Biovitagen mengandung nutrisi berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan udang seperti asam-asam amino essensial, carophyl pink 8%, multivitamin, lecithine, colesterol, trace elemen serta anti stress ingredients.
Keunggulan :
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang untuk melawan penyakit
Meningkatkan survival rate (SR) atau angka kehidupan rata-rata
Meningkatkan laju pertumbuhan, mempercepat penyembuhan penyakit
Membantu proses moulting (ganti kulit), menjaga agar pembentukan kulit berjalan normal
Mengatasi stress yang disebabkan oleh perubahan cuaca, pergantian pakan, transportasi serta pemberian therapi
Memenuhi kebutuhan mikro nutrisi untuk udang
Memiliki aroma yang kuat, hingga merangsang nafsu makan udang
Menjaga agar tubuh udang padat berisi (tidak gembos)
Untuk Meningkatkan Survival Rate (SR) : Saat penebaran benur, taburkan lebih dulu 0,5 ppm Bio-Vitagen ke dalam petakan tambak, sebelum benur dilepaskan.
Untuk Anti stress : Saat udang mengalami stress (akibat pergantian air, therapi obat-obatan, perubahan cuaca, transportasi, dll) ditandai mengambangnya udang ke permukaan/ menempel di pinggir pematang.
Taburkan 0,5 ppm Biovitagen supaya dapat langsung diserap oleh udang untuk menghindari kematian sehingga perlu diaplikasi terutama di sekitar udang mengambang. Setelah itu baru dilakukan pergantian air atau aplikasi obat-obatan.
Untuk meningkatkan pertumbuhan : Campurkan Biovitagen ke dalam pakan sebanyak 3 gr/kg pakan. Diberikan 2x sehari sampai panen.
Untuk meningkatkan daya tahan udang Untuk meningkatkan antibodi udang terhadap penyakit, sebaiknya diberikan 5 gr Biovitagen per kg pakan. Diberikan 2x sehari (sore dan malam hari) selama beberapa hari. Setelah nafsu makan udang pulih, dosis bisa dikurangi menjadi 2-3 gr/kg.
Cara mencampur ke pakan : Biovitagen dilarutkan dengan air secukupnya (200 ml/ kg pakan) lalu dibibis merata ke dalam pakan, biarkan 15 – 20 menit (jgn terkena sinar matahari) sampai benar-benar meresap.
Probiotik Biovisi Thio-Rhodo merupakan probiotik untuk kolam/tambak ikan dan udang, untuk membantu menetralkan racun H2S, mengoksidasi ion Fe penghambat pertumbuhan, mencegah penyakit white feses deases pada udang.
Thio-Rhodo adalah produk probiotik gabungan dari Thiobacillus dan Rhodobakter Sp. yang hidup di dasar kolam yang bersifat anaerob dan Rhodobacter capsulatus, Rhodopseudomonas palustris untuk menguraikan bahan organik, Amoniak, sisa pakan dan kotoran udang pada air tambak.
Sehingga sangat cocok digunakan untuk air dan bioremediasi pada lapisan lumpur dasar kolam dimana laju penguraian sangat lambat akibat oksigen tidak dapat menembus lapisan lumpur dasar kolam.
Thio-Rhodo bermetabolisme dengan cara Chemo-autotroph tanpa mengkonsumsi oksigen tetapi dengan memanfaatkan senyawa nitrat, sulfur, ion besi 3+ sebagai sumber energinya.
Manfaat : Menetralkan racun H2S Mengoksidasi ion Fe penghambat pertumbuhan ikan/udang. Mencegah penyakit white feses deases pada udang. Aplikasi produk ini sangat bermanfaat untuk penguraian Amoniak, bahan organik, kotoran udang dan sisa pakan ditambak dan menetralisir gas-gas beracun seperti NH3, H2S, dan zat besi tanpa mengurangi oksigen dasar kolam dan mencegah udang terserang MIO dan WFD.
Aturan pemakaian : Tahap persiapan : berikan 0,2 ppm atau 5 kg/ Ha Tahap awal : berikan 0,2 ppm per 10hari kg/ Ha Tahap lanjutan : berikan 0,3 ppm per 5 hari 3 kg/ Ha
Cara Aplikasi :
Larutkan Thio-Rhodo dengan air secukupnya dan disiram ke tambak secara merata untuk tujuan penguraian Amoniak, bahan organik, kotoran udang dan sisa pakan ditambak. Untuk mengatasi penumpukan amoniak, nitrat, senyawa H2S di lapisan lumpur/ dasar tambak, maka Thio-Rhodo bisa dicampur dengan tepung kanji dan air, dibentuk seperti pentol yang di dalamnya diisi pemberat seperti kerikil untuk bisa ditempatkan di dasar tambak sesuai keinginan.
Air kolam yang kurang bagus, bisa ditingkatkan dengan Thio-Rhodo
Prolaczyme merupakan produk kombinasi probiotik dan enzim yg diformulasikan sebagai bahan tambahan pada pakan ikan dan udang. Prolaczyme berguna untuk menjaga kesehatan pencernaan udang dan ikan serta membantu meningkatkan daya cerna komponen pakan.
Memperbaiki sistem pencernaan, membantu proses pencernaan, memperbaiki dasar kolam secara anaerob, menghambat perkembangan bakteri pathogen, mencegah dan mengobati berak putih.
Mengandung bakteri enzim yang membantu efisiensi daya cerna ikan, agar semua nutrisi terserap oleh usus
Mempercepat pertumbuhan ikan dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
MANFAAT BioVisi Lacto berisi bakteri dari strain lactobacillus, yang mampu hidup dalam usus udang/ikan membentuk mocus yang membantu menguraikan pakan sehingga nutrisi dalam pakan lebih banyak yang terserap usus udang/ikan sehingga lebih cepat besar.
ATURAN PAKAI
Dosis pemakaian Probiotik Lacto (kuning) adalah ½-1 tutup/1 kg pakan
Caranya : siapkan pakan untuk kebutuhan satu hari Misalnya 10 kg pakan untuk sehari Siapkan 5-10 tutup (50-100 cc) dicampur dengan air secukupnya Siramkan secara merata ke pakan, lalu di aduk supaya menyerap keseluruh pakan. Penambahan air adalah untuk mempermudah pencampuran Penambahan air jangan melebihi 10% berat pakan Biarkan/dikering anginkan supaya meresap kedalam pakan Setelah meresap, pakan siap diberikan ke ikan Sisa pakan bisa disimpan sampai 48 jam, selebihnya tidak disarankan karena protein dan lemak yang terkandung dalam pakan bisa berubah menjadi asam amino (kalau kadar air melebihi 10%) Mampu mengingkatkan keaktifan dan nafsu makan ikan Diaplikasi dengan cara dibibis ke dalam pakan sebelum diberikan ke udang/ikan.
Merupakan kumpulan bakteri non pathogen alamiah yang telah diseleksi untuk mengatasi masalah polusi perairan di dasar kolam ikan. Mampu memperbaiki kualitas air dengan cara mengurangi polutan terlarut (BOD, menghilangkan bau air kolam, Ammoniak, H2S) dan menghindari blooming plankton dan pertumbuhan klekap/ lumut sutra Mampu meningkatkan jumlah dan kualitas Oksigen terlarut (DO) dalam air Mampu mengurangi dominasi bakteri pathogen (vibrio sp) Ikan akan nyaman di dasar kolam karena terpenuhinya oksigrn terlarut shg terhindar dari penyakit yg disebabkan jamur.
Perubahan fase sisa pakan
Aturan Pakai dan Tata Cara Penggunaan Probiotik BiovisiNITRO
I. Untuk Kolam Ikan Lele, Nila, Gurame, Patin 1. Kolam Terpal, Beton 1.1. Kolam Kosong (belum diisi benih ikan)
Untuk ukuran kolam 3mx4m - 4mx6m atau kurang lebih.
2 gelas aqua (+/- 400 ml probiotik biovisi NITRO dilarutkan dalam 5 - 10 liter air kolam) didalam sebuah wadah mis. ember. Dikocok supaya larutnya merata, kemudian disiram secara merata diatas permukaan air kolam.
Jika berhasil, Setelah 2 - 3 hari, warna air akan berubah menjadi agak kehijauan dan kemungkinan sudah tumbuh plankton yang menyerupai jentik nyamuk (tapi warna putih) dan berada di dasar kolam, saatnya benih ikan ditebar. Kerapatan ikan disesuaikan dengan kebiasaan. Dan setelah pengalaman dengan probiotik bisa meningkatkan kerapatan ikan.
Untuk perawatan kualitas air, setiap 2-3 hari, harus ditambah air untuk mengganti air yang hilang lewat evaporasi (penguapan) atau juga misalnya ada kebocoran.
Untuk penggantian air, maksimal 20% untuk mengurangi stress ikan.
Pemberian probiotik diulangi setiap 1 minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua.
1.2. Kolam Berisi Ikan
1 gelas aqua (+/- 200 ml probiotik biovisi biru) bisa dilarutkan dalam wadah dengan air atau langsung karena kolam sudah berisi ikan sehingga sudah memungkinkan untuk bercampur dengan air kolam.
Jika berhasil, setelah 3-4 hari warna air akan menjadi agak kehijauan, lumut2 kolam bersih (karena lumut akan naik ke permukaan kolam dan dimakan ikan) atau terbuang dengan pembuangan atas kolam.
Penggantian air disesuaikan dengan kondisi ikan, karena kalau kondisi air kolam sudah termasuk pekat oleh kotoran ikan dan amoniak, kemungkinan dalam 3 hari perkembangan bakteri belum mampu menguraikan kotoran ikan dan memakan ammoniak. Sehingga dibutuhkan kejelian peternak untuk mengambil keputusan mengganti air kalau kondisi ikan sudah mulai melemah. Tanda yang paling seringk, ikan menggantung di permukaan air dan bergerombol.
Tetapi jika kondisi ikan nyaman berenang dalam kolam (tidak banyak yang nongol ke permukaan) dan tidak banyak buih air, maka pemberian probiotik sudah benar.
Untuk perawatan air, pemberian probiotik diulangi setiap minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua ditebar merata di permukaan air kolam.
PROBIOTIK YANG MENGANDUNG BACILLUS SUBTILIS NATTO : MENGHASILKAN EXOENZYME (PROTEASE, AMYLASE, LIFASE, LACTASE, HEMICELLULASE) YANG SANGAT BERPERAN DALAM PENGURAIAN LIMBAH ORGANIK LARUT DI AIR DAN TERENDAP DI DASAR TAMBAK. JUGA BERPERAN DALAM MEMECAH NUTRISI (PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT) MENJADI MOLEKUL KECIL, YANG MUDAH DISERAP OLEH USUS UDANG/ IKAN.
MANFAAT : MENGHANCURKAN LIMBAH ORGANIK (FECES UDANG/ IKAN, SISA PAKAN, BANGKAI PLANKTON, KLEKAP, LUMUT), MENGURANGI TIMBULNYA GAS BERACUN (AMONIAK, NITRIT, H2S, METANA), MENSTABILKAN KUALITAS AIR & MENCEGAH RUSAKNYA DASAR TAMBAK/ KOLAM, MENGENDALIKAN BLOOMING PLANKTON & MEMPERLAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT, MEMPERCEPAT PEMBENTUKAN & STABILITAS FILTER BIOLOGIS, MENGURANGI BOD (BIOCHEMICAL OXYGEN DEMAND)
MANFAAT BIOVISI MULTI CAIR (PROBIOTIK SEL MULTI) • MENGAMANKAN TANAH DASAR TAMBAK/ KOLAM DARI BAU, MEMBERI RASA AMAN BAGI UDANG • FERMENTASE ORGANIK FERTILIZER (TEPUNG IKAN, DEDAK, KATUL, AMPAS BIJI TEH/ TEA SEED CAKE) • MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN UDANG BILA DICAMPUR BERSAMA PAKAN • MENGURANGI BAHKAN HAMPIR TAK MEMBUTUHKAN LAGI BAHAN KIMIA, OBAT-OBATAN DI TAMBAK INTENSIF. • BIO MULTI CAIR MENGGANTIKAN PERANAN OBAT TERSEBUT DENGAN KEKUATAN ALAMIAHNYA. CARA PENGGUNAAN/ APLIKASI : UNTUK KOLAM IKAN UNTUK PERSIAPAN AWAL SEBELUM TEBAR, ISI AIR KOLAM (TANAH, TERPAL/ BETON) DENGAN TINGGI AIR 60-80 CM UNTUK KOLAM TERPAL/ BETON. 100-140 CM UTK KOLAM SAWAH.
FERMENTASE BIOVISI MULTI CAIR DENGAN CARA : A. SIAPKAN JERICAN ISI AIR 25 LITER (BISA MENGGUNAKAN DRUM JIKA KOLAM YANG AKAN DIAPLIKASI LEBIH LUAS SUPAYA LEBIH HEMAT). B. MASUKKAN MOLASE 300 GRAM DAN DIADUK C. MASUKKAN KAPTAN/DOLOMIT 200 GRAM DAN DIADUK D. MASUKKAN GARAM KROSOK 200 GRAM DAN DIADUK E. MASUKKAN BIOVISI MULTI CAIR 500 ML ATAU 0,5 LITER DAN DIADUK. F. TUTUP DAN BIARKAN 3 X 24 JAM BARU SIAP DIAPLIKASI KE AIR KOLAM G. TUTUP TIDAK PERLU RAPAT, SUPAYA GAS HASIL OKSIDASI MASIH BISA KELUAR. DAN JIKA MEMBUTUHKAN WAKTU LEBIH CEPAT BOLEH MENGGUNAKAN AERATOR DAN 1 X 24 JAM SUDAH SIAP UNTUK DIGUNAKAN.
CARA PENGGUNAAN : AMBIL FERMENTASE BIOVISI 1 LITER DAN DICAMPUR DENGAN AIR 2 LITER, DIADUK DAN DISIRAM UNTUK 1 KOLAM DENGAN LUAS MAKSIMAL 20M2. JIKA KURANG DARI 10M2 MAKA CUKUP DICAMPUR AIR 1 LITER. DEMIKIAN SETERUSNYA UNTUK PERBANDINGAN. (JANGAN TAKUT KELEBIHAN DOSIS, KARENA IKA BELUM MASUK TIDAK ADA RESIKO KEMATIAN IKAN). SEDANGKAN UNTUK MEMPERSIAPKAN PAKAN ALAMI, PEMBENTUKAN PLANKTON AKAN LEBIH MAKSIMAL KARENA PEMBERIAN BIOVISI SUDAH DOSIS TINGGI. SELANJUTNYA, AIR KOLAM DIBIARKAN 1 MINGGU SETELAH APLIKASI DENGAN MAKSUD UNTUK MEMBERI WAKTU BAKTERI BEKERJA MENGURAIKAN BAHAN ORGANIK, AMONIAK DALAM AIR UNTUK MEMBENTUK PLANKTON. BIASANYA PADA HARI KE 3 ATAU KE 4, SUDAH MULAI MUNCUL WARNA SEMU HIJAU AIR DAN BANYAK JENTIK NYAMUK DI PERMUKAAN AIR. INI ADALAH INDIKATOR BAHWA AIR SUDAH MULAI ORGANIK DAN STABIL, SEHAT UNTUK DIMASUKI BIBIT. TAPI SEBAIKNYA BIBIT MASUK PADA HARI KE 7 DARI MULAI APLIKASI. BIBIT YANG MASUK DIPUASA 1 X 24 JAM, UNTUK MEMAKSA IKAN MEMAKAN PAKAN ALAMI YANG SUDAH ADA DI KOLAM SEPERTI JENTIK NYAMUK DAN ZOOPLANKTON. TUJUANNYA UNTUK MEMBERI WAKTU ADAPTASI IKAN TERHADAP KONDISI AIR YANG BARU DAN KONSUMSI PAKAN ALAMI AKAN MEMBERI IMUNITAS/ DAYA TAHAN TUBUH IKAN YANG LEBIH BAGUS. SELANJUTNYA SETELAH 1 X 24 JAM, IKAN BOLEH DIBERI PAKAN DENGAN DOSIS SESUAI JUMLAH IKAN. TETAPI KALAU IKAN BELUM LAHAP MAKANNYA, JANGAN DIPAKSA HARUS HABIS DOSIS PAKAN HARIAN, KARENA ADA KEMUNGKINAN IKAN MASIH KENYANG DARI PAKAN ALAMI. UNTUK PERAWATAN SELANJUTNYA, APLIKASI SISA FERMENTASE SETIAP 2 HARI PADA PAGI HARI SEBELUM DIPAKANI. LAKUKAN SAMPAI 4 ATAU 5 KALI BERTURUT TURUT SEMBARI MELIHAT PERKEMBANGAN. JIKA ADA GEJALA IKAN NAIK KE PERMUKAAN DAN BAU SEPERTI SAYUR BUSUK, KEMUNGKINAN ADA LAPISAN BAHAN ORGANIK DI DASAR KOLAM YANG TIDAK TERURAI BAKTERI. UNTUK MENGATASINYA, CUKUP LAKUKAN PENGADUKAN DENGAN ALAT KAYU YG DIUJUNGNYA DIIKAT KAIN, DASAR KOLAM DIADUK SUPAYA LAPISAN BAHAN ORGANIK TERSEBUT BISA NAIK, AIR MENJADI KERUH DAN AKAN LEBIH MUDAH DIURAIKAN OLEH BAKTERI KARENA SUDAH AEROB. SIPON ( PEMBUANGAN AIR DAN KOTORAN DI DASAR USAHAKAN JANGAN DILAKUKAN SAMPAI UMUR IKAN 10 HARI). TUJUANNYA SUPAYA PROSES PEMBENTUKAN EKOSISTEM AIR BAIK PH, SUHU, PLANKTON DAN PAKAN ALAMI TIDAK TERGANGGU. TETAPI JIKA DIMUNGKINKAN TURUN HUJAN, BUAT KONTROL ATAS AIR SEHINGGA AIR HUJAN YANG MASUK AKAN LANGSUNG TERBUANG DAN TIDAK SAMPAI MERUSAK PARAMETER AIR YANG SUDAH TERBENTUK. JIKA SETELAH 10 HARI TERLIHAT AIR SUDAH HIJAU, IKAN NYAMAN DI DASAR DAN HANYA NAIK KALAU DIBERI PAKAN, MAKA TETAP LAKUKAN PENGADUKAN SECARA TERATUR 1-2 KALI SEHARI DAN JIKA KONDISI ATAU BAU AMONIAK TERLALU PEKAT, SILAHKAN LAKUKAN SIPON DENGAN CARA MEMBUANG 10-20% AIR BAWAH DAN LAPISAN BAHAN ORGANIK DI DASAR KOLAM, KEMUDIAN GANTI AIR YANG TERBUANG, DAN APLIKASI LAGI DENGAN BIOVISI. APLIKASI INI TIDAK HARUS DIFERMENTSE DULU, KARENA DI DALAM AIR SUDAH ADA BAKTERI BIOVISI, SEHINGGA CUKUP HANYA MENCAMPUR 50 ML BIOVISI DALAM 10 LITER AIR, ADUK SAMPAI LARUT DAN SIRAM MERATA KE KOLAM MAKSIMAL UKURAN 20 M2
PENGGUNAAN BIOVISI MULTI CAIR UNTUK PAKAN, BISA DILAKUKAN SEPERTI INI : A. SIAPKAN JERIGEN/ TOR ISI AIR 25 LITER. B. MASUKKAN MOLASE 500 GRAM ATAU 400 ML DAN DIADUK C. MASUKKAN KAPTAN/ DOLOMIT 200 GRAM DAN DIADUK D. MASUKKAN GARAM KROSOK 200 GRAM DAN DIADUK E. MASUKKAN 3 BUTIR RAGI TAPE (DIGILING HALUS DULU) F. MASUKKAN BIOVISI MULTI CAIR 500 ML ATAU 0,5 LITER DAN DIADUK. TUTUP SECARA ANAEROB (TIDAK BOLEH MASUK UDARA) DAN UNTUK PENGAMBILAN BISA MENGGUNAKAN KRAN YANG DIPASANG DISAMPING BAWAH JERIGEN/ DRUM. DAN BIARKAN 7 X 24 JAM BARU SIAP DIAPLIKASI
CARA APLIKASI : A. AMBIL 1 LITER FERMENTSE DAN DITAMBAH AIR 1 LITER, DIADUK. B. CAMPURAN 2 LITER DIATAS BISA DIGUNAKAN UNTUK 10 KG PAKAN KEMUDIAN LARUTAN FERMENTASI DITUTUP LAGI SECARA ANAEROB SELAMA 1 X 24 JAM. C. SETELAH 24 JAM BARU DIKERING-ANGINKAN SEBENTAR UTK MENGUAPKAN BAU GAS NYA, KEMUDIAN DIBERIKAN KE IKAN. D. CUKUP 1 X 1 HARI PEMBERIAN PAKAN YANG DIFERMENTASE, IKAN AKAN SEHAT, LAHAP, PERTUMBUHAN CEPAT DAN SEHAT UNTUK DIKONSUMSI. E. SISA FERMENTASE PALING LAMA BISA DIPAKAI DALAM 1 BULAN, SELANJUTNYA DIBUAT LAGI
CATATAN. BIOVISI MULTI CAIR DISIMPAN DI TEMPAT SEJUK, HINDARKAN DARI SINAR MATAHARI LANGSUNG DAN JANGAN DICAMPUR PEMAKAIANNYA DENGAN BAHAN KIMIA ATAUPUN ANTIBIOTIK (BKC, FORMALIN, MALACHITE GREEN, OTC, TETRACYCLINE, KMNO4, IODINE). KEMASAN : BOTOL 1 LITER DAN JERICAN 5 LITER
I. Bahan pakan pellet ikan, belum tentu berasal dari bahan yang baik dan mengandung nutrisi yang tinggi.
Contoh :
1. Dedak padi
Saat ini, tidak ada dedak padi yang bagus, yang umum ditemui adalah dedak dan sekam digiling bercampur dedak, sehingga meskipun unsur gisinya cukup tetapi daya cernanya sangat rendah (kandungan serat terlalu tinggi), apalagi jika diberikan ke ikan yang pencernaannya tidak sama dengan unggas, kambing atau sapi.
2. Dedak jagung
Demikian juga dengan dedak jagung, adalah campuran jagung dan tongkolnya yang ikut digiling.
Tentu saja tongkol jagung ini hanyalah limbah yang kaya akan serat kasar dan sellulosa maupun kitin dan lignin yang sulit dicerna oleh ikan.
3. Tepung bulu
Ada juga pabrik pakan yang memanfaatkan tepung bulu untuk bahan pakan pellet ikan, padahal bulu adalah bahan yang sulit dicerna dan diserap usus ikan (bukan pakan alami ikan), meskipun kandungan proteinnya tinggi, akan sia sia saja.
4. Tepung ikan
Tepung ikan adalah bahan pakan yang sangat penting karena mengandung protein tinggi.
Tetapi karena 80% tepung ikan berasal dari cara impor, maka harganya cukup tinggi dan harus beli dalam jumlah besar dengan pembayaran menggunakan mata uang dollar (akan naik sesuai kenaikan harga dollar).
Tentu saja ini sangat membebani perusahaan, sehingga salah satu solusinya adalah menggunakan tepung ikan produksi lokal.
Tepung ikan lokal terkenal kurang bagus karena biasanya berasal dari ikan rucah yang dagingnya sedikit, kepalanya besar durinya banyak, tulangnya banyak dan sisiknya juga banyak, sehingga kandungan proteinnya rendah dan daya cernanya juga rendah.
Apalagi jika tepung ikan itu berasal dari :
- kepala ikan dan limbahnya
- kepala udang
II. Mengingat fakta bahan baku pakan adalah seperti yang di atas itu (meskipun ada juga yang menggunakan bahan baku yang lebih baik)
Maka perlukah probiotik digunakan ke pakan?
Fakta lainnya
Cobalah kasih makan ikan pada jam 16 sore. Satu kali saja dalam satu hari, pemberian pakan (puasa sehari).
Besoknya, setelah 24 jam, pada jam 16 sore juga, ambil salah satu ikan.
Potong dan lihat isi yang ada di dalam perutnya.
Apakah masih ada pakan disitu?
Jika masih ada, maka itu membuktikan bahwa daya cerna pelet pada ikan itu termasuk rendah sehingga dibutuhkan bantuan probiotik (dibibis) untuk memproses pakan dari luar tubuh ikan, dengan bantuan probiotik melalui cara bibis atau fermentasi agar lunak.
Tujuan pembibisan pakan pelet dengan probiotik adalah :
Membantu memecah senyawa pakan menjadi unsur yang lebih sederhana sehingga mudah diserap tubuh ikan. Biovisi Multi mengandung bakteri Bacillus Subtilis Natto, yang menghasilkan Exoenzyme (Protease, Amylase, Lifase, Lactase, Hemicellulose) yang sangat berperan dalam penguraian limbah organik larut di air dan terendap di dasar tambak. Juga berperan dalam memecah nutrisi (Protein, Lemak, Karbohidrat) menjadi molekul kecil, yang mudah diserap oleh usus ikan ataupun udang.
Proses pembongkaran dan penyerapan nutrisi jadi lebih cepat
Feses jadi lebih sedikit, pakan akan terserap menjadi daging dan energy.
Air kolam tidak berbau karena pembusukan sedikit dan mudah diatasi oleh mikroba yang ada di air. Syukur2 jika dibantu dengan probiotik yang mengandung bakteri nitrifikasi (nitrosomonas dan nitrobacter), pelarut phospat PSB dll, agar semua kotoran bisa diurai, tidak mencemari air dan mudah membentuk flock yang nantinya bisa dimakan ikan lagi.
Ikan lebih nyaman, jarang naik di permukaan, sehingga energi metabolisme jadi rendah, tidak mudah stress, lebih tahan terhadap penyakit
Ikan jadi cepat besar (karena daya serap alami yang 60%, naik menjadi 90%), meskipun hanya diberi makan pelet 1x sehari
FCR menjadi rendah, hemat pakan
Enzim dalam Biovisi Multi 2in1 sebagai katalisator agar efisiensi daya serap protein meningkat
Protein
Protein adalah zat gizi makro yang berfungsi sebagai zat pembangun, zat pengatur dan penghasil energi. Sebagai zat pembangun tubuh, protein berperan dalam banyak proses biokimia, seperti proses pembelahan sel, yang membangun jaringan tubuh dalam proses pertumbuhan.
Untuk menentukan kualitas protein suatu pangan dapat dilihat dari seberapa banyak protein tersebut dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Suatu protein yang mudah dicerna menunjukan bahwa jumlah asam amino yang dapat diserap dan digunakan tubuh, karena sebagian besar akan dibuang oleh tubuh bersama feses ( Muchtadi, 1989 ).
Hubungan Protein dan Enzim
Enzim bekerja secara khusus pada substrat yang terdapat dalam bahan pakan. Agar dapat diserap dan digunakan langsung, maka molekul-molekul harus dipecah menjadi molekul sederhana yang mudah diserap. Pemecahan molekul ini akan dipercepat oleh kehadiran enzim. Enzim adalah molekul kompleks berbasis protein yang dihasilkan oleh jaringan atau sel-sel. Enzim berperan aktif dalam reaksi biokimia.
Peran enzim untuk ransum ternak :
Enzim memiliki kemampuan dahsyat menon-aktifkan asam fitat pada pakan, meningkatkan nilai gizi dan protein nabati pada pakan.
Enzim memiliki cara alami yang mengubah kompleksitas pakan menjadi nutrisi yang mudah diserap pencernaan. Meningkatkan pemanfaatan nutrisi dan mengurangi biaya pakan.
Penambahan enzim kepakan, efektif diserap oleh tubuh, meningkatkan kadar protein, menurunkan kadar abu, meningkatkan fungsi pencernaan asam amino pada ikan.
Enzim dalam ransum untuk memperbaiki produktivitas ternak. Penambahan zat aditif seperti enzim meningkatkan nilai gizi ransum. Suplementasi enzim ke dalam ransum meningkatkan kecernaan bahan kering, lemak kasar, P, Zn, Mg, Cu, Ca, P, Mg dan Zn.
Suplementasi enzim fitase, karbohidrase, protease, selulose disebut juga enzim kompleks dalam ransum dapat meningkatkan pertambahan berat badan dan efisiensi penggunaan ransum.
Suplementasi enzim mengurangi pengaruh negatif anti nutrisi dari asam fitat, mampu menyediakan fosfor, peningkatan kandungan protein, kalsium dan seng dan mengurangi polusi dari berkurangnya limbah melalui feses. Melengkapi materi enzim dalam tubuh ternak, meningkatkan performance serta meng-eliminir faktor antinutrisi (asam fitat) yang terdapat dalam bahan baku pakan.
Bakteri Aromaticus - Menghilangkan bau pada air kolam
Bakteri Pseudomonas denitrificans - Pereduksi Nitrate hasil reaksi bakteri
Bakteri Desulfibrio dan Desulfomaculum - Pengurai sulfida H2S
Bakteri Saprofit - Pengurai gas metana CH4
Bakteri pereduksi mangan Mg
Bakteri pengurai Lignin (zat komponen penyusun tumbuhan) & Kitin (polisakarida struktural, polimer yang membentuk serat mirip selulosa yang sulit dicerna)
Kesimpulan
Manfaat aplikasi Biovisi Multi, diantaranya:
Meningkatkan kualitas parameter kimia pada air kolam
Menghilangkan bau
Mengurai senyawa racun dalam air akibat reaksi kotoran ikan, sisa pakan dll
Mempercepat pertumbuhan ikan
Mengurangi jumlah kematian ikan di kolam
Mengurangi angka FCR dengan mempercepat masa panen, sehingga mengurangi seluruh biaya operasional