Monday, March 27, 2023

Budidaya Udang Vaname sistem Intensif

  Budidaya Udang Vaname sistem Intensif



Sedemikian penting fungsi mineral pada air petakan tambak udang, demikian juga fungsi jasad renik (bakteri) yang bagus untuk menjaga kondisi air lebih sesuai untuk tumbuh kembang udang. Pemberian pakan dan penambahan vitamin/stamino yang bagus terutama untuk tambak semi maupun intensif, super/supra intensif.

Literasi panduan ini kami rangkum dari berbagai sumber, baik buku/tulisan, hasil diskusi, hasil percobaan sendiri maupun dari pendapat berbagai kalangan yang berpengalaman dibidang budidaya udang vanamei intensif/ tradisi, dengan harapan bisa menjadi alternatif untuk para praktisi, pelaku maupun pecinta tambak udang di Indonesia.

Sumber Air
Air merupakan faktor penting dalam proses budiddaya udang vaname karena seluruh fase hidup udang berada di dalam air. Sumber air yang baik akan menjadikan udang lebih sehat selama proses budidaya.
Menurut Permen KP Nomor 75 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Windu (Penaeus monodon) dan Udang Vaname (Litopenaeus vanamei), kualitas sumber air yang sesuai untuk tambak udang adalah sebagai berikut:


Persiapan Air untuk Budidaya Udang Vaname
I.Sterilisasi air petakan
Sebelum air dimasukkan ke petakan, sebaiknya dilewatkan tandon dulu baru dialirkan ke petakan. Setelah di Petakan dilakukan perlakukan seperti Kaporit, Crustacid dan Saponin untuk mensterilkan air dari kuman dan pirid yang mungkin terbawa dari air laut maupun dari sumur bor.

Untuk sterillisasi persiapan air luas petakan 1000 m2:

- Kaporit : 30-35 ppm atau TCCA atau desinfektan cair
- Crustacid : 1-1,5 ppm
- Saponin : 15-25 ppm (tergantung salinitas)
Kincir dihidupkan 100% pada siang hari. Setelah 2 hari, Dan setelah itu dilakukan sipon untuk membuang suspensi/ sisa bahan sterilisasi dan mengganti air yang terbuang.

II. Pembentukan Plankton/ Aplikasi Probiotik sebelum Tebar Benur.
Selanjutnya untuk membuat kondisi air menyerupai kondisi air di alam maka perlu dihidupkan biota air beruap jasad renik yang terdiri dari bakteri baik. Dalam hal ini, kita menggunakan Probiotik Biovisi.
Aplikasi dengan probiotik yang mengandung bakteri pengurai amoniak, nitrit dari golongan bakteri Nitrifikasi dan Bacillus. 
Untuk menambah efektifitas bakteri di petakan, sebaiknya difermentase dulu dengan bahan organik dengan tujuan untuk menambah bahan organik di dalam petakan, tetapi bahan organik tersebut sudah terurai sempurna untuk menghindari proses penguraian bahan organik yang secara massif di petakan sehingga hal tersebut bisa mengurangi kadar DO (oksigen terlarut) air karena terpakai oleh bakteri dalam menguraikan bahan organik.

Suplai Oksigen Terlarut
Selain air, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) merupakan faktor penting yang mempengaruhi kehidupan udang. DO di dalam tambak digunakan untuk proses respirasi dan mendegradasi bahan organik juga sisa pakan. Rendahnya kadar DO dalam tambak meningkatkan toksisitas yang berujung pada kematian massal. Suplay DO pada tambak dapat menggunakan aerator, kincir dan nanobubble. Menurut Bagas, petambak udang intensif, penggunaan teknologi nanobubble dapat meningkatkan DO hingga 10-12 ppm, meningkat dua kali lipat dibandingkan  aerator dan kincir yang maksimal DO hanya mencapai 6 ppm. 

Nanobubble merupakan teknologi aerasi modern yang mensuplai oksigen dalam tambak dengan ukuran gelembung nano (80-200 nm). Ukuran gelembung yang kecil sangat stabil dan mampu bertahan lebih lama dalam air sehingga menjaga ketersediaan oksigen terlarut di tambak budidaya udang bahkan saat terjadi krisis DO pada malam hari. Dengan teknologi nanobubble, ketersediaan DO di tambak lebih besar sehingga dapat meningkatkan jumlah padat tebar udang pada tambak budidaya.

Probiotik dan Bahan bahan Fermentase :
-         10 kg katul
-         10 kg tepung kedelai
-         10 kg dolomit 
-         Air 150 liter
-         Molasse 3 liter
-         Biovitagen (multivitamin dan stamino) 200 gram
-         Biovisi Nitro atau Biovisi Multi 3 liter
 

S
etelah semua bahan dimasukkan dalam wadah (sebelumnya bahan katul, tepung kedelai, kalcium) dicampur baru dimasukkan dalam wadah berisi air yang sudah dicampur dengan molases dan Probiotik Biovisi (drum). Selanjutnya Untuk mempercepat proses fermentase, sebaiknya gunakan heater dan aerator untuk menstabilkan suhu di 35oC.
Pengamatan dilakukan setiap 12 jam, dengan mengaduk supaya semua bahan organik bisa terurai/ terfermentase dan  menghindarkan penimbunan yang lama sehingga rentan terjadi pembentukan H2S dan Amoniak.
Pada hari ke tiga atau setelah 2 x 24 jam, biasanya bakteri sudah aktif secara massif terllihat dari munculnya gelembung dari dasar wadah yang naik keatas dan membentuk sejenis buih yaitu hasil oksidasi bakteri.
Setelah 36 atau 48 jam, hasil fermentase sudah bisa diaplikasi ke petakan dengan dosis 40 -50 ppm atau untuk luasan 1000 m2 dengan tinggi air 1 m adalah 400-500 x 0,1 = 40 – 50 liter untuk luasan 1000m3 dan menghidupkan kincir 50 % pada siang hari dan 100% pada malam hari.
Biarkan minimal 7 hari sebelum bibit ditebar dipetakan, dan selanjutnya, pengamatan air dipetakan dilakukan dengan mengukur kecerahan air dan mengamati munculnya jentik nyamuk sebagai pertanda bahwa air sudah organik dan kadar DO (oksigen terlarut) sudah memadai >3 ppm.

Untuk memastikan kualitas air terhadap kadar mineral terutama Ca, Mg dan Salinitas, lakukan pengukkuranya secara teliti. Siapkan Rendaman Mineral (Rendaman berisi serbuk mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas air terutama kadar Mineral). 

Rendaman Mineral tersebut, bisa seperti berikut ini :
1.        CaO  : 20 kg
2.        CaMg(CO3)2 : 10 kg
3.        Zeolith (CO3)2 : 10 kg
4.        Molases : 10 liter
5.        Air tawar : 100 liter
6.        Wadah drum isi 200 liter

Cara Pembuatan Rendaman Mineral (RM):
1.        Masukkan 20 kg CaO ke dalam wadah/ tempat pencampuran berkapasitas 100 liter, aduk pelan pelan kemudian biarkan beberapa jam untuk menghindari panas tinggi.
2.        Masukkan CaMg(CO3)2 dan juga Zeolith. Aduk hingga larut sempurna.
3.        Masukkan molase 10 liter, kemudian ditambah air hingga isi +/- 180 liter, aduk dan wadah ditutup, kemudian biarkan 3 x 24 jam dan siap diaplikasi semuanya utk 1 petakan seluas 1000 M2

Kadar Mineral (Ca, Mg dan Salinitas) air juga menentukan dosis aplikasi  RM.
Kalau data mineral air  Alkali dibawah 100, Ca nya dibawah 350 dan Mg nya di bawah 900.. maka dosisnya 50 ppm .. selama 3 hari berturut turut .. hari ke 4 cek lagi datanya.. hari ke 5 menyesuaikan dosis perubahannya.. bisa tdk bergeser lakukan ulang lagi.. klu sudah bergeser naik.. maka dosis bisa dikurangi rendaman Mineral nya.. 
Untuk aplikasi CaCl sebaiknya jangan tunggal tapi dibarengi  MgCl agar terjadi keseimbangan supaya  plankton  tidak mudah drop
Untuk menghitung kadar Ca dan Mg :
Ca = Salinitas x 11,7
Misalnya Salinitas 30 maka
Ca = 30 x 11,7 = 351

Mg = Salinitas x 37
Jika Salinitas = 30 maka,
Mg = 1.110.
Jika unsur Ca <350 maka : Udang kurang lincah dan cenderung kurang selera makan,
Jika unsur Mg kurang (< 900), maka udang mudah kram bahkan terjadi Ngapas dan rentan terkena Myo dan WS.

TDS = total dissolved solid (total mineral Ca dan Mg) dari data diatas maka TDS = 1.461
Ca hardness laut :  12 x salinitas x 2,5
Mg hardness laut : 36 x salinitas x 4,1
Ca hardness kolam : 1,3 x Ca hardness laut
Kalau pake test kit maka Ca dan Mg ion dihilangkan 2,5 dan 4.1 artinya hanya Ca atau Mg x salinitas.
Kalau di lab, biasa titrasi hasilnya hardness.

Dosis Penggunaan Rendaman Mineral (RM) :
1.        Untuk perbaikan air di petakan, aplikasi pada pagi hari dengan dosis 25 ppm.
2.        Untuk Kesehatan udang, aplikasi malam hari dengan dosis 25 ppm
3.        Lakukan sampai semua persediaan habis.
Sebelum penebaran benur, lakukan 1 kali saja, dan setelah penebaran benur, lakukan  sesuai kondisi
 
Selengkapnya Aplikasi Rendaman Mineral (RM)  mulai persiapan sampai panen :
Aplikasi Di Tahap Persiapan
Mulai pembentukan air (kepekatan air) dengan dosis 25 ppm, pada jam 09.00 pagi.
Adapun batasan sampai kapan aplikasi pada pagi hari? Sampai pada kecerahan air petakan 40 cm.
3 hari sblm tebar aplikasi RM 30 ppm dan nanti di Doc 15 bru kasih lgi 3 ppm pagi dan 3 ppm malam ini sifatnya kondisional.
Aplikasi pada Tahap Budidaya
Aplikasi pagi mulai doc 1 hari sampai air terbentuk (kecerahan 35 cm) pada Pagi (09.00)
Jika kondisi kecerahan sudah stabil (berplankton dan mengkilap) maka RM sebaiknya di aplikasikan pada malam hari (21.00) dg dosis 20 - 30 ppm karena tujuannya hanya untuk mengontrol kepekatan plankton
Catatan
Semakin besar udang maka semakin banyak membutuhkan mineral yg terkandung pada Rendaman Mineral utk itu dosisnya perlu ditambah.
Utk mengatasi musim bedinding thn ini. Dimana temperatur dasar petakan bisa sampai 24°C. Dan pada suhu tsb, semua metabolisme kehidupan di kolam seakan kurang maksimal shg dampaknya pada pH, Alkalinitas, Calcium dan Magnesium akan meningkat. Maka dianjurkan utk penggunaan RM jgn melebihi dari 15 ppm.
Selanjutnya, perlu diperhatikan, jika kecerahan kurang dari 30% maka pemberian probiotik dilakukan sesuai kebutuhan (dosis 30 – 40 ppm). Dan jika kondisi sudah normal dimana kecerahan 40 %, plankton sudah terbentuk, proses penguraian bahan organik sudah berjalan baik, proses sipon, pemberian pakan sudah normal, maka untuk mempertahankan kondisi tersebut, lakukan aplikasi-aplikasi berikut al :
-         Pemberian Mineral (RM)  jam 7 malam dosis 25 ppm
-         Pemberian Vitamin jam 7 pagi (dicampur di pakan dosis 3 gram/ kg pakan)
-         Pemberian Probiotik Biovisi setiap 4 – 5 hari jam 11 siang dosis 15 ppm.

 Penggunaan Probiotik Selama Budidaya
 
Untuk mempertahankan jumlah bakteri pengurai di dalam air petakan, maka perlu penambahan probiotik yang disesuaikan dengan kondisi kepekatan plankton.
Jika pada awal persiapan tambak, penggunaan probiotik sudah dilakukan dan hasilnya sudah memadai, maka untuk pemeliharaan penggunaan probiotik tidak perlu lagi difermentase sebelumnya. Sehingga dosis penggunaan sudah bisa disesuaikan dengan dosis yang tertulis di kemasan yaitu 0,5 – 1,5 ppm disesuaikan dengan kondisi kepekatan plankton.

Cara menghitung dosis yang menggunakan satuan ppm (part per milllion).
Cth : Dosis Probiotik Biovisi 0,5 ppm.
Maka kebutuhan untuk luasan 1 ha adalah 10 x 0,5 kg atau 5 kg sekali aplikasi.
Untuk luasan 1000 m2 maka dosis : (serbuk/ cair)
0,5 ppm = 1 x 0,5 = 0,5 kg.
1 ppm = 1 x 1 = 1 kg
1,5 ppm = 1,5 x 1 = 1,5 kg.

Untuk   mempermudah aplikasi supaya lebih merata, maka probiotik bisa diencerkan dengan air sesuai kebutuhan. Misalnya utk luasan 1 ha diencerkan dengan air 100 liter, diaduk lalu ditebar.
Untuk luasan 1000 m2 diencerkan dengan air 20 liter, diaduk lalu ditebar atau sesuai kebiasaan.
Karena pengenceran hanya dilakukan sebentar, maka tidak perlu ada penambahan molase atau baan lainnya.

Cara menaikkan ADG Udang :
1.        Unsur mineral tercukup CaMg dan alkalinitas
2.        Indek dan FR ditingkatkan
3.        Selain itu pake kontrol ancho diperlonggar dikit. Max jam cek 1,5-2 jam dg % ancho 1.5% serta kenaikan pkn/hari 3%-5%
4.        Formula RS Dosis RS dari 20kg tambahkan menjadi 40kg. Kasih ragi 7butir yg sdh dihaluskan. Tambah mikro mineral 5kg. Aplikasi malam rutin. Suhu dini hari yg awalnya 24c. Sekarang jadi 26c.
5.        Tambahkan vitamin dan stamino di pakan.

Bagaimana mengatasi lumpur hitam??
Lumpur hitam adalah akumulasi suspensi, sisa plankton, floc,  dan bahan organik yang menumpuk didasar petakan, tidak terbuang sewaktu sipon dan lama lama berubah warna menjadi hitam.  Ciri ciri air/ lumpur tersebut adalah  berwarna hitam dan berbau amis, Hitam pekat, bau nya anyir seperti bau ikan sidat.
Kondisi anaerobik lumpur tersebut menyebabkan munculnya H2S, Amoniak dan Pirite. Hal ini terjadi karena bakteri pengurai seperti Nitrobakter, Bacillus dll (bakteri aerob) yang diaplikasi dipermukaan air tidak bisa menyentuh ke dasar lumpur karena kondisinya yang hampir tidak mengandung oksigen (anaerob). Sehingga perlu diaplikasi probiotik yang anaerob facultatif atau yang mamupu aktif pada kondisi anaerob dan aerob seperti Bakteri Rhodobakter.


Cara lain untuk mengatasi lumpur hitam adalah dengan menggunakan Bakteri Thiorhodo serbuk, :
Bahan :
1.   Biovisi Thiorhodo 1 kg
2.   Nitribac : 0,5 kg
3.   Tepung terigu/ tapioka 5 kg
4.   Telur ayam 3 butir
5.   Terasi 1 keping
6.   Micin 100 gram
7.   Molase 1 liter.
8.   Air secukupnya (sampai kondisi campuran bahan dan bakteri menjadi gel).

Campurkan Tepung terigu dengan biovisi Thiorhodo dan Nitribac dan diaduk sampai homogen.
Sediakan air 2 liter dan larutkan molase 1 liter, aduk dan siram secara merata ke campuran tepung dan bakteri, diaduk hingga membentuk gel.
Setelah itu bentuk bulatan seperti pentol yang didalamnya dimasukkan kerikil sebagai pemberat lalu dilemparkan/ diletakkan di lumpur yang menjadi sasaran.
Lakukan pengamatan hingga kondisi lumpur sudah berubah artinya, bakteri Thiobacillus dan Rhodobakter sudah menguraikan H2S, Amoniak dan pirid didalam lumpur hitam secara khemoutotroph.
Untuk perawatan selanjutnya, penambahan Rendaman Mineral (mineral) dan Probiotik harus dilakukan secara simultasn sesuai dengan kondisi air yang diinginkan untuk tumbuh kembang udang. 

Pembuatan fermentase Thio-rhodo untuk air petakan adalah seperti  berikut :
1.      Thio Rhodo  1 Kg yang serbuk atau 3 liter kalau menggunakan yang cair.
2.      Nitribac 0,5 kg yg serbuk atau 1 liter kalau menggunakan yg cair
3.      Telur ayam 3 butir
4.      Terasi 1 keping
5.      Micin 100 gram

Telur bersama cangkang, terasi dan micin diblender sampai halus, masukkan ke dalam drum berisi air 50 liter, aduk dan pasang heater dan aerator untuk meningkatkan efektifitas bakteri. Biarkan selama 3 x 24 jam dan siap diaplikasi ke petakan dengan dosis 10 ppm
Aplikasi/ penggunaan  bakteri yang sudah difermentase dilakukan pada jam 10-11 pagi.

Pemilihan Benur
Pemilihan benur menjadi hal yang perlu diperhatikan selanjutnya. Benur yang dipilih harus dalam keadaan sehat dan tidak terkena penyakit sebelum di tebar. Virus dan penyakit yang menyerang benur akan menulari benur yang lain dalam tambak sehingga kemungkinan dapat menyebabkan mortalitas massal.
Selain itu, benur yang dipilih harus memiliki ukuran yang seragam. Umumnya udang akan tumbuh sesuai dengan ukuran awal, jadi apabila benur yang dipilih tidak berukuran seragam maka saat panen pun ukurannya akan tetap tidak sama. Adapun dalam proses panen, udang dilihat dari ukurannya dimana udang diambil secara random sampling dari kolam. Ukuran yang tidak seragam akan menyebabkan perhitungan hasil panen tidak akurat dan menimbulkan kerugian bagi petambak.


Benur yang hendak ditebar juga harus tidak dalam kondisi stress pasca pengiriman. Saat proses pengiriman, benur akan di anestesi sehingga perlu disadarkan terlebih dahulu sebelum ditebar. Proses penyadarannya dapat dilakukan dengan cara memutar-mutar plastik benur. Benur dalam kondisi baik akan melawan arus, sedangkan apabila benur mengikuti arus maka dapat disimpulkan benur tersebut dalam keadaan stress. Benur yang stress tidak boleh langsung ditebar agar meminimalisir tingkat mortalitas. 
Proses pengiriman benur dari hatchery ke tambak menjadi tantangan tersendiri. Oksigen yang diinjeksikan ke dalam kantong benur harus memiliki konsentrasi yang tinggi agar benur tetap hidup selama perjalanan. Teknologi nanobubble telah diterapkan dalam proses pengiriman benur dimana oksigen yang diberikan dapat mencapai 40 ppm. Hal tersebut meminimalisir terjadinya defisit oksigen sehingga meningkatkan survival rate serta mengurangi stress benur akibat proses pengiriman.




BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK

 BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK


BUDIDAYA GURAME SISTEM PROBIOTIK

 JULI 11, 2012 BY ANDISAN13

19

 KATA PENGANTAR

Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan. Tehnik probiotik sendiri sudah berkembang dalam budidaya ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam atau tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen.

Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada di sekitar kolam ikan, dan produk probiotik yang dibuat oleh industry pakan ikan serta dijual dipasaran. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar.

Dibanding cara konvensional budidaya ikan dengan probiotik ternyata memberikan hasil yang optimal bagi petani ikan. Selain tidak beresiko tinggi sebagai pengunaan pupuk antibiotic, pemakaian probiotik juga bersifat murah, mudah, dan menghasilkan.

Makalah ini adalah pedoman teknis pembudidayaan ikan gurame dengan menggunakan probiotik. Dengan membaca makalah ini masyarakat  juga bisa menjalankan budidaya ikan lebih optimis karena probiotik akan membuat masyarakat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari ikan yang dibudidayakan.

BAB I

PENDAHULUAN

1.            1.    Latar Belakang Masalah

Selama ini pembudidayaan ikan Gurameh menggunakan sistem harpa,terpal, dan terbuka memang mempunyai keunggulan masing-masing  akan tetapi sering kebanyakan petani menambah produksinya dalam satu lahan yang sama yang seharusnya untuk mencegah datangnya penyakit salah satu diantaranya yaitu dengan menjarangkan populasi ikan.melihat hal itu pemerintah merekomendasikan untuk perkembangan secara eksternal bukan internal.akan tetapi juga lahan petani juga menjadi kendala akan hal itu. Dan juga penggunaan desinfektan dan antibiotik sebagai langkah pengobatan atas serangkaian wabah penyakit justru memunculkan masalah baru dalam dunia perikanan. Teknologi penanggulangan penyakit yang lebih aman dan efisien untuk menurunkan tingkat mortalitas ikan adalah dengan teknologi pencegahan. Beberapa cara untuk mencegah penyakit telah lama dipraktekkan. Misalnya dengan meperhatikan kebersihan lingkungan tambak atau kolam, Sanitasi air dengan menggunakan  bak filter,pengendapan, dan lain-lain. Alternatif lain yang sangat potensial  untuk tindakan pencegahan timbulnya penyakit adalah dengan penggunaan mikroorganisme probiotik. Dengan bantuan mikroorganisme probiotik ini akan membantusekali dalam pemeliharaan ikan. Contohnya Lactobacillus Sp,akan menyempurnakan kerja pencernaan ikan sehingga mkanan yang terserap akan maksimal dan kotoran yang keluar akan mudah terurai.

1.            2.    Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang masalah diatas dapat dirumuskan sebagai berikut :

1)      Bagaimana Budidaya Ikan Gurami sistem probiotik?

2)      Apakah keuntungan probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan?

1.            3.    Tujuan

Berdasarkan Rumusan Masalah diatas ,makalah ini bertujuan secara :

1)      Teoritis

Memberikan pengetahuan dan manfaat probiotik kepada para petani ikan

2)      Praktis

Petani dapat mencegah penyakit dan memberikan dampak positif pada lingkungan

1.            4.    Manfaat

1)      Petani Gurameh

Dapat meningkatkan produktifitas budidaya gurami dan dapat menekan pakan karena penyerapan yang maksimal dari kerja probiotik.

2)      Lingkungan dan Masyarakat

Pasar menuntut teknologi budidaya ikan yang ramah lingkungan dengan tanpa menggunakan bahan kimia maupu antibiotik.

BAB II

PEMBAHASAN

1.            A.  Kajian Teori

1)    Gurami

Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat. Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurami menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.

Klasifikasi ikan gurame adalah sebagai berikut:

Klas : Pisces

Sub Kelas : Teleostei

Ordo : Labyrinthici

Sub Ordo : Anabantoidae

Famili : Anabantidae

Genus : Osphronemus

Species : Osphronemus goramy (Lacepede)

Jenis gurami yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurami angsa,gurami jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Bogor. Dibanding gurami jenis lain,porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.

Umumnya budidaya ikan gurami masih dilaksanakan oleh masyarakat dengan teknologi semi intensif. Masa pemeliharaanya relatif lama sehingga dilakukan dalam beberapa tahap pemeliharaan yaitu tahap pembenihan, tahap pendederan dan tahap pembesaran, dimana pada masing-masing tahapan menghasilkan produk yang dapat di pasarkan secara tersendiri.

Pasar ikan gurami mengandalkan pada permintaan domestik. Namun demikian prospek bisnisnya cukup menjanjikan mengingat permintaan dari masyarakat yang cukup besar. Ikan gurami lebih digemari dijual dalam keadaan hidup atau segar, dan biasanya harganya juga lebih tinggi dalam keadaan hidup. Sementara itu, belum diperoleh informasi mengenai diversifikasi produk olahan dari ikan ini kecuali dalam bentuk fillet.

Peranan Balai Benih Ikan dalam rangka pengembangan ikan gurami dilaksanakan antara lain berupa penyediaan induk dan benih unggul dan pengenalan teknologi budidaya secara intensif kepada pembudidaya ikan. Namun demikian, langkah pengembangan selanjutnya yang masih perlu digarap adalah aspek pemasaran baik di pasar domestik maupun ekspor

Wilayah survey untuk usaha pendederan ikan gurami adalah salah satu daerah sentra ikan guramie di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Banyumas. Sedangkan wilayah survey untuk pembesaran ikan adalah Kabupaten Bogor. Oleh sebab itu informasi teknis pendederan dan pembesaran ikan gurami terutama menggunakan informasi yang diperoleh dari kondisi pengusaha dan lembaga lain di kedua wilayah tersebut.

Asumsi perhitungan keuangan budidaya pendederan ikan gurami dalam penelitian ini adalah menggunakan benih ikan yang berasal dari kegiatan pembenihan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 1 gram dan dibesarkan hingga mencapai berat 20-25 gram. Sedangkan asumsi perhitungan keuangan pada budidaya pembesaran menggunakan benih kan yang berasal dari pendederan oleh pembudidaya lain dengan berat awal 200-250 gram yang dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi .

 

2)      Sistem Probiotik

Secara umum probiotik bisa diartikan dengan pro kehidupan atau pendukung kehidupan. Jadi, probiotik itu fungsinya adalah untuk menunjang, mempertahankan, atau meningkatkan tingkat kehidupan mahluk (dalam hal ini ikan). Caranya, probiotik ini bekerja dengan menekan/meniadakan faktor-faktor tertentu yang membuat tingkat kehidupan suatu mahluk menjadi tidak kondusif, yang mengakibatkan mortalitas (kematian) sangat tinggi.

Bentuk dari probiotik ini adalah berupa jasad renik atau bakteri atau mikroorganisme yang tidak terlihat secara kasat mata. Dalam bahasa sederhana ini semacam “pasukan intelejen” yang bekerja efektif tanpa gerakannya terlihat oleh siapapun. Dalam satu liter air jumlahnya bisa mencapai jutaan ekor,dan semakin berkembang lebih banyak jika pada probiotik ini ditambahkan makanannya berupa zat gula/tetes tebu.

Mikroba menjadi sumber ketakutan sekaligus sangat bermanfaat bagi manusia. Mikroba bisa membantu meningkatkan imunitas dan menjaga kesehatan manusia yang memberi ketenangan dan harapan hidup bagi manusia. Artinya, keberadaaan mikrobia banyak menguntungkan manusia. Mikrobiapun menjadi salah satu tumpuan pengembangan bioteknologi. Namun beberapa aspek dari mikrobia justru menjadi sumber ketakutan. Penyakit – penyakit HIV, SARS, Flu Burung, dan ANTRAKS merupakan topik-topik yang sangat menakutkan bagi manusia. Walaupun demikian terdapat mikrobia yang tidak menakutkan dan justru dapat mendatangkan uang,misalnya pangan fungsional tau probiotik yang membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan. Dalam budidaya perikanan, mikroba juga berperan penting dalam urusan pakan, lingkungan, pengendalian penyakit, pengolahan serta penanganan produksi,dan sebagainya.

Probiotik adalah bakteri hidup yang diberikan sebagai suplemen makanan yang menguntungkan kesehatan manusia dan binatang.  Ia berperan dalam memperbaiki keseimbangan mikroflora intestinal. Mikroflora yang digolongkan sebagai probiotik adalah yang memproduksi asam laktat, terutama dari golongan Lactobacilli dan Bifidobacteria.

Probiotik yang efektif harus bisa memberikan efek yang menguntungkan, tidak patogenik dan tidak toksik, mengandung sejumlah besar sel hidup, mampu bertahan dan melaksanakan kegiatan metabolisme dalam usus, tetap hidup selama dalam penyimpanan dan waktu digunakan, dan mempunyai sifat sensori yang baik. Sedangkan efek kesehatan yang menguntungkan dari probiotik adalah memperbaiki keluhan malabsorsi laktosa, meningkatkan ketahanan alami terhadap infeksi di usus,  supresi kanker, mengurangi kadar kolestrol darah, memperbaiki pencernaan dan memstimulasi imunitas gastrointestinal.

Berbeda dengan probiotik, prebiotik merupakan bahan bernutrisi yang digunakan untuk tumbuh dan berkembangnya dan berkembangnya bakteri baik yang sudah ada dalam usus. Probiotik dalam saluran pencernaan biasanya mengatasi bakteri jahat (patogen) dengan mendatangkan bakteri baik yang berasal dari luar tubuh. Sedangkan prebiotik mengatasinya dengan mengoptimalkan pertumbuhan bakteri baik dengan menghambat tumbuhnya bakteri jahat. Probiotik dan prebiotik termasuk kedalam imbuhan pakan yang bermanfaat untuk memperbaiki performa, produksi dan kesehatan

Adapun sinbiotik atau (eubiotik) adalah kombinasi probiotik dan prebiotik. Kombinasi ini akan meningkatkan daya tahan hidup bakteri probiotik karena substrat yang spesifik telah tersedia untuk fermentasi sehingga tubuh mendapat manfaat yang lebih sempurna. Balakangan ini  probiotik banyak digunakan dalam budidaya perikanan untuk memelihara dan memperbaiki kesehatan air yang secara tidak langsung akan meningkatkan kesehatan ikan peliharaan. Probiotik bisa terdiri atas satu atau campuran beberapa kultur mikro organisme hidup. Dengan kata lain probiotik merupakan makanan tambahan bagi hewan inang berupa sel mikro-organisme (mikroba) atau sebagai pakan mikroskopik yang bertujuan memenangi kompetisi dalam saluran pencernaan ikan dengan bakteri jahat atau pathogen. Kompetisi tersebut berlangsung dalam hal pemanfaatan nutrisi yang berasal dari metabolisme pakan dan upaya penempatan ruang dalam saluran pencernaan untuk membentuk koloni. Performans ikan sangat  ditentukan oleh kualitas air yang biasanya diukur dengan mengamati beberapa parameter tanah, seperti faktor fisika (pH, O2 terlarut, suhu, Fe, Hg, dll) dan faktor kimia (NH3, NO2, CaCO3, dll). Jelaslah bahwa probiotik diberikan untuk perbaikan laju pertumbuhan, efisiensi konsumsi ransum dan kesehatan ikan. Adapun spesies- spesies yang sering digunakan dalam probiotik adalah laktobacilluus sp,leuconoctoc sp, pedioccus sp, propinibactereium sp, dan bacillus sp. Disamping mikro-orgamisme dari golongan yeast (ragi) dan mikro-algae juga dapat digunakan sebagai bahan probiotik dalam budidaya ikan. Dari spesies ragi meliputi sacharomyces,cerevissiae dan candidarintolopesi,serta jamur meliputi aspergillus orizae dan aspergillus niger.

Selain itu probiotik juga biasa digunakan dlam budidaya ikan antara lain bacillus lycheniforsis (bakteri nitrifikasi)  yang mengubah senyawa nitrat dalam dasar tambak menjadi nitrit makanan plankton, juga photo synthetic bacteria (bakteri fotosintetik) yang menggunakan N, An Organik untuk mengoksidasi gas H2S menjadi sulfur melalui proses fotosintesa. Bahkan tetraselmis sp yang merupakan golongan mikro-algae mampu menekan insidensi penyakit bacteria karena alga ini memiliki kemampuan menghasilkan senyawa anti mikrobia.

1.            B.   Pembahasan

1)    Cara membudidayakan gurami dengan sistem probiotik

 

Pertumbuhan Ikan Budidaya yang cepat tidak hanya membuat hati senang tetapi juga menekan pengeluaran untuk pakan,mempercepat masa panen dan ikan bisa dipanen dalam ukuran yang seimbang. Banyak pengalaman petani budidaya ikan harus melakukan panen secara bertahap karena ukuran ikan saat ditebar sama tetapi mengalami pertumbuhan yang berbeda-beda. Karena itu beberapa rekayasa dan upaya dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikandan ukuran yang seragamdengan demikian efisiensi produksi budi daya ikan menjadi cukup baik. Beberapa petani ikan menempuh cara dengan memberikan makanan berprotein tinggi dan memberikan makanan alami seperti keong, bekicot dan lain-lain. Akan tetapi pemberian pakan alami terkendala karena tidak praktis. Pada beberapa budi daya ikan seperti budi daya ikan gurami, Ikan Lele, Ikan Nila, Ikan mas dan lain sebagainya, pemberian probiotik telah dirasakan manfatnya dalam mempercepat pertumbuhan dalam budidaya ikan.

Pada Budidaya Ikan probiotik diberikan sebagai campuran makanan dan ada yang ditaburkan pada kolam pemeliharaan. Untuk Probiotik yang dicampur pakan, bisa dicampurkan dengan pakan buatan pabrik (pelet) maupun pakan alami seperti daun-daunan. Penebaran probiotik pada kolam akan membantu tumbuhnya plankton-plankton dan mikroorganisme lainnya dalam air kolam sebagai makanan alami ikan. Probiotik jenis ini akan menggemburkan dasar kolam sekaligus memelihara kualitas air. Probiotik ini cukup diguyurkan ke air kolam pada pagi hari setiap dua minggu sekali supaya air selalu sehat, tidak blooming dan penuh dengan plankton sebagai pakan alami.

Pengalaman dari Himawas Atasasih, pemilik HMPS di Jl Sutijap 23 Wates, Kulonprogo, Para petani Ikan Guramih Kulonprogo sudah terbiasa memakai probiotik dicampur pakan. Misalnya, probiotik produk simba ( RajaGrameh, RajaLele, MasterFish, SPF atau Nature), NASA, Herbafarm, yang mudah diperoleh di toko pakan ternak atau toko pertanian. Dengan campuran probiotik dan pelet membuat metabolisme dan pencernaan ikan sempurna. Sebagian besar, 90% pakan yang masuk ke tubuh akan menjadi daging ikan.

Pengalaman Pak Jumadi, petani gurami dari Desa Ceme, Srigading, Sanden, Bantul membenarkan pemberian probiotik sangat membantu pertumbuhan ikan. Saat melihat di kolamnya banyak gurami stres dan mengambang bahkan beberapa mati, dia secepatnya mengguyurkan sebotol probiotik Nature campur segenggam gula pasir ke kolam. Keesokan harinya air kembali hijau jernih dan semua guraminya sehat kembali.

Pengalaman para petani ikan Gurami di Desa Jambidan, Bantul Yogyakarta telah meninggalkan cara konvensional budidaya gurame dan beralih ke cara modern dengan memanfaatkan probiotik. BudiDaya ikan dengan cara konvensional 30 kg pelet hanya menjadi 22 kg daging ikan, dengan sistem probiotik bisa menjadi 28-30 kg atau konversinya 1:1. Artinya, ikan lebih berbobot karena penambahan probiotik akan menjadikan 90% pakan menjadi daging dan hanya 10% yang dibuang sebagai amoniak.

Pakar gurami dari Jurusan Perikanan UGM Ir Gandung Hardaningsih menguraikan, dari berbagai riset, probiotik memang terbukti bagus untuk pemeliharaan air kolam dan pemacu pertumbuhan ikan. Karena ada introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit. Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena probiotik juga merangsang nafsu makan.

“Saya kira probiotik akan menjadi andalan para petani ikan di masa depan karena manfaatnya sangat besar pada pertumbuhan ikan sehingga cukup berarti dengan keuntungan yang didapat,’’ tandasnya. Probiotik ibarat benteng pertahanan diri, sebaiknya diberikan sejak dini. Begitu bibit mau masuk kolam, tiga hari sebelumnya air kolam harus diguyur probiotik lebih dahulu agar kondisi air cepat matang dan tumbuh banyak plankton. Selanjutnya, pemberian probiotik untuk pemeliharaan air cukup dua minggu sekali atau ketika kondisi air menurun kualitasnya.

Jenis dan mekanisme kerja probiotik

Berbagai produk probiotik untuk aplikasi perikanan telah bayak dipasarkan dengan berbagai variasi penggunanya, namun secara mendasar model kerja probiotik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

•             Menekan populasi mikroba melalui kompetisi dengan memproduksi senyawa-senyawa antimikroba atau melalui kompetisi nutrisi dan tempat pelekatan di dinding intestinum.

•             Merubah metabolisma mikrobial dengan meningkatkan atau menurunkan aktifitas enzim pengurai (selulase, protease, amilase, dll)

•             Menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibody organisme akuatik atau aktivitas makrofag (Irianto, 2003).

Sementara itu, Thye (2005) menambahkan bahwa selain melalui mekanisme di atas probiotik dapat bekerja melalui mekanisme penguraian senyawa toksik yang berada di perairan seperti NH3, NO2, NO3, mengurai bahan organik, menekan populasi alga biru-hijau (blue-green algae) , memproduksi vitamin yang bermanfaat bagi inang, menetralisir senyawa toksik yang ada dalam makanan serta perlindungan secara fisik inang dari patogen.

Sedangkan Fuller (1992) menyatakan bahwa probiotik dianggap menguntungkan karena menghambat kolonisasi intestinum oleh mikroba yang bersifat merugikan baik melalui mekanisme kompetisi nutrien maupun kompetisi ruang serta mampu memproduksi senyawa-senyawa yang bersifat antimikrobia. Probiotik bersifat menguntungkan bagi inangnya karena mampu memperbaiki nutrisi dengan memproduksi vitamin-vitamin, detoksikasi pangan maupun melalui aktivitas enzimatis.

Probiotik sebagai agen pengurai (bioremediation) merupakan kelompok mikroorganisme terpilih yang menguntungkan seperti Nitrosomonas, Cellumonas, Bacillus subtilis dan Nitrobacter. Dalam aplikasinya di dunia perikanan, probiotik sebagai agen pengurai dapat digunakan baik secara langsung dengan ditebarkan ke air atau melalui perantaraan makanan hidup (live food). Jadi melalui penambahan bakteri yang menguntungkan ke kolam atau bak pemeliharaan kualitas air dapat ditingkatkan.

Penggunaan probiotik sebagai suplemen pakan ikan atau udang juga menunjukkan aktivitas imunostimulasi, paling tidak terlihat dari aktivitas lisozim yang mampu merusak dinding sel bakteri (Irianto, 2002).

METODE PRAKTIS MEMILIH DAN APLIKASI PROBIOTIK

Aplikasi probiotik yang tidak tepat jenis dan prosedur penggunaan berdampak pada tidak tercapainya tujuan penggunaan probiotik tersebut. Keluhan konsumen yang menyatakan bahwa beberapa produk probiotik komersial tidak efektif sebagaimana klaim yang produsen nyatakan pada kemasan produk sudah bukan hal aneh.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah menurunnya kelangsungan hidup (viability) dan kemampuan mikroorganisme penyusun produk probiotik selama waktu penyimpanan; kurang sesuainya lingkungan fisika-kimia kolam atau tambak bagi mikroorganisme probiotik komersial; dan dosis dan waktu aplikasi yang kurang tepat.

Oleh karena itu, beberapa hal mengenai produk probiotik harus diketahui dengan benar sebelum kita memilih produk tersebut.

Bagaimana memperoleh probiotik yang tepat?

Efektivitas penggunaan bakteri probiotik untuk mengendalikan mikroorganisme patogen sangat dipengaruhi oleh jenis bakteri yang digunakan (Moriarty 1999; Verschuere et al. 2000; Suprapto 2005). Hal tersebut, karena kehidupan bakteri sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Populasi bakteri pada lingkungan dengan kandungan nutrien dan fisika-kimia berbeda, secara umum akan berbeda pula (Madigan et al. 1997; Maier et al. 2000).

Kriteria lain yang harus dipenuhi untuk menjadikan mikroorganisme tertentu sebagai probiotik adalah kepastian bahwa mikroorganisme tersebut tidak patogenik dan menghasilkan senyawa yang bersifat toksik bagi hewan yang dipeliharan (Fuller, 1989; Farzanfar, 2006).

Oleh karena itu, beberapa bakteri indigenos dari saluran pencernaan ikan peliharaan dan air media pemeliharaan yang sudah melalui serangkaian uji dan skriining lebih berpotensi sebagai biokontrol terhadap populasi bakteri, meningkatkan digesbility terhadap pakan, dan agen bioremediasi dibandingkan strain atau produk probiotik komersial yang diperoleh dari habitat dengan karakteristik fisika-kimia berbeda. Mikroorganisme indigenous tersebut akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan budidaya yang relatif sama dengan lingkungan tempat isolat diambil (Isnansetyo 2005).

Namun demikian, untuk mendapatkan isolat mikroorganisme yang dapat dijadikan sebagai probiotik, disebut probion, bukanlah pekerjaan yang mudah dan dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Dukungan tenaga ahli, khususnya yang memahami bidang mikrobiologi, peralatan laboratorium yang memadai, dan biaya yang cukup besar merupakan faktor yang harus dipenuhi. Upaya isolasi dan seleksi mikroorganisme probiotik untuk akuakultur, khususnya untuk pengendalian hayati telah cukup lama dan banyak dilakukan di Indonesia.

Secara umum aplikasi Probiotik itu bisa dijelaskan secara sederhana sebagai berikut :

Pertama Olah lahan kolam sebaik mungkin dengan probiotik. Jadi setelah ikan dipanen biarkan lahan terkena sinar matahari selama beberapa hari dulu. Jika biasanya dikapur atau saponin, lakukan saja tidak masalah. Setelah itu baru air masukkan sekitar 10 cm an dan kocorkan probiotik ke dalamnya ( boleh BIOVISI. NATURE, MASTER FISH, SPF atau produk probiotik lainya ). Tujuannya untuk menambah mikroba positif ke dalam dasar tambak/kolam sehingga plankton-plankton yang nanti menjadi makanan alami ikan akan tumbuh berbiak dengan subur. Setelah 3-7 hari hari baru masukkan air setinggi 60-80 cm ( sesuai kebiasaan ) biarkan minimal seharimasukkan garam dapur 4 gram/m2, barulah bibit di masukkan. Fungsinya mencegah adanya jamur dan serangan penyakit lainnya.

Selanjutnya dalam masa pemeliharaan pakan yang diberikan harus direndam lebih dahulu dengan probiotik(BIOVISI, RAJALELE, RAJAGRAMEH, NUTRISI, SPF, HERBAFARM, NASA) Takarannya setiap tutup botol bisa untuk 1-2 kg pakan pelet. Jika kita memberi pakan yang banyak, pencampuran probiotik ke dalam pakan dilakukan sekali saja pada pagi hari. Separuh pakan langsung diberikan selebihnya diberikan pada sore harinya. Kualitas probiotik masih bagus sampai masa simpan 12-16 jam, lebih dari itu kualitasnya agak menurun kinerjanya.

Pencampuran probiotik pada pakan ini mempunyai tujuan agar bakteri yang berada dalam usus ikan dapat bekerja secara baik dan optimal dalam mencerna pakan untuk menjadi daging. jika tanpa probiotik, pakan yang masuk hanya antara 50-75% yang akan menjadi daging ikan dan sisanya akan dibuang sebagai feases(kotoran), padahal kotoran ini akan menjadi amoniak dan menimbulkan penyakit gatal jamur atau pernafasan pada ikan. Nah dengan memaki probiotik, pakan yang dicerna menjadi daging bisa meningkat sampai 95% dan hanya sedikit sekali yang menjadi feases. maka ikanpun akan lebih sehat dan perkembangan pertumbuhannya cepat sekali dari hari ke hari.

Pemberian probiotik ini diupayakan jangan sampai putus hingga waktu ikan saatnya dipanen. Pemutusan pemakaian probiotik secara kasat mata memang tidak tampak mengganggu pertumbuhan ikan. Namun sesungguhnya percepatan tumbuhnya agak berhenti karena pakan yang dibuang sebagai feases cukup banyak. Jadi disini jelas akan terjadi pemborosan pakan.

Sebagai catatan, seperti yang dikatakan Ir. Gandung Hardiningsih pakar perikanan dari Universitas Gadjah Mada, pemberian probiotikpada budidaya ikan sekarang ini sangat penting dilakukan, namun kita perlu berhati-hati memilih probiotik. Pilih yang benar-benar probiotik dan sesuai dengan peruntukannya,supaya hasilnya bisa maksimal. Salah dalam memilih probiotik memang tidak mengakibatkan sesuatu yang fatal pada ikan karena yang namanya probiotik pasti baik fungsinya. Namun,kesalahan memilih itu, efeknya menjadi yang tidak maksimal.

Yang harus dihindari adalah memilih yang bukan probiotik. Padahal sangat jelas beda anatra PreBiotik dengan ProBiotik. PreBiotik adalah makanannya ProBiotik(mikroba). Kalau PreBiotik ini dimakan oleh mikroba positif memang hasilnya akan baik. Namun jika yang memakan adalah bakteri/mikroba negative (misalnya bakteri E-Coli yang mengganggu pencernaan) maka bakteri negative ini akan berkembang pesat sehingga justru akan membuat ikan menjadi stress,sakit bahkan mati. Maka petani ikan harus jeli memilih ProBiotik. Pilih yang benar-benar ProBiotikbukan PreBiotik meskipun dalam PreBiotik itu disertakan kandungan macam-macam seperti vitamin,mineral dll, tetap ada resiko yang potensial muncul.

2)    Keuntungan sistem probiotik bagi kesehatan ikan dan lingkungan

 

Ada tiga masalah penting yang berkaitan dengan kerusakan budidaya ikan yaitu kolam/tambak, kondisi air dan ikan. Ketiga faktor itu seharusnya diperhatikan secara seksama jika petani ikan menginginkan budidaya ikan yang dikelolanya mendapatkan panen dengan optimal.  Begitu banyak yang harus diperhatikan, kemudian muncul kesan bahwa dengan teknologi seperti ini budidaya ikan tampak lebih mahal. Namun, jika dicermati lebih dalam, yang terjadi justru sebaliknya,yakni secara biaya justru lebih efisien (murah) karena :

1. Ikan yang hidup sampai panen lebih banyak

2. Secara bobot timbangan pasti lebih berat karena daging ikan sangat kesat

3. Terjadi penyingkatan waktu dari penebaran benih hingga panen.

4. Jumlah pakan yang diberikan jauh lebih sedikit, jika dibandingkan dengan sekian botol

Probiotik yang harus digunakan. Tentang hal ini memang agak sulit kalau sekedar diperdebatkan, karena baru dirasakan kalau sudah melakukannya. Namun, fakta-fakta membuktikan para pemakai tehnologi Probiotik selama ini merasa sangat diuntungkan sekali. Tidak banyak masalah yang menimpa lahan budidaya baik di pembenihan maupun pembesaran.

Probiotik dapat diaplikasikan sejak tahap pembenihan hingga pembesaran. Produk alami ini aman digunakan secara terus-menerus. Namun probiotik harus disesuaikan dengan analisis usaha. Jangan sampai biaya pembelian probiotik justru menjadi pemborosan.

Inti dari tehnik ini adalah penggunaan probiotik sejak dini hingga panen dimulai dari persiapan kolam, penyiapan pakan, dan penjagaan air.


BAB II

KESIMPULAN DAN PENUTUP

 1)   Kesimpulan

Probiotik adalah mikroba positif yang berperan bagi kehidupan ikan. Probiotik diterapkan untuk menjaga kualitas air kolam / tambak, mencegah dan mengatasi serangan penyakit pada ikan, meningkatkan efisiensi pakan, dan melejitkan produktifitas ikan sehingga bisa cepat dipanen. Probiotik itu bisa didapat secara alami yaitu dengan memanfaatkan bakteri-bakteri positif yang ada disekitar kolam ikan, dan probiotik yang dibuat oleh industri pakan ikan serta dijual dipasar. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meningkatkan budidaya ikan demi keuntungan yang lebih besar bagi petani ikan.

Probiotik adalah usaha pencegahan dan probiotik bersifat biologis, tidak berbahaya dan tidak dilarang. Jadi, sudah saatnya petani ikan secara bertahap meninggalkan penggunaan antibiotik menunjukkan sistem pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dan kesehatan. Apalagi pengunaan antibiotik untuk pencegahan penyakit justru meninggalkan mikroba dan memacu reistensi pada beragam bakteri sehingga pengendalian penyakitnya lebih sulit.

2) Penutup

Demikian makalah ini dibuat sebagai solusi para petani dalam membudidayakan ikan air tawar maupun tambak  pada umumnya dan sebagai bekal kepada para mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat pada masa yang akan datang dan sebagai tugas akhir semester Bahasa Indonesia semester II Agroteknologi UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA pada khususnya.

 


BIO REDFUR DAN BIO WHITE untuk obati ikan udang yang terserang jamur

 BIO REDFUR DAN BIO WHITE obat anti jamur ikan/udang


BIO REDFUR DAN BIO WHITE

OBAT ANTI JAMUR · PARASIT · BAKTERI · VIRUS · KUMAN · KUTU UNTUK IKAN/UDANG

 

Kumis lele putus, kulit luka dan memutih, perut mengeras, gembung, memutih dan mati, ikan mengambang di permukaan, menggantung, kolam berbau, dll.. Kemungkinan besar jamur sudah banyak di air kolam. Penggunaan antibiotik berbahan dasar kimia bisa merusak mikroorganisme pathogen dan baik dalam air kolam sehingga mengganggu ekosistem air kolam dan berpengaruh terhadap daya dukung air thd pertumbuhan ikan.

 Bio Redfur dan Bio White berbahan dasar yang mudah larut, tidak meninggalkan residu dan aman utk ikan, serta hasil panen aman utk dikonsumsi publik.

 Bio Redfur dan Bio White mengandung bahan alami yang mampu mengatasi penyakit yang disebabkan jamur, bakteri, parasit, kutu dan virus pada ikan.

 Cara penggunaan larutkan 5 tetes Bio Redfur dan 10 tetes Bio White dalam 5 liter air, aduk dan siram ke kolam/ aquarium utk membersihkan jamur dari air kolam shg ikan lebih sehat.

 Dosis penggunaan :

 Bio redfur 5 tetes

 Bio White 10 tetes

 Utk air 1 M³.

 Cara aplikasi, kolam dikurangi air hingga 50% kemudian diaplikasi sesuai volume air kolam. Setelah 1 jam air dipenuhi kembali.

 Jika mengobati terpisah di kolam karantina ;

 Air 30 Liter dilarutkan Bioredfur 3 tetes dan Bio White 6 tetes.

 Aduk dan masukkan ikan sakit.

 Setelah 30 menit ikan dipindah ke kolam






CARA PENGGUNAAN PROBIOTIK BIOVISI UNTUK MANAJEMEN AIR KOLAM IKAN LELE

 CARA PENGGUNAAN PROBIOTIK BIOVISI UNTUK MANAJEMEN AIR KOLAM IKAN LELE


Probiotik Biovisi adalah salah satu produk probiotik alternatif bagi penggiat usaha ternak ikan/ udang.
Dalam pembuatan/ proses produksi yang sudah mengikuti kaidah ilmu pengetahuan hinga terciptanya produk tersebut, maka sebelum diperjual belikan kami berinisiatif melakukan percobaan di kolam milik peternak yang berkenan melakukannya dengan pendampingan penuh dari team Probiotik Biovisi.
Probiotik Biovisi terdiri dari 2 (dua) varian, yaitu :

  1. Probiotik Nitro Biru (Probiotik khusus untuk kualitas air)
  2. Probiotik Lacto Kuning (Probiotik khusus untuk Efisiensi Pakan/ peningkatan FCR).
    Untuk pengelolaan air kolam ikan lele, kita akan fokus membahas no. 1 atau Probiotik Nitro Biru.

Disebut Nitro karena mengandung beberapa bakteri tetapi lebih dominan bakteri nitrobachter. Sebutan biru hanya untuk memudahkan konsumen mencari karena stickernya dominan berwarna biru.

Penurunan kualitas air kolam lele disebabkan oleh beberapa hal al :

• Penggunaan bibit lele yang tergolong unggul, sehingga membutuhkan pakan, vitamin, enzim dan faktor pendukung lain yang berkadar tinggi dan sayangnya selalu meninggalkan residu yang tinggi yang belum terurai
• Ukuran usus ikan yang tergolong pendek (+/- 10 cm) tidak menjamin bisa mengolah dan menyerap seluruh vitamin, protein, lemak dari pakan sehingga ketika dikeluarkan (dalam bentuk feces) masih mengandung bahan organik seperti protein, lemak, dll. Hal inilah yang menyebabkan bau tidak sedap pada kotoran ikan.
• Air tanah yang menjadi sumber air kolam juga sudah banyak yang tercemar (berkwalitas rendah). Hal ini terutama dengan semakin maraknya peternakan lele disekitar rumah (dekat pemukiman penduduk).
• Pembuangan limbah air kolam ke dalam tanah sekitar kolam/sungai lama-kelamaan akan mengurangi kualitas air tanah karena banyaknya bahan organik dalam limbah air kolam, belum terurai oleh bakteri dalam tanah. Sehingga ketika dipompa kembali ke dalam kolam, kelihatan bening tetapi sebenarnya masih mengandung gas metana.
• Pemberian pakan yang tidak habis dikonsumsi ikan/udang sehingga menjadi sumber amoniak yang akan cepat mengikat oksigen bebas dalam air sehingga cepat berkurang.
• Penanganan kolam yang tidak terstruktur. Misal karena ikan sakit, berbagai macam obat herbal ditebarkan ke kolam. Bukannya makin sehat, tambah rusuh ia.

Bagaimana Probiotik Biovisi bisa mengatasi hal-hal diatas???

Probiotik Biovisi mengandung beberapa macam bakteri yang mampu menguraikan bahan organik dalam air kolam, termasuk amoniak yang dihasilkan dari penguraian bahan organik.

Probiotik Biovisi mengandung bakteri yang bisa menumbuhkan plankton dalam air kolam dengan bantuan sinar matahari.

Dengan adanya plankton dalam air yang ditumbuhkan oleh beberapa macam bakteri dalam probiotik ini akan merubah warna air kolam menjadi hijau, dan dengan bantuan sinar matahari akan berfotosintesismenghasilkan oksigen murni dalam air kolam.

Dengan tingginya kadar oksigen murni dalam kolam, terlihat dengan nyamanya ikan berenang didalam air (tidak mumbul ke permukaan) karena sudah tercukupinya oksigen di dalam air.

Dengan tingginya kadar oksigen murni dalam kolam, sampai bisa mengangkat lumut dari dasar kolam, dan diuraikan bakteri dalam probiotik, sehingga kalau ikan dalam kolam sudah besar akan makan lumut tsb dengan lahap dan air akan terlihat bersih.

Efek lainya akibat munculnya plankton dalam air kolam sehingga air menjadi agak buteq (bening kehijauan) ikan tidak akan tarung dalam air kolam.
Cepat tidaknya warna air berubah akibat timbulnya plankton dipengaruhi oleh bahan organik dalam air.

Berikut gambar kolam yang sudah menggunakan Probiotik Biovisi.




                   

Aturan Pakai dan Tata Cara Penggunaan Probiotik Biovisi

I. Untuk Kolam Ikan Lele, Nila, Gurame, Patin

1.1  Kolam Terpal, Beton

Untuk ukuran kolam 3x4 - 4x6 meter atau kurang lebih. 

  • 2 gelas aqua (+/- 400 ml probiotik biovisi biru dilarutkan dalam 5 - 10 liter air kolam) didalam sebuah wadah mis. ember. Dikocok supaya larutnya merata, kemudian disiram secara merata diatas permukaan air kolam.   
  • Jika berhasil, Setelah 2 - 3 hari, warna air akan berubah menjadi agak kehijauan dan kemungkinan sudah tumbuh plankton yang menyerupai jentik nyamuk (tapi warna putih) dan berada di dasar kolam, saatnya benih ikan ditebar. Kerapatan ikan disesuaikan dengan kebiasaan. Dan setelah pengalaman dengan probiotik bisa meningkatkan kerapatan ikan.
  •  Untuk perawatan kualitas air, setiap 2-3 hari, harus ditambah air untuk mengganti air yang hilang lewat evaporasi (penguapan) atau juga misalnya ada kebocoran. 
  • Untuk penggantian air, maksimal 20% untuk mengurangi stress ikan.
  • Pemberian probiotik diulangi setiap 1 minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua.

 1.2. Kolam Berisi Ikan 
  • 1 gelas aqua (+/- 200 ml probiotik biovisi biru) bisa dilarutkan dalam wadah dengan air atau langsung karena kolam sudah berisi ikan sehingga sudah memungkinkan untuk bercampur dengan air kolam.
  • Jika berhasil, setelah 3-4 hari warna air akan menjadi agak kehijauan, lumut2 kolam bersih (karena lumut akan naik ke permukaan kolam dan dimakan ikan) atau terbuang dengan pembuangan atas kolam.
  • Penggantian air disesuaikan dengan kondisi ikan, karena kalau kondisi air kolam sudah termasuk pekat oleh kotoran ikan dan amoniak, kemungkinan dalam 3 hari perkembangan bakteri belum mampu menguraikan kotoran ikan dan memakan ammoniak. Sehingga dibutuhkan kejelian peternak untuk mengambil keputusan mengganti air kalau kondisi ikan sudah mulai melemah. Tanda yang paling seringk, ikan menggantung di permukaan air dan bergerombol.
  • Tetapi jika kondisi ikan nyaman berenang dalam kolam (tidak banyak yang nongol ke permukaan) dan tidak banyak buih air, maka pemberian probiotik sudah benar. 
  • Untuk perawatan air, pemberian probiotik diulangi setiap minggu dengan dosis 1/2 gelas aqua ditebar merata di permukaan air kolam.







Biovisi Decomposer untuk membuat kompos

 Biovisi Decomposer

Decomposer untuk Pengurai Kotoran Ternak


Mengandung bakteri non pathogen yang mampu menghasilkan enzim selulosa dan polisakarida untuk sifat material bahan organik terutama yang berupa serat kasar menjadi kompos.
Cara penggunaan dgn fermentase utk memperbanyak dan lebih irit. 2 Liter Biodecomposter + 5 liter molase/air gula + 180-200 liter air tanah, diaduk dan ditutup rapat selama 2*24 jam.
Hasil fermentase bisa digunakan utk mematangkan/menguraikan bahan organik seperti kotoran hewan 5-7 ton, Tandan kosong (tankos) sawit 1 truk, dan Lahan pertanian yg dipupuk dgn kotoran hewan baik sebelum ditraktor maupun ditebar diatas guludan, bisa disiram dgn fermentase Biodecomposter utk mempercepat penguraian bahan organik, mengurangi persaingan mikro organisme dgn tanaman dalam memperebutkan nutrisi tanah, dan bisa juga utk menambah kapasitas/jlh bakteri baik dalam tanah, sehingga bisa mendominasi bakteri pathogen spt penyebab fusarium, patek, dll.

SWRO BWRO DWRO




Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR

 Tips Foto di Malam Hari dengan Kamera DSLR Malam  memang kurang cahaya sehingga terkadang menyulitkan untuk mengambil foto, apapun jenis ...