Memang tidak semua hama dan penyakit dapat tersaring terutama yang berukuran mikro, akan tetapi setidaknya dengan menggunakan filter dapat mencegah banyaknya hama dan penyakit yang dapat ditimbulkan dari kotoran kotoran yang ada.

Lakukan Pemberantasan Secara Manual

Perlakuan ini hanya ditujukan pada hama dan penyakit yang dapat dilihat secara kasat mata. Misalnya ialah limbah sampah dan kotoran yang terlihat ataupun seperti keong, bekicot, wereng dan jenis hama lainnya yang dapat mengganggu aktivitas budidaya ikan. Pemberantasan dapat dilakukan dengan mengunakan pembersih yang ada atau bahan kimia yang telah tersedia sekarang.

Penggunaan Bibit Unggul

Penggunaan bibit unggul ikan budidaya. Bibit unggul biasanya sudah terseleksi dari ketahanan lingkungan maupun ketahan diri terhadap penyakit dan serangan hama. Bibit unggul didapatkan dari hatchery terpercaya yang telah tersertifikasi baik dalam pengelolaan dan pemeliharaan budidaya ikan. Biasanya ditandai adanya sertifikat dari pihak pemberi sertifikat budidaya seperti Dinas Perikanan dan Kelautan setempat.

Kapasitas Ikan tiap Kolam

Serangan hama dan penyakit dapat terjadi akibat dari over capacity pada kolam budidaya. Penenetuan kapasitas ini biasanya dilakukan pada tingkatan budidaya yaitu budidaya ikan tradisional, semi intensif, intensif atau super intensif. Penanganan dan jumlah ikan dari masing masing tingkatan budidaya berbeda - beda. Biasanya perlakuan ini dilakukan untuk mengejar pemenuhan kebutuhan pasar.

Cara Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang sesuai dapat mengurangi terjadinya penumpukan limbah pakan yang tidak termakan. Metode pemberian pakan pun beragam seperti dosis dan adlibitum. Metode tersebt biasanya dilihat terlebih dahulu kebutuhan mana yang dicari dari melakukan kegiatan budidaya. Akan kita bahas lebih lanjut pada artikel berikutnya.

Penanganan Awal Ikan

Ini berkaitan dengan bagaimana perlakuan awal saat melakukan kegiatan budidaya ikan. Ketika awal ditebar, ketika berapa besar ukurannya, ketika hendak panen dan ketika pemijahan. Penanganan yang tepat akan memberikan dampak positif pada ikan yaitu tidak stress, adaptasi lingkungan cepat dan berkembang dengan baik. Penanganan ini akan kita bahas lebih lanjut pada artikel berikutnya. 

Demikianlah langkah - langkah yang dapat dilakukan. Sekiranya ada langkah - langkah lain yang berkaitan dengan hal ini dapat memberi masukan pada kolom komentar. Sekiranya langkah - langkah tersebut telah dilaksanakan dan ternyata hama penyakit masih saja hadir. Hama penyakit senantiasa menjangkiti ikan yang dibudidayakan maka langkah terakhir yaitu pengobatan manual atau penggunaan bahan kimia secara masal. Akan tetapi penulis tidak menyarankan hal ini karena akan menimbulkan banyak dampak negatif.

Hama Yang Sering Menyerang Ikan Nila

Hama merupakan masalah utama dalam kehidupan ini meskipun tidak sepenuhnya merugikan. Karena dalam beberapa aspek hama dapat digunakan sebagai penawar. Pada tulisan sebelumnya kita telah membahas mengenai Cara Mengatasi Wabah Penyakit pada Ikan Nila.

Disini kita akan membahas mengenai hama yang sering menyerang ikan terutama ikan nila Sebenarnya hama yang berada pada ikan nila tidak banyak berbeda dengan hama yang menyerang pada ikan lainnya. Ada dua jenis hama pada ikan yaitu yang mematikan dan yang tidak mematikan. Dari kedua jenis ini masih ada turunan - turunannya lagi.

Ada 2 jenis yang penulis ketahui mengenai hama ikan yang tergolong mematikan yaitu: Notonecta dan Larva Cybister

Notonecta

Notonecta merupakan serangga air yang dapat menyerang ikan. Hidupnya parasit di tubuh ikan. Hama ini memiliki preferensi menyerang benih ikan yang masih kecil. Pencegahan hama ini tergolong cukup sulit. Apabila hama notonecta menyerang dan jumlahnya sangat banyak biasanya ditangani dengan cara menyiramkan minyak tanah pada tempat terjadinya hama entah itu bak, kolam, tambak atau tempat budidaya lainnya. Biasanya kapasitas yang dapat dicapai jika terjadi serangan hama ini ialah penggunaan minyak tanah sebanyak 5 liter tiap 1000m persegi luas kolam.

Larva cybister

Memiliki bentuk seperti larva dan terlihat lemah, tetapi larva cybister atau yang biasa disebut ucrit merupakan hama yang paling mematikan dari pada notonecta. Hama ini biasanya menyerang benih ikan. Hama ini memiliki taring yang tajam dan pada ekornya terdapat sengatan. Habitatnya biasanya pada bagian lahan atau tempat budidaya yang mengandung material organik, pada gulma - gulma atau sampah organik yang ada di sekitaran tempat budidaya. Ucrit merupakan fase larva dari kumbang. Ucrit akan bermetamorfosa menjadi kumbang yang dapat melompat antar kolam setelah berumur dewasa. Pembersihan gulma dan sampah organik pada kolam merupakan langkah wala pencegahan dari hama ucrit. Apabila sudah terjadi wabah ucrit di suatu lahan budidaya maka akan sangat merugikan. Ini dikarenakan pemberantasan hanya dapat dilakukan dengan bahan kimia, dan jika ini dilakukan maka akan membunuh benih ikan yang ada didalamnya. Mungkin hanya ada satu cara yaitu pencegahan dan melakukan pemberantasan manual.



Penulis memiliki ide terkait ini yaitu melakukan budidaya polikultur atau penyesuaian tempat budidaya layaknya habitat ikan di alam. Budidaya polikultur diarahkan pada ikan yang kebal terhadap ucrit dan menjadi pemangsanya tapi dapat dipadukan dengan ikan nila. Hanya saja ini perlu diteliti lebih lanjut agar mendapatkan hasil yang mencukupi. Demikianlah pemaparan 2 jenis hama yang sering menyerang ikan dan merupakan salah satu hama paling mematikan.


Masih banyak lagi jenis hama - hama yang lain dalam lingkungan perairan. Permasalahan yang ada sekranag ialah sejauh mana kita mencegah dari munculnya hama. Sejauh mana pengetahuan kita tentangnya dan bagaimana kita mensikapinya.

Penyakit Bakterial Pada Ikan

 Penyakit Bakterial Pada Ikan

Bakteri merupakan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil. Di lingkungan budidaya biasanya melayang bebas di air, atau menempel pada jaring, tumbuhan dan binatang air.

Salah satu ikan yang terkena serangan bakteri

Penyebab Penyakit Bakterial :

  • Stress karena kepadatan, mutu pakan dan kondisi air kurang baik
  • Luka akibat infeksi parasit
  • Polusi bahan organik dan sirkulasi air kurang memadai
  • Luka fisik selama pengangkutan

Gejala Klinis Ikan Terserang Penyakit Bakterial :

  • Gerakan ikan lemah
  • Produksi lendir berkurang setelah ikan yang terinfeksi mengeluarkan lendir yang berlebihan
  • Timbul  pendarahan pada tempat infeksi
  • Luka (ulcer) pada tempat infeksi
  • Beberapa bakteri menyebabkan rontok pada insang dan sirip
  • Timbul Ascites (semacam benjolan)
  • Bengkak pada perut dan mengeluarkan cairan kuning darah  (dropsy)
  • Mata menonjol (exophthalmos)


Beberapa jenis penyakit pada ikan yang disebabkan oleh bakteri :

1. Penyakit yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila

Ikan yang terserang penyakit Aeromonas

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini sangat berbahaya karena  dapat menginfeksi semua jenis ikan air tawar. Infeksi biasanya berkaitan dengan kondisi stress akibat: kepadatan, malnutrisi, penanganan, infeksi parasit, air lewat subur, oksigen rendah, kualitas air yang buruk, fluktuasi suhu air yang ekstrim, dll.

Serangan bersifat akut, dan apabila kondisi lingkungan terus merosot, kematian yang ditimbulkan bisa mencapai 100%

Deskripsi umum :

Biasanya diawali dengan luka karena penanganan dan kondisi kualitas air

Gejala klinis :

  • Borok (ulcer)
Ikan yang mengalami borok akibat bakteri Aeromonas
  • Dropsy/kembung
Ikan yang mengalami kembung akibat bakteri Aeromonas
  • Iritasi sirip
Ikan yang mengalami iritasi sirip akibat bakteri Aeromonas
  • Sisik menguak

Pengendalian :

  • Immunostimulan
  • Desinfektan
  • Vaksinasi

2. Penyakit yang disebabkan oleh Edwardsiella ictaluri

Ikan yang terserang bakteri Edwardsiella ictaluri

Gejala Klinis :

  • Tubuh lemah
  • Menggantung di permukaan
  • Gerakan memutar

Pengendalian :

  • Immunostimulan
  • Pengapuran (50-100 gr/m2) pada saat persiapan lahan

3. Penyakit yang disebabkan oleh Streptococcus sp

Ikan yang terkena serangan bakteri Strptococcus sp

Gejala Klinis :

  • Mata menonjol
  • Warna tubuh hitam/melanosis
  • Gerakan memutar

Pengendalian :

  • Immunostimulan
  • Desinfektan Vaksinasi

4. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Lernaea sp

Lernaea sp

Deskripsi umum :

  • Dapat dilihat secara visual menempel pada ikan
  • Bentuk seperti jarum dengan kait yang menancap pada daging
  • Berkembang biak dengan cara bertelur

Tanda Penyakit :

  • Pada ikan yang terserang, terlihat ada jarum di permukaan tubuhnya
  • Kurang nafsu makan, daya tahan tubuh menurun
  • Pendarahan pada lokasi infeksi
Ikan yang terserang Lernaea sp

Pengendalian :
Pencegahan dengan cara penyemprotan kolam

5. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Argulus sp


Argulus sp

Deskripsi Umum :

  • Dikenal dengan nama Kutu Ikan
  • Bentuk bulat 
  • Menempel pada tubuh inang

Tanda Penyakit :

  • Terlihat secara visual menempel pada permukaan tubuh ikan
  • Bekas gigitan terjadi pendarahan dan sisik terkelupas
Ikan yang terserang Argulus sp

Pengendalian :

  • Filterisasi
  • Abate : 10 gram/100 liter air

6. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Oodinium sp

Oodinium sp

Deskripsi umum :

  • Bentuk bulat atau lonjong
  • Diameter: 20-100 um
  • Menginfeksi permukaan tubuh dan insang

Tanda Penyakit :

  • Kerusakan pada kulit
  • Kehilangan warna tubuh
  • Pendarahan dan peradangan

Pengendalian :

Garam 1.000-2.000 ppm-24 jamv (1.000-2.000 gr/1 m3 air)

7. Penyakit ikan yang disebabkan oleh Myxosporea

Myxospora

Beberapa jenis Myxosporea yang menyerang ikan air tawar Myxobolus koi, Myxobolus artus dan Thellohanellus sp.

Deskripsi umum :

  • Menginfeksi insang (M.koi dan Thellohanellus) dan daging (M. artus).
  • Termasuk jenis protozoa yang berspora

Penyakit Parasit Pada Ikan

Parasit adalah organisme yang hidup pada organisme lain dan mendapat keuntungan dari hasil simbiosenya sedangkan inang dirugikan.
Penyakit Parasit adalah Penyakit yang disebabkan oleh organisme pengganggu (parasit).

Cara penularan penyakit parasitik :

  • Melalui air.
  • Melalui kontak atau gesekan secara langsung dengan ikan yang terserang penyakit atau parasit. Penebaran ikan-ikan yang tidak sehat biasanya akan berakibat buruk, terutama jika padat penebaran terlalu tinggi. 
  • Melalui alat-alat yang telah digunakan untuk menangani atau mengangkut ikan-ikan yang terserang penyakit atau parasit. Sebaiknya peralatan yang digunakan untuk menangani atau mengangkut ikan disterilkan dahulu untuk membunuh penyakit atau parasit. 
  • Terbawa oleh ikan, makan atau tumbuhan dari daerah asalnya dan berkembang dengan pesat dikolam yang baru. Pemindahan ikan, makanan alami atau tumbuhan dari suatu perairan yang telah tercemar 

Ciri-ciri ikan terserang parasit :

  • Ikan terlihat pasif, lemah dan kehilangan keseimbangan. 
  • Nafsu makan mulai berkurang 
  • Malas berenang dan cenderung mengapung di permukaan air. 
  • Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba-tiba. 
  • Selaput lendimya berangsur-angsur berkurang atau habis, sehingga tubuh ikan tidak licin lagi (kesat). 
  • Pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan, terutama dibagian dada, perut atau pangkal ekor. 
  • Di beberapa bagian tubuh ikan, sisiknya tampak rusak bahkan terlepas. Sering pula terlihat kulit ikan mengelupas. 
  • Sirip dada, punggung maupun ekor sering di jumpai rusak dan pecah-pecah, pada serangan yang lebih hebat kadang-kadang hanya tinggal jari-jari siripnya saja. 
  • Insang terjadi rusak sehingga ikan sulit untuk bernafas, wama insang menjadi keputih-putihan atau kebiru-biruan.

Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh Parasit :

1. Penyakit Bintik Putih yang disebabkan oleh parasit Ichthyophthirius multifiliis 

Deskripsi umum :

Parasit Ichthyophthirius multifiliis
  • Bercilia sebagai alat penggerak.
  • Bentuk bulat.
  • Menginfeksi permukaan tubuh (antara epidemis, dan dermias) serta insang.
  • Ciri khusus : macronucleusberbentuk seperti tapal kuda.

Tanda Penyakit :

  • Bintik Putih
  • Berenang lambat
  • Tergeletak didasar perairan
Salah satu ikan yang terserang penyakit white spot

Pengendalian :

  • Suhu 28 - 32 derajat celcius.
  • Menggunakan garam dengan dosis 2 kg/m kubik.

2. Penyakit yang disebabkan oleh Chillodonella sp

Parasit Chillodonella sp

Deskripsi umum :

  • Bentuk Lonjong.
  • Menginfeksi permukaan tubuh (antara epidemis, dan dermias) serta insang.

Tanda Penyakit :

  • Gerakan lamban
  • Warna tubuh pucat 
  • Kulit teriritasi
Ikan yang terserang parasit Chillodonella sp

Pengendalian :

Garam 1.000-2.000 ppm selama 24 jam (1.000-2.000 gr/1 m3 air)

3. Penyakit yang disebabkan oleh Monogenea (cacing/lintah)

Parasit Monogenea

Beberapa jenis Monogenea yang sering menginfeksi: Dactylogyrus sp, Gyrodactylus sp.

Deskripsi umum :

Menyerang insang (Dactylogyrus sp dan Gyrodactylus sp) serta permukaan tubuh (Gyrodactylus sp)

Contoh insang ikan yang terserang parasit Monogenea

Tandan Penyakit :

  • Warna tubuh pucat
  • Kondisi ikan lemah
  • Megap-megap

Sumber : Materi Pelatihan Budidaya Perikanan

Semoga Bermanfaat..

Tuesday, March 28, 2023

IKAN BAU TANAH..

 IKAN BAU TANAH

Untuk memenuhi permintaan pasar, kegiatan budidaya perikanan kini semakin gencar dilakukan. Namun, pernahkah Anda merasakan masakan ikan hasil budidaya itu berasa tanah atau berbau lumpur? Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasi bau lumpur  pada ikan itu?

Bau lumpur pasti sangat mengganggu dan merugikan, baik bagi konsumen maupun bagi pembudidaya. Daging ikan yang berbau lumpur ini menyebabkan daging terasa kurang enak dan tidak disukai konsumen. Akibatnya, nilai jual dari ikan hasil budidaya dapat menyebabkan menurunnya pendapatan pembudidaya ikan.

Penyebab bau lumpur

Bau lumpur ditemukan pada beberapa ikan budidaya seperti ikan lele, mas, patin, gurame, nila, dan bandeng. Bau lumpur pada daging ikan atau yang dikenal dengan istilah off-flavours ini disebabkan oleh kondisi perairan yang digunakan untuk budidaya sangat subur.

Dua senyawa kimia yang menjadi penyebab utama bau lumpur pada ikan, yaitu geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB). Kedua senyawa ini merupakan metabolit sampingan yang dihasilkan oleh mikroorganisme terutama dari kelompok alga hijau biru (Cyanophyta) seperti Oscillatoria sp. dan Anabaena sp., fungi (Actinomyces), serta bakteri (Streptomyces tendae).

Senyawa tersebut dalam perairan mudah diserap oleh ikan melalui insang dan masuk ke daging kulit, perut dan usus sehingga menyebabkan bau lumpur pada ikan. Senyawa geosmin menyebabkan ikan berasa lumpur, sedangkan senyawa MIB menyebabkan daging ikan berasa apek.

Cara mengatasi bau lumpur

Upaya yang paling mudah dilakukan untuk menghilangkan bau lumpur pada daging ikan hasil budidaya, yaitu dengan melakukan pemberokan. Pemberokan dilakukan pada air jernih yang mengalir selama kurang lebih 1 minggu. Pemberokan dipercaya dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan bau lumpur pada daging ikan hasil budidaya.

Ikan yang diberok dalam wadah air jernih yang mengalir dipercaya dapat menghilangkan bau lumpur dalam daging ikan. Arus air yang terjadi selama pemberokan menyebabkan oksigen di kolam meningkat dan sisa-sisa metabolisme ikut terbawa arus keluar kolam.

Kondisi kolam pemberokan yang berarus menyebabkan ikan banyak beraktivitas dan melakukan pergerakan otot. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan energi meningkat. Pada ikan yang diberok, kebutuhan energi berasal dari katabolisme lemak dan protein dari dalam tubuhnya. Meningkatnya kebutuhan energi otomatis akan meningkatkan katabolisme lemak dan protein tersebut.

Penyakit Ikan: Jenis, Penyebab, Cara Mencegah Hingga Cara Mengobati

 Penyakit Ikan: Jenis, Penyebab, Cara Mencegah Hingga Cara Mengobati

penyakit ikan

Maret 8, 2021

Masalah KomoditasPerikanan

Dalam membudidayakan ikan dalam skala besar, tentu sangat dipertimbangkan kualitas perawatannya. Salah satu hal yang perlu diwaspadai adanya serangan penyakit ikan, inilah yang menjadi salah satu perlu diantisipasi.

Serangan penyakit ikan ini bisa menyerang jenis ikan budidaya seperti:

  • Ikan nila
  • Ikan gurame
  • Ikan lele
  • Ikan mas
  • Ikan patin

Dan masih banyak lagi jenis ikan yang menyerang ikan budidaya ini. Tidak hanya itu, beberapa jenis ikan hias seperti:

  • Ikan cupang
  • Ikan koi
  • Ikan mas koki
  • Ikan arwana

Serta jenis lainnya memang memiliki ciri-ciri dan cara mengatasi yang berbeda-beda.

Dilansir dari suara.com, saat ini perkembangan industri akuakultur berkontribusi sekitar 44% dalam suplai perikanan dan memperlihatkan tren pertumbuhan yang meningkat sepanjang tahun.

Meski begitu bagi tahap pemula, kerugian ekonomi akibat infeksi penyakit pada industri perikanan akuakultur juga sangat besar.

Maka dari itu sangat diperlukan untuk mendapatkan solusi seperti:

  • Pengendalian lalu lintas ikan atau kepadatan ikan dalam kolam.
  • Perbaikan genetik benih atau indukan
  • Serta perawatan dalam budidaya.

Bagi Anda yang masih tahap masuk bisnis industri perikanan budidaya, tentu sangat wajib mengetahui serangan penyakit untuk meminimalisir kerugian secara ekonomi. Berikut ini penjelasan selengkapnya

Penyebab Penyakit Ikan Budidaya

Perlu diketahui juga, serangan penyakit tidak hanya langsung terlihat dalam satu waktu. Hal tersebut terjadi ada gejala serta penyebabnya yang bisa menyerang imunitas ikan. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Penyebab Penyakit Ikan Oleh Faktor Internal

penyakit faktor genetik ikan
sumber: bertaniorganik.com

Penyebab penyakit ikan akibat faktor internal diakibatkan oleh faktor genentik/keturunan, kelainan saraf, sekresi internal, imunodefisiensi dan metabolic.

Penyebab penyakit oleh faktor internal ini merupakan salah satu penyebab penyakit yang cukup jarang menyebabkan kerugian besar pada usaha budidaya ikan.

2. Penyebab Penyakit Ikan Oleh Faktor Eksternal

Dibandingkan dengan penyakit akibat faktor internal, penyebab penyakit oleh faktor eksternal lebih banyak dijumpai dan seringkali menyebabkan kerugian dalam jumlah besar.

Berikut ini beberapa penyebab penyakit oleh faktor eksternal yang menyebabkan penyakit pada ikan:

Penyakit Non Infeksius Akibat Lingkungan

Penyakit non infeksius akibat lingkungan umumnya berlangsung dengan cepat, dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Penyebab penyakit ini diantaranya adalah:

  • Keracunan akibat meladaknya jumlah populasi plankton, cemaran akibat limbah kimia/limbah industry, ataupun pestisida.
  • Up welling
  • Pemberian pakan yang tidak sesuai dosis (terlalu banyak) dapat menyebabkan keracunan nitrit, dan keracunan ammonia.
  • Akibat polutan yang beracun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr, Cu, Zn, Ni, Co dan Al

Penyakit Akibat Malnutrisi

malnutrisi
sumber: encrypted-tbn0.gstatic.com

Penyakit akibat malnutrisi ini dapat disebabkan oleh kekurangan kekurangan vitamin A, C, B-1, dan asam lemak essensial. Masing-masing mal nutrisi ini dapat menyebabkan penyakit seperti:

  • Kekurangan vitamin A menyebabkan mata menonjol, kebutaan, hingga pendarahan pada kulit dan juga ginjal,
  • Kekurangan vitamin B-1 dapat menyebabkan ikan kehilangan nafsu makan, terjadi pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah
  • Kekurangan asam lemak essensial dapat pigmentasi pada ikan berkurang dan terjadi infiltrasi lemak pada kulit.
  • Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan scoliosis dan lordosis

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin maupun kebutuhan nutrisi lainnya, tentu saja memilih suplemen dengan kualitas yang bagus serta sesuai. Kebutuhan suplemen atau vitamin sangatlah penting dalam skala perawatan pembesaran maupun pembenihan (pengkondisian indukannya).

Penyakit Akibat Kelainan Genetis

Penyakit akibat kelainan genetis dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah akibat perkawinan satu keturunan (inbreeding). Beberapa penyakit yang terjadi akibat pemijahan secara inbreeding adalah:

  • Mudah terkena penyakit akibat infeksi pathogen.
  • Pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh tidak sempurna
  • Pertumbuhan ikan sangat lambat, sehingga menyebabkan bantet/kontet.

Penyakit Akibat Infeksi

penyakit jamur pada ikan
sumber: lisa.id

Penyakit akibat infeksi ada begitu banyak dan beragam. Namun, secara garis besar, penyakit akibat infeksius ini disebabkan oleh patogen yang dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu :

  1. penyakit jamur
  2. penyakit parasit
  3. penyakit bakteri
  4. penyakit virus

Jenis Penyakit Ikan Dalam Budidaya

Secara garis besar, Anda harus mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh 4 kelompok diatas. Lalu apa saja yang perlu diketahui mengenai jenis penyakit dan cara pencegahan yang tepat, berikut penjelasannya:

1. Bercak Putih(White Spot)

penyakit bercak putih
sumber: bulelengkab.go.id

Bercak putih atau bintik putih sering disebut sebagai white spot atau “Ich”. Penyakit bercak putih ini bersifat obligat parasitic, dan pada sangat ganas.

Akibat serangan penyakit ini, ikan dalam satu kolam dapat mati seluruhnya (100%) hanya dalam waktu beberapa hari saja. Oleh sebab itu, penyakit ini sangat ditakuti oleh petambak, karena merupakan jenis penyakit ikan ait tawar yang paling mematikan.

Penyebab Penyakit Bercak PutihIchthyophthirius multifiliis atau “Ich”. Biasanya menyerang ikan budidaya air tawar seperti ikan lele, ikan nila, gurame dan jenis lainnya. Selain itu juga menyerang ikan hias seperti ikan cupang, ikan koi, louhan dan jenis lainnya.

Gejala klinis Penyakit Bercak Putih:

  1. Gelisah
  2. Nafsu makan menurun
  3. Terjadi perubahan perilaku, karena sering menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya
  4. Cara bernafas megap-megap.
  5. Menyukai aliran masuk nya air.
  6. Tampak bintik-bintik putih di sirip, kulit atau insang akibat parasir.

Cara Pencegahan Penyakit Bercak Putih:

  1. Pertahankan suhu air pada angka ≥ 29o C.
  2. Lakukan pergantian air secara berkala
  3. Berikan suplemen yang mengandung bakteri apatogen, sehingga dapat mencegah perkembangan pathogen, seperti Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan secara berkala. Dosis yang dianjurkan adalah 6 ml/m2, dan ulangi setiap 10 hari.

Cara Mengobati Ikan Sakit White Spot:

  1. Pindahkan ikan yang sehat ke air bersih, dan pisahkan dengan ikan yang telah terinfeksi.
  2. Ikan yang terinfeksi white spot dengan tingkat prevalensi dan intensitas yang rendah, dapat dilakukan pengobatan dengan perendaman menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.
  3. Fungsi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan bukan untuk mengobati secara menyeluruh namun untuk meminimalisir ikan yang terserang maupun ikan yang menunjukkan gejala.

Berdasarkan ulasan diatas, penyakit white spot ini memang membutuhkan perlakuan yang khusus agar dapat mengkarantina dan tidak menyebabkan satu kolam terkena. Untuk itu dibutuhkan ulasan lebih lengkap berikut mengenai Penyakit Bercak Putih (White spot).

2. Aeromonas Atau Penyakit Merah (Motile Aeromonas Septicemia)

penyakit aeromonas
sumber: perikanan38.blogspot.com

Penyakit aeromonas merupakan jenis penyakit ikan air tawar yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila yang dapat menyerang ikan di semua rentang usia. Berikut ini penjelasan tentang penyakit aeromonas,

Penyebab Penyakit Merah :

  • Infeksi Aeromonas hydrophila
  • Dipicu oleh kondisi stress yang disebabkan oleh kepadatan tinggi, malnutrisi, perawatan yang
  • kurang baik, kualitas air yang buruk, serta fluktuasi suhu air yang ekstrim.
  • Kondisi lingkungan yang terus memburuk dapat menyebabkan kematian hingga 100%

Gejala Klinis Penyakit Merah:

  • Nafsu makan berkurang.
  • Warna tubuh kusam/gelap.
  • Suka berkumpul di dekat saluran pembuangan,
  • Kulit tampak kasat, dan terdapat ekses lendir.
  • Terjadi perdarahan pada pangkal sirip, ekor, sekitar anus dan beberapa bagian tubuh lain.
  • Sisik luka hingga terlepas, terdapat luka di sekitar mulut, dan bagian tubuh lain.
  • Terjadi dropsy yang ditandai perut membengkan dan lembek berisi cairan merah kekuningan.
  • Onfeksi parah menyebabkan ikan lemas dan mati.

Pencegahan Penyakit Merah:

  • Lakukan perendaman benih menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.
  • Lakukan vaksinasi anti aeromonas (HydroVac).
  • Lakukan desinfeksi sarana budidaya pada sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan
  • Tambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung immunostimulan, serta multivitamin secara rutin selama pemeliharaan
  • Hindari penyebab stress (fisik, kimia, biologi)
  • Jaga dan perbaiki kualitas air secara keseluruhan, utamanya dengan mengurangi kadar bahan organik terlarut pada air.
  • Lakukan penggantian air baru secara berkala/
  • Selalu lakukan pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan pathogen)

Cara Mengobati Ikan Sakit Aeromonas:

Berikut ini video mengenai penyakit aeromonas yang diulas oleh tim ahli perikanan GDM:

https://www.youtube.com/embed/crZoanPHuC8?autoplay=1

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab aeromonas.

Fungsi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan bukan untuk mengobati secara menyeluruh namun untuk meminimalisir ikan yang terserang maupun ikan yang menunjukkan gejala.

3. Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

Pseudomoniasis merupakan jenis penyakit ikan air tawar, laut maupun payau yang dapat menyebabkan kerugian besar. Sebab, penyakit ini dapat mengakibatkan kematian dalam waktu cepat dan dalam jumlah besar.

Penularan penyakit pseudomoniasis ini dapat melalui lingkungan atau kontak langsung dengan ikan yang sakit. Utamanya, serangan penyakit ini bisa sangat mudah jika ikan dalam kondisi rentan atau lemah akibat lapar, suhu yang terlalu dingin, atau kondisi air tidak baik.

Penyebab Penyakit PseudomoniasisPseudomonas spp.

Gejala Klinis  Penyakit Pseudomoniasis:

  • Ikan menjadi lemah dan pergerakannya lambat.
  • Nafas megap-megap dan sering ke permukaan air.
  • Warna insang pucat
  • Warna tubuh berubah gelap.
  • Didapati bercak-bercak merah pada bagian kulit/sisiknya.
  • Terjadi kerusakan pada sirip, insang dan kulit
  • Timbul lendir berlebihan, lalu timbul perdarahan
  • Sirip dan ekor membusuk, kemudian rontok.
  • Terjadi perdarahan pada perut ikan, kemudian menjadi menjadi kembung (dropsy).

Pencegahan Penyakit Pseudomoniasis:

  • Hindari terjadinya stress (fisik, kimia, biologi)
  • Jaga kualitas air secara keseluruhan, utamanya kurangi kadar bahan organik terlarut.
  • Berikan pakan dalam jumlah yang sesuai dosis (jagnan berlebihan/kekurangan)
  • Lakukan pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan, lingkungan dan patogen)
  • Isi kolam dengan kepadatan yang dianjurkan (jangan terlalu padat).

Cara Mengobati Ikan Sakit Pseudomoniasis:

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab pseudomoniasis.

Fungsi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan bukan untuk mengobati secara menyeluruh namun untuk meminimalisir ikan yang terserang maupun ikan yang menunjukkan gejala.

4. Trichodiniasis atau Penyakit Gatal

Penyakit gatal pada ikan ini menyerang semua benih ikan. Baik menjadi penyakit ikan air tawar, penyakit ikan hias, bahkan ikan air payau. Penyakit ini menyerang organ kulit, sirip, dan insang yang baru saja menetas, hingga ikan berumur 1 bulan.

Akibat serangan penyakit gatal ini, banyak ikan yang mengalami kematian. Persentase kematian dapat mencapai 50 %.

Penyebab Penyakit Gatal: Trichodina spp., Trichodinella spp., dan Tripartiella spp.

Gejala Klinis Penyakit Gatal:

  • Warna tubuh pucat.
  • Nafsu makan menurun
  • Ikan tampak kurus.
  • Gelisah dan lamban
  • Ikan menjadi sering menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya, karena sisiknya terasa gatal.
  • Megap-megap dan sering meloncat-loncat
  • Terjadi kerusakan sirip, sehingga tampak menguncup atau rontok

Pencegahan Penyakit Gatal:

  • Pertahankan suhu air pada angka ≥ 29o C
  • Kurangi kadar bahan organik terlarut pada air.
  • Lakukan penggantian air secara rutin.
  • Berikan pakan sesuai dosis (jangan berlebihan).

Cara Mengobati Ikan Sakit Gatal:

Rendam ikan yang terinfeksi dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yang mengandung bakteri apathogen. Sehingga dapat menyerang bakteri pathogen penyebab sakit gatal.

Fungsi Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan bukan untuk mengobati secara menyeluruh namun untuk meminimalisir ikan yang terserang maupun ikan yang menunjukkan gejala.

5. Argulosis

penyakit ikan
sumber: ndkbluefin.wordpress.com

Argulosis atau kutu ikan penghisap darah umum dijumpai sebagai penyakit ikan air tawar budidaya maupun penyakit ikan hias pada air tawar. Akibat dari serangan kutu ikan ini, ikan bisa mengalami kekurangan darah, bahkan bisa mati.

Cara penyerangan Argulus sp. ini adalah dengan melukai tubuh ikan dengan bantuan enzyme cytolytic. Kutu ikan umumnya menyerang kulit dan di bawah tutup insang ikan.

Penyebab Penyakit Argulosis: Argulus sp.

Gejala Klinis Penyakit Argulosis:

  • Sama halnya dengan kutu pada manusia, kutu ikan juga bisa dilihat secara kasat mata menempel pada tubuh ikan.
  • Akibat serangannya, dapat terjadi pendarahan disekitas tempat gigitannya.
  • Ikan mengalami iritasi kulit dan tampak sering menggosok-gosokkan badannya ke benda keras disekitarnya.
  • Tampak berenang zig-zag dan mengalami kehilangan keseimbangan.
  • Sering melompat ke permukaan.

Pencegahan Penyakit Argulosis:

  • Lakukan pengeringan dasar kolam secara benar.
  • Taburkan Granule Bio Organik GDM SaMe pada saat setelah kolam/tambak dikeringkan dengan dosis 50 gram/m2, lalu masukkan air setinggi 30 cm.
  • Larutkan 6 gram/m2 GDM Black BOS dengan air, kemudian siramkan ke air kolam.
  • Pengaplikasian Granule Bio Organik GDM SaMe dan GDM Black BOS saat persiapan kolam sangat efektif dalam membasmi kutu ikan serta bakteri, jamur dan virus penyebab penyakit pada ikan.

Cara Mengobati Ikan Sakit Akibat Kutu Ikan:

Tambahkan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan kedalam kolam untuk membasmi kutu ikan yang menyerang serta meningkatkan sistem imun pada ikan. Dengan pengaplikasian secara rutin, kutu ikan akan mati, dan ikan dapat cepat sembuh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Meminimalisir Serangan Penyakit Ikan

1. Menjaga kebersihan air kolam, dengan memperhatikan kualitas pH dan warna air. Kualitas air kolam juga terkendali dengan adanya bau amoniak yang dapat memunculkan serangan penyakit.

2. Menjaga padat tebar ikan, menjadi hal utama yang dilakukan oleh pembudidaya ikan air tawar maupun ikan hias.

Maka disarankan dapat menghitung kebutuhan benih dalam satu kolam, sehingga pada tahap perawatan dapat meminimalisir serangan penyakit.

3. Memberikan pakan sesuai dosis dan kebutuhan. Sebab setiap ikan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, serta teknis perawatan yang tepat.

4. Mempelajari gejala atau serangan penyakit dari ikan yang dibudidayakan. Walaupun setiap ikan memiliki teknis perawatan yang sama namun perlakuan serangan penyakit dari setiap ikan juga bnerbeda.

Anda bisa mengetahui beberapa referensi yang diulas oleh tim ahli perikanan kami berikut ini:

Pada poin diatas Anda bisa mempelajari masing-masing penyakit ikan mulai dari gejala sampai cara mengobati.

5. Menunjang kesehatan ikan dengan mengaplikasikan probiotik ikan atau suplemen maupun vitamin. Ada beberapa kriteria yang harus didapatkan dalam memilih suplemen ikan salah satunya:

  • Meningkatkan sistem imun ikan.
  • Mengandung bakteri apathogen untuk meminimalisir penyakit.
  • Mengandung multivitamin lengkap.
  • Menjadi kombinasi tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pakan ikan.
  • Terbuat dari bahan organik bahkan 100% organik yang berdampak bagus untuk kesehatan ikan.

Beberapa poin diatas bisa didapatkan dalam satu suplemen yang memiliki kandungan yang dibutuhkan ikan budidaya pada umumnya.

Seperti halnya yang dijelaskan pada video berikut:

Penggunaan produk GDM yaitu salah satunya Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk meminimalisir serangan penyakit ikan yang sangat merugikan.

Tidak hanya mengaplikasikan suplemen saja, namun juga diperlukan komposisi pemupukan kolam atau persiapan kolam sebelum budidaya.

Maka kombinasi produk organik salah satunya untuk menunjang kualitas usaha budidaya ikan dalam skala besar.

Tak mau sampai merugi dulu bukan? pastikan Anda melakukan konsultasi secara tepat dengan tim ahli perikanan kami melalu tombol dibawah ini:

Share:

Dyah sunaring fitri S. PiAuthor

Spesialis Bidang Aquaculture Parasit dan Penyakit pada Ikan & Udang.

Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR

 Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR Malam  memang kurang cahaya sehingga terkadang menyulitkan untuk mengambil foto, apapun jenis ...